Posts made by RELLYS PRATIWI

Nama: Rellys Pratiwi
NPM: 2213053070
Nama jurnal : Jurnal JIPSINDO
Oleh : Enung Hasanah
Nomor : 2
Volume : 6
Tahun Terbit : 2019
Judul Jurnal : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG
Perkembangan Moral siswa Sekolah dasar berdasarkan teori Kohlberg

Teori Kohlberg
Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal

disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada

karya Piaget. Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral.Dalam hal ini tingkah laku mereka sama. Tetapi
seandainya kematangan moral mereka berbeda, kematangan moral itu
tidak tercermin dalam tingkah laku mereka, melainkan pertimbangan
(penalaran) mereka mengapa tidak mau mencuri mencerminkan
perbedaan kematangan tersebut. Teori ini memberikan pandangan bahwa penalaran seseorang mempunyai pertimbangan untuk melalukan suatu tindakan tertentu. Dengan demikian,pebedaan tingkatan penalaran akan menunjukan tingkatan moral. Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan
Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi
beberapa tahap sebagai berikut: Level 1. Moralitas Pra-konvensional
2. Moralitas Konvensional
3. Moralitas Pasca-konvensional
Berdasarkan teori Kohlberg,
pada umumnya anak-anak yang berusia sekitar 10–13 tahun berada
pada tahap pra-konvensional, meskipun juga ada orang-orang dewasa
yang berhenti perkembangannya pada tahap tersebut. Karena orang
dewasa yang terhenti pada tingkatan itu merupakan kekecualian
(Duska & Whelan, 1984: 65).
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070
ANALISIS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Cakrawala Pendidikan
Nomor : 2
Tahun: 2009
Judul : Pendidikan nilai moral ditinjau dari perspektif global
Nama Penulis : Sudiati

Isu pendidikan moral di berbagai negara dengan karakteristik ideologi yang berbeda, yaitu Indonesia, Malaysia, India dan Cina
1. Indonesia
Pendidikan nilai di Indonesia sendiri masih sedikit kesadaran dalam perspektif global dimana pendidikan disini masih terpaku pada kurikulum nasional dan lokal yang belum tuntas saja. Seperti contoh pendidikan moral Pancasila dan agama, tidak mencapai tujuan dalam menanamkan nilai moral dan humanis kepada kesadaran peserta didik. Menurut Affiyah(2003) kelemahan pendidikan agama karena materi pendidikan agama hanya terfokus pada kognitif saja sehingga dalam aspek sosial dan psikomotorik kurang dalam hidup bertoleransi dalam bermasyarakat,berbangsa dan bernegara

2. India
Pendidikan nilai di India dikembangkan untuk meningkatkan nilai kesadaran ilmiah, sosial dan kewarganegaraan yang tidak secara khusus dikembangkan dalam sudut pandang agama saja, melainkan secara universal.

3. Malaysia
Pendidikan nilai dilakukan di sekolah dasar. Pendidikan secara langsung dilakukan dengan pendidikan nilai moral dan pendidikan agama, pendidikan secara tidak langsung dilakukan dengan pendidikan pkn dan kegiatan ekstrakurikuler. Meski cukup konsisten pendidikan moral di Malaysia pun masi terdapat beberapa kendala

4. Cina
Dalam pendidikan memiliki kaitan yang erat dengab kewajiban moral. Pendidikan moral dilakukan sekali dalam seminggu, guru didorong untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang mampu mengangkat pengalaman kehidupan sehari-hari.

Dimensi Pendidikan Nilai Moral
a. Teori perkembangan moral
Nilai moral bersifat relatif, Perkembangan moral dipahami sebagai suatu internalisasi langsung norma budaya eskternal.

b. Pendidikan nilai moral
Pendidikan nilai moral adalah pendidikan yang berusaha mengembangkan komponen-komponen integrasi pribadi

c. Pendekatan pendidikan nilai moral
Pendekatan dapat dipilih sesuai dengan banyaknya nilai yang dipilih untuk ditanamkan dan dikembangkan.Oleh karena itu, pendidikan
nilai tidak dapat disajikan hanya oleh
seorang guru atau hanya dalam satu
pelajaran, tetapi diperlukan format
yang beragam dari berbagai pelajaran
yang mengintegrasikan secara sendirisendiri atau dengan kombinasi

d. Metode dan teknik pendidikan nilai moral
Untuk mengaplikasikan konsep pendidikan nilai tersebut di atas, diperlukan beberapa metode.
1.Metode langsung mulai dengan penentuan perilaku yang dinilai baik sebagai upaya indoktrinasi berbagai ajaran
2.Metode tidak langsung tidak dimulai dengan menentukan perilaku yang
diinginkan, tetapi dengan menciptakan situasi yang memungkinkan perilaku
yang baik dapat dipraktikkan.
Nama : Rellys Pratiwi
NPM :2213053070

Degradasi Moral pelajar Jaman Modern
Maraknya kasus kriminal yang di lakukan pelajar saat ini menimbulkan pencitraan apakah nilai moral pelajar saat ini sudah mulai susah di kontrol?
Menurut KPAI Retno Listyarti, kekerasan cukup tinggi dilakukan, baik dari yang dilakukan oleh anak maupun oleh korban. Apa yang dilakukan oleh ada terjadi akibat adanya sebab, yang paling utama yaitu pola pengasuhan yang diberikan dirumah, lalu yang kedua yaitu guru melakukan pengelolaan kelas dengan mengidentifikasi sifat dan karakter anak di kelas.
Menurut praktisi pendidikan Dr. Itje Chodidjah. MA, seorang guru memiliki 4 standar kompetensi utama yaitu kompetensi sosial, kepribadian, profesional dan pedagogik. Sebelum memasuki tahapan menjadi calon guru, kepribadian menjadi faktor penting dalam pembekalan dan pelatihan agar benar-benar siap menjadi seorang guru. Saat ini pembekalan yang di berikan hanya bersifat kbowledge. Pembekalan yang bersifat keterampilan perilaku belum menjadi fokus pembekalan.
Menurut Psikolog, Vero Adesla, yang melatarbelakangi seorang anak melakukan tindakan kekerasan bisa dari emosi yang tidak terkontrol, sehingga perlu dilakukannya kemampuan pengelolaan emosi kepada anak,level stress yang semakin tinggi yang terjadi atas berbagai tuntutan namun tidak diimbangi dengan kemampuan pribadi untuk mengelola stress tersebut