Posts made by Aulia Zahwa Adinda 2213053103

Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Etika, Nilai dan Moral

Etika, nilai dan moral saling berkaitan, sebab berusaha untuk mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Etika dan moral atau hukum kebiasaan merupakan nilai-nilai dalam waktu memberi makna hidup yang menjiwai tindakan atau perilaku seseorang atau suatu sifat yang pertama nilai-nilai. Mengapa? Karena sesuai rencana untuk mengatur berbangsa dan bernegara tidak bertindak semaunya.
Moral hanya dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan memaksma kewajiban atau keharusan sebagai sarana untuk mengukur.
Berikut ini adalah salah satu manfaat  etika dan moral, toleran Epic atau santun dan bersikap atqupun bertindak kita lebih bertanggungjawab terhadap bidang ilmu yang kita dapat meningkatkan skill.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral pada pendidikan anak usia dini

Guru PAUD mempunyai tugas yang tidak hanya merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi, tetapi juga menilai hasil belajar setiap anak. Penilaian ini merupakan salah satu tugas pokok yang penting dan yang harus dilakukan oleh guru PAUD. Hal ini bertujuan supaya guru dapat mendeskripsikan ketercapaian perkembangan masing-masing anak termasuk di dalamnya perkembangan moral dan agama. Melalui penilaian tersebut guru dapat mengukur sejauh mana perkembangan masing-masing peserta didik serta dapat mengetahui dan menerapkan di aspek perkembangan yang mungkin belum dapat dicapai atau mungkin yang sudah dapat dicapai.

Adapun definisi dari Instrumen penilaian, yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik. Penilaian ini memiliki manfaat bagi semua pihak, yaitu bagi anak, bagi orang tua, maupun bagi guru. Manfaatnya bagi anak untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, jadi dengan penilaian guru dapat mengukur perkembangan setiap anak sehingga tahu ketika adanya gejala kesehatan pada pertumbuhan masing-masing anak.
Kedua perkembangan anak menjadi lebih optimal. Ketiga anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya. Keempat anak mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya.


Bagi orang tua akan memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak pada satuan PAUD. Kedua memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan ketika di rumah. Ketiga yaitu membuat keputusan bersama antara orang tua dengan pihak satuan PAUD dan memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak berikutnya.

Manfaat bagi guru untuk mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak. Kedua mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan dalam tumbuh kembang setiap anak. Ketiga mengetahui kesesuaian stimulasi dalam layanan dengan kebutuhan perkembangannya. Kempat dapat memberikan dukungan yang tepat kepada setiap anak. Kelima memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak untuk pembuatan rencana pembelajaran selanjutnya.

Penilaian prinsip-prinsip penilaian ini terbagi menjadi delapan, yaitu sebagai berikut.
1. Mendidik jadi proses hasil penilaian ini dapat dijadikan dasar untuk memotivasi mengembangkan dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal
2. Berkesinambungan merupakan penilaian dilakukan secara terencana bertahap dan terus-menerus untuk mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
3. Objektif jadi penilaian harus dilakukan secara adil.
4. Table penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
5. Transparan jadi penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan hasil penilaian dapat diakses oleh orang tua dan semua pihak yang berkepentingan.
6. Sistematis penilaian ini dilakukan secara teratur teratur dan terprogram sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan dengan menggunakan berbagai instrumen.
7. Menyeluruh jadi penilaian ini mencakup semua aspek pertumbuhan dan perkembangan baik sikap pengetahuan maupun keterampilan.
8. Bermakna jadi hasil penilaian akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, orang tua, guru dan pihak lain yang relevan.

Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak sesuai dengan materi yang sudah kita bahas sebelumnya kita juga sejak mempelajari tentang tingkat pencapaian perkembangan anak sesuai dengan usia yaitu pada usia 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun, serta 5-6 tahun. Untuk instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian ini meliputi Instrumen penilaian proses catatan anekdot publik dan Instrumen penilaian hasil kemampuan anak. Jadi kegiatan apa saja yang dilakukan anak-anak pada satu hari pembelajaran itu akan dinilai oleh pendidikan khusus guru anak usia dini.

Adapun mekanisme penilaian ini terbagi menjadi empat, yaitu; 1. Menyusun teknik Instrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak jadi setiap lembaga PAUD pendidik wajib menyusun terlebih dahulu Instrumen penilaian dan disesuaikan dengan indikator capaian perkembangan anak.
2. Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap teknik dan Instrumen penilaian jadi selesai menyusun Instrumen penilaian guru melaksanakan atau menilai perkembangan setiap anak-anak.
3. Mendokumentasikan Penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan yang teratur.
4. Melaporkan capaian perkembangan anak ini diterima oleh orang tua pada akhir semester, jadi ketika orang tua menerima raport orang tua juga akan menerima laporan capaian perkembangan masing-masing anak.

Teknik penilaian teknik terbagi menjadi 4 yaitu sebagai berikut.
1. BB ini artinya belum berkembang jadi bila anak-anak ini dalam melakukan kegiatan harus dibantu dibimbing dan dicontohkan itu nilainya BB.
2. MB artinya mulai berkembang jadi bilang anak-anak melakukan kegiatan tetapi harus diingatkan harus sedikit dibantu oleh guru itu nilainya MB mulai berkembang.
3. BSH ini artinya berkembang sesuai harapan jadi bila anak ini dapat melakukan kegiatannya secara mandiri konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru ini akan mendapatkan BSH.
4. BSB ini adalah capaian yang tertinggi untuk perkembangan anak-anak BSB ini artinya berkembang sangat baik Jadi jika anak-anak ini sudah dapat melakukan kegiatannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator

Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Analisi Jurnal 2

A. Identitas Jurnal
Judul: PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Penulis: Darmiyati Zuchdi
Tahun terbit: 2001
Bulan terbit: April
Halaman: 8 Halaman
Kata kunci: pendidikan nilai/moral, pendekatan komprehensif, pembentukan karakter

B. Isi Jurnal
Tujuan utama pendidikan moral adalah untuk menghasilkan individu yang otonom dan memiliki tingkat penalaran Inoral yang tinggi. Cacat budaya yang cukup parah ini mungkin dapat diobati lewat jalur pendidikan, karena pendidikan pada hakikatnya merupakan proses pembentukan budaya.
Pencarian aJtematif terbaik guna meningkatkan kualitas pendidikan sudah barang tentu perlu diupayakan.
Pemberian teladan saja kurang efektif diterapkan, karena sulitnya menentukan yang paling tepat untuk dijadikan teladan. Pendidikan Nitai Secara Komprehensif agama, ,guru, dan pOlitisi. Meningkatnya perhatian itu disebabkan oleh kemampuan negara tersebut mengatasi masalah minuman keras,kriJninaiitas, kekerasan, diisintegrasi dalam keluarga, meningakatnya jumlah remaja yang bunuh diri dan remaja putri yang mengandung, menurunnya tanggung jawab masyarakat, tumbuhnya pertentangan rasial dan etnis, 
Sistem pendidikan yang dilukiskan diatas sudah sangat bagus dan lepgkap. Secara holistik, yang meliputi aspek kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Tanpa adanya aspek yang terakhir ini, tidak mungkin seseorang dapat menangkap makna kehidupan. Sebagai balnya bidang-bidang yang lain, ada berbagai cara untuk mencapai seperangkat tujuan pendidikan. 
jarkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat menolong generasi muda mengarahkan diri mereka sendiri dalam dunia yang cepat berubah dan kompleks. Banyak kurikulum dan metode pendidikan yang telah dikembangkan. Khusus mengenai pengembangan kesadaran akan harga diri, hal ini telah banyak memperoleh perhatian di Amerika Serikat, bahkan secara rutin diadakan seminar yang diberi nalna»self-esteem AnnuaIMeeting.

Di Indonesia., nilai-nitai Pancasila telah di ajarkan di semua jenjang pendidikan. Yang masih menjadi masalah adalah strategi penyajiannya yang biasanya masih terlalu terfokus pada pengelnbangan pengetahuan ke- Pancasilaan, beJum sampai pada dataran pengamalan nHai-nilai Pancasila. » Lingkungan 80sial yang kurang kondusif juga merupakan faktor utama yang men.ghambat pengamalan nilainitai Pancasila. Secara tradisional pendidikan kewarganegaran di Amerika diberikan secara langsung kedalmn pelajaran sejarah dan ilmu pengetahuan sosial.
Dalam alarn demokrasi, generasi muda perlu banyak belajar Wltuk menjadi warga negara yang baik. Mereka harns mengetahuai sejarah negeri mereka, hukum dan peraturan masyarakat, kebinekaan warga negara dan bnilai-nilai fundamental seperti pemerintahan yang konstitusional dan kedaulatan rakyat. Para pendidik boleh berargumentasi mengenai fakta dan konsep yang harrIS diajarkan, tetapi pengetahuan dasar tentang sejarah negeri sendiri dan sistem hukumdan politik sangat esensial untuk menjadi warga negara yang efektif, oleh karena itu hal ini tidak mungkin dapat dikesampingkan.

Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G
Prodi: PGSD

Analisis Jurnal 1

A. IDENTITAS JURNAL
1. Judul: PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
2. Penulis: Rukiyati (rukiyati@uny.ac.id) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
Jurnal Humanika, Th. XVII, No. 1. September 2017

B. Isi Jurnal

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles.

Sekolah yang baik merupakan seperti keluarga, teman sebaya, sekolah keniscayaan agar pengaruhnya terhadap dan lingkungan tetangga. Di dalam positif merupakan bentuk pendidikan formal berinteraksi langsung dengan orang tua, Noeng Muhadjir guru-guru, teman sebaya dan yang lain.
Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan lebih optimal. Moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu.

Istilah "pengembangan" diambil atau "development" lebih berkonotasi penelitian para pakar pendidikan moral seperti Kirschenbaum, Thomas Lickona, menumbuhkan, pemikiran memerdekakan manusia dari beban, Darmiyati Zuchdi dan rintangan dan kesulitan. Istilah ini juga bermakna proses yang berlangsung terus disintesiskan sepanjang waktu. Maka, pengembangan diperoleh kesatuan gagasan tentang teori pendidikan moral di sekolah. Dalam arti ini, sekolah adalah lebih mudah diterima dan diteladani oleh tempat publik bagi peserta didik untuk para peserta didiknya.

Pendidikan moral pada masa berbeda dengan negara sekuler dan negara komunis. Hal ini tentu berbeda sekali dengan masa di dalam ajaran agama menjadi sumber lalu. Anak-anak yang hidup sekarang mengidentifikasi jawab, "nilai-nilai toleransi, patriotisme, belas kasih. Indoktrinasi dipandang para ahli kasih, kerja sama, sabar, damai, ramah, sebagai metode yang sudah usang dan kebebasan, murah hati, jujur, adil, setia, tidak sejalan dengan semangat modern moderat, menghargai lingkungan hidup, tersebut. Maka, ada metode lain yang menghargai orang lain, menghargai diri sendiri, tanggung jawab, disiplin diri, sesuai inkulkasi penanaman nilai. Orang tua dan cerita kepahlawanan guru merupakan sosok yang harus tokoh-tokoh besar dalam sejarah yang memberikan teladan baik kepada subjek dikagumi dan patut dijadikan teladan. Bercerita juga dapat dilakukan guru di perilaku dari pada harus mengingat dan sekolah dengan tidak kalah menarik dari mengamalkan kata-kata yang diucapkan orang tua siswa. Terlebih lagi di sekolah, oleh orang tua dan guru. Cara mengevaluasi capaian belajar dalam ranah afektif mengenal dapat dilakukan perilaku muncul.
Terkait seseorang secara tidak langsung, yaitu dengan menafsirkan ada atau tidaknya pendidikan Islam juga menitikberatkan afek positif yang muncul pada evaluasi sikap dan perilaku.