Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G
Pendidikan Moral di Sekolah Dasar
Moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan dan kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat.
Tahap-tahap perkembangan moral;
1. Pada usia 6-12 bulan orangtua akan memandu, mengendalikan dan melindungi bayi.
2. Pada usia 12-18 bulan membuat komitmen dan patuh sesuai dengan keadaan merupakan awal tanda hati nurani perhatian terhadap objek yang cacat atau rusak mencerminkan cemasan diri dalam melakukan hal yang salah.
3. Pada usia 18-30 Wulan anak mungkin menunjukkan perilaku menolong rasa bersalah malu dan empati mendorong perkembangan moral akurasi terkait mainin dan ruang muncul.
4. Pada usia 30 sampai 36 bulan Atau si fisik berkurang lebih banyak verbal.
5. Pada usia 3-4 tahun akru Isma dan perilaku menolong yang lain menjadi lebih lazim tipsnya untuk menelpon pujian dan menarik penolakan rasa bersalah dan kepedulian mengenai berbuat salah memuncak.
6. Pada usia 4-6 tahun penalaran moral makin fleksibel.
7. Pada usia 7-8 tahun penalaran moral makin fleksibel 4i dan perilaku prososial meningkat agresi terutama jenis permusuhan berkurang.
8. Pada usia 9-11 tahun penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan anak ingin menjadi baik untuk memelihara tatanan sosial agresif beralif ke hubungan.
9. Pada usia 12-15 tahun namun moral mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif.
10. Pada usia udah sampai 20 tahun relativisme um mainkan peran penting dalam penalaran moral.
11. Pada usia 20-40 tahun penilaian moral bisa menjadi lebih rumit.
12. Pada usia 40 sampai 65 tahun penilaian moral bisa membeli lebih milih.
13. Pada usia 65 tahun
Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar. Pada implikasi dalam KBM, perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar. Anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar, tapi anak bisa melakukannya sendiri atau mandiri.
Krisis identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar, yaitu guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender supaya mengontrol atau perilaku mereka sesuai dengan Winnernya. Sebenarnya bukan hanya guru saja tetapi orang tua juga memiliki peranan yang sangat penting.
Permasalahan serta solusi perkembangan pada anak SD;
1. Hilangnya kejujuran
Ktika anak sudah terbiasa bersikap bohong itu akan membuang anak menjadi pribadi yang pembohong dan akan ketakutan ketika bersikap jujur. Masalah ini sering terjadi di sekolah ataupun di tempat lainnya, misalnya ketika sedang ujian ada siswa yang mencontek atau bakal bekerjasama dengan temannya. Solusi atau untuk mengatasinya yaitu dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri akan jawabannya. Mengajarkan anak untuk bersikap jujur. Caranya cukup Jangan memarahinya, karena jika anak dimarahi maka ia akan takut ketika berbicara jujur dan memilih untuk penuh bicara bohong.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab
Guru diharuskan untuk membimbing anak didiknya dan mengajarkan anaknya untuk memiliki rasa tanggungjawab. Misalnya ketika anak diberikan tugas atau pekerjaan rumah, ada saja siswa yang tidak mengerjakan tugasnya, hal ini sama saja bahwa siswa itu tidak memiliki rasa tanggungjawab. Solusi dari hilangnya rasa tanggung jawab yaitu mengajarkan anak untuk bersikap tanggungjawab. Hal tekecil yang bisa guru lakukan yaitu ketika ada siswa yang tidak mengerjakan tugas siswa diminta untuk maju kedepan dan mengerjakan soal yang akan diberikan oleh gurunya.
3. Rendahnya disiplin
Misalnya, masih saja ada siswa yang tidak tepat waktu untuk datang ke sekolah. Jika ada siswa yang sedang terlambat ke sekolah sebaiknya guru dan kepala sekolah bersikap tegas jika guru dan kepala sekolah tidak bersifat tegas, akan membuat siswa tersebut menjadi terbiasa dan mampu datang denganwaktu yang tidak tepat.
4. Kurang bisa bekerjasama
Misalnya, kerja kelompok solusinya yaitu membiasakan anak untuk lebih banyak dalam kerja sama. Jangan biarkan siswa tidak aktif ketika kerjasama.
5. Mengambil hak orang lain
Misalnya mencuri. Solusinya yaitu membiasakan anak untuk menerima apa ya dia miliki dan tidak boleh mengambil hak milik orang lain