Kiriman dibuat oleh Aulia Zahwa Adinda 2213053103

Nama: Aulia Zahwa Adinda 

NPM: 2213053103

Kelas: 3G


“Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan – Lentera Indonesiaa”

Pendidikan itu seperti cahaya sebenarnya, jadi ketika kita tidak punya cahaya untuk melakukan perjalanan kita bisa tersesat. Tetapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah Kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau. Ini lah anak - anak dayak Kalimatan Utara mereka satu dari sekian banyak keragaman dalam negara kesatuan kita Indonesia .
Martencis Siregar pengajar muda dari Gerakan Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol Nunukan Kalimantan Utara sebelum bergabung dengan Indonesia mengajar aku sempat menjadi relawan di gerakan peduli HIV AIDS di Jayapura Papua. 
Martencis mengajar kelas 1 dan juga guru les bagi anak murid kelas 6, Tanjung Matol Nunukan Kalimantan Utara berjarak tempuh 7 jam dari kabupaten, dia belum pernah tinggal di pelosok seperti Tanjung Matol Nunukan Kalimantan Utara tak heran jika Mama dan Bapak masih selalu cemas.Anak anak dari Tanjung Matol masih sangat sedikit yang minat untuk melanjutkan pendidikan jenjang SD. orang tua di sini masih kurang sadar pentingnya pendidikan anak perempuan di desa penempatanku malah banyak yang menikah di usia dini sekitar umur 12 tahun atau lulus SD sudah ada yang melamar, beliau bertemu dengan satu anak perempuan yang sudah mau dilamar, sudah mau dibawa menikah sama orang yang usianya lebih dewasa. 
Kapan perempuan disini akan maju kalau di kampung ini saja budaya seperti ini masih terus ada hingga bulan keenam di sini aku pribadi masih takut mencampuri urusan tradisi dan kebiasaan warga tak hanya soal pernikahan dini anak perempuan kurangnya perhatian orang tua pada pendidikan anak jadi persoalan.Martencis harus membuat para orang tua atau wali muridku sadar pentingnya pendidikan. Cita-citanya di sini sederhana membuat anak-anak Tanjung Matol mau pergi ke sekolah belajar dan bisa punya bekal yang lebih baik untuk masa depannya.Ia mengajar di SDN 11 Sembakung, Tk dan PAUD belum masuk ke Desa Tanjung Mato, jadi kelas 1 adalah awal dari Jalan Panjang menempuh pendidikan di sini biar mereka bisa mengikuti pelajaran dengan baik karena mereka juga kelas rendah jadi perlu metode-metode yang lebih kreatif supaya mereka tertarik jadi jangan heran dengan bentuk kelasnya yang seperti kelas TK tantangan selanjutnya adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan menggunakan metode belajar yang ampuh mengusir rasa jenuh pada anak muridku sekali lagi aku tekankan kepada mereka bahwa belajar itu bisa dari mana saja dan di mana saja. Mulai tahun ini, kepala sekolah  mulai memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi khususnya. Hadiahnya cukup unik: bukan berupa barang atau uang, melainkan perjalanan ke pinggiran Tanjung Matlu. Alasan pemberian penghargaan ini khusus untuk memberikan wawasan kepada anak-anak tentang kisah-kisah dunia luar Tanjung Matlu. ketika kamu mengenal seseorang. Seorang gadis berusia 18 tahun bernama Rory tertarik dengan pendidikan di desa Tanjung Matlu dan membantu keluarga Martensi mengajar anak-anak di sekolah dasar. Bukan hanya Rory saja, para guru yang berdedikasi, bersama orang-orang hebat lainnya seperti mereka, akan mampu membentuk masa depan anak-anak desa Tanjung Matlu.

Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Analisis Video 2

SD negeri gelar kabupaten sikka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pasalnya sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil ini terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di teras kelas. Teras dipakai sebagai ruang kelas lantaran ketiadaan ruang kelas sekolah yang terletak di kaki gunung api. SD ini hanya memiliki enam ruangan dimana lima ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan satu ruangan sebagai ruang guru. Jangankan kelas perpustakaan saja tidak ada. Meski begitu para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah setiap hari. Setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga 2 KM guna bisa belajar di sekolah. Di masa pandemi covid19 ini ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar during, sekolah ini tak mampu melaksanakannya di wilayah ini.
Sekolah ini belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali karena itu pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan di sekolah. Disini anak-anak belajar diteras karena tidak ada ruang belajar.

Dari studi kasus di atas dapat disimpulkan bahwasanya pemerintah kurang memonitoring wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. Pemerintah hanya memperhatikan wilayah/kota besar saja. Hal ini membuat wilayah-wilayah terpencil sangat tertinggal dalam pendidikan. Jangankan jaringan internet ada tenaga pengajar dan fasilitas sekolah (Buku, ruang kelas, meja dan kursi) sudah sangat bersyukur. Jadi saya sangat berharap untuk mengimplementasikan tujuan negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Penanaman dan penerapan nilai-nilai moral melalui 8 fungsi keluarga.

1.) Fungsi agama
Di dalam fungsi agama terdapat nilai moral seperti Keimanan, ketakwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, dan kasih sayang.
2.) Fungsi sosial budaya
Di dalam fungsi sosial budaya terdapat nilai moral seperti gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kebangsaan.
3.) Fungsi cinta kasih
Di dalam fungsi cinta kasih terdapat nilai moral seperti empati atau peka, keakraban, keadilan pemaaf, kesetiaan, pengorbanan suka menolong, dan bertanggung jawab.
4.) Fungsi perlindungan
Di dalam fungsi perlindungan terdapat nilai moral seperti pemaaf, tanggap, dan ketabahan.
5.) Fungsi reproduksi
Di dalam fungsi reproduksi terdapat nilai moral yaitu bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan.
6.) Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Di dalam fungsi sosialisadi dan pendidika  terdapat nilai moral seperti sikap percaya diri, keluwesan, kebanggaan,  kreativitas, bertanggung jawab, dan bekerja sama.
7.) Fungsi ekonomi
Di dalam fungsi ungsi ekonomi mengandung nilai moral yaitu hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan.
8.) Fungsi peliharaan lingkungan
Di dalam fungsi peliharaan lingkungan ini memiliki nilai moral yaitu kebersihan dan kedisiplinan.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas 3G

Pendidikan Moral Anak Sekolah"

Dalam video ini ada seorang peserta didik yang memiliki perilaku yang buruk,  yaitu membuat gaduh, mencelakai guru dan tidak menolongnya, serta menghasut temannya untuk merokok dan minum alkohol. Hal ini merupakan gambaran bahwa siswa tersebut memiliki akhlak dan moral yang sangat buruk.

Di dalam hal ini pendidik bertugas mengarahkan dan memberi nasihat kepada peserta didik yang berbuat hal-hal yang kurang baik. Sedangkan kita sebagai peserta didik harus mempunyai perperilaku sopan dan santun. Oleh karena itu, pendidikan nilai dan moral perlu di ajarkan kepada setiap siswa agar terbentuk generasi muda yang gemilang. Maka dari itu  pentingnya pendidikan nilai dan moral adalah untuk membentuk karakter dan kepribadian yang baik. Di sekolah Guru berperan dalam perkembangan moral peserta didik. Jika terdapat siswa yang memriliki perilaku yang kurang baik, guru harus memberi nasihat dan memberikan contoh kepada siswa tersebut.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103

Etika Dan Moral Dalam Keluarga Dan Pembelajaran Daring


Dewasa ini setelah terjadinya covid-19 instansi-instansi masih ada yang melakukan pembelajaran secara during. Menggambarkan pentingnya etika dan moral, terutama dalam bagi generasi muda di era modernisasi dan globalisasi sangatlah penting, supaya nilai dan moral generasi muda ketik bertatap muka itu sangat baik. Generasi muda saat ini memiliki akses yang mudah unuk mencari berbagai informasi, tetapi juga terpapar berbagai perilaku yang kurang baik melalui media sosial.

Etka dan moral adalah aspek penting dalam kehidupan manusia. Etika didefinisikan sebagai cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma yang membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Moral, di sisi lain, diartikan sebagai aturan kesusilaan yang mengenai baik dan buruk ataupun salah dan benar.
Terdapat tiga persamaan antara etika dan moral yang ditekankan dalam presentasi:
1. Etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan, tingkah laku, dan sifat seseorang.
2. Etika dan moral adalah prinsip atau aturan hidup manusia.
3. Etika dan moral bukan faktor keturunan, melainkan potensi positif yang dapat dikembangkan setiap orang.

Keluarga merupakan tempat pertama di mana nilai-nilai etika dan moral diajarkan. Pentingnya aturan dan nilai-nilai seperti keagamaan, sopan santun, kejujuran, dan lainnya yang diajarkan dalam keluarga. Selain keluarga, sekolah juga memiliki peran penting dalam menanamkan etika dan moral kepada generasi muda. Di dalam vidio diberikan contoh bagaimana siswa dapat berkomunikasi dengan etika yang baik selama pembelajaran daring, seperti mematuhi waktu, menggunakan bahasa yang sopan, memperkenalkan diri dan mengucapkan terima kasih.