Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G
Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA
Saat ini, Indonesia sedang menghadapi krisis multidimensi dalam perekonomian, politik, keamanan, budaya, agama, ruang hidup, dan bidang lainnya. ndonesia berakar dari moralitas bangsa dan krisis etika. Karena berbagai suku, agama, dan wilayah di Indonesia, dibutuhkan beberapa berbagai cara untuk memecahkan moralitas masalah menangani setiap komunitas. Budaya global yang dibangun kemajuan dibidang ilmu pengetahuan, teknologi khususnya media informasi telah membawa berbagai perubahan, terutama perubahan tata nilai dalam kehidupan manusia. Perubahan tata nilai ini beraspek ganda, pada satu sisi membawa kemajuan yang konstruktif tetapi pada sisi lain membawa ragamragam kerusakan atau destruktif terhadap moralitas manusia. Karena kita akan dapat melakukan penanganan yang baik apabila kita mengetahui permasalahannya.
Mereka berpendirian bahwa manusia tidak perlu diikat oleh suatu peraturan apapun untuk menikmati tuntutan seksualitas mereka. Mereka tidak perlu menikah secara resmi dengan upacara-upacara keagamaan serta ikatanikatan hukum yang sah seperti peraturan pencatatan nikah. Pokoknya, dalam menyalurkan tuntutan biologis seksualitasnya mereka harus free. Model kehidupan seperti ini adalah sejenis perkawinan yang sama sekali illegal, baik secara hukum terlebih-lebih agama manapun.
Definisi berbeda kenyataan yang sebenarnya, kenyataan yang sebenarnya justru, gambar-gambar, bentuk-bentuk, tulisan-tulisan porno itu yang selalu disukai, diingini diminati oleh kalangan-kalangan tertentu. Jadi mengapa disebut bau busuk atau tidak sedap dipandang mata mereka kehidupannya bermolitas tinggi, beriman dan hidup dalam beribadah yang baik dengan tuhan. Narkoba kini menjadi penyakit masyarakat jaman modern itu sebab maka narkoba menjadi salah satu permasalahan masyarakat. Sasaran dan yang menjadi korban narkoba pada umumnya adalah anak-anak, siswa sekolah, remaja pemuda dan mahasiswa. Melihat fakta-fakta itu kalangan pendidik melihat adanya konfigurasi besar-besaran akan diraup untung materi yang besar pula. Kedua, untuk membunuh, melumpuhkan dan merusak generasi bangsa ini. Jika ini terjadi, bangsa ini akan kehilangan bakal-bakal pemimpin, SDM yang handal dan energik, pintar, mampu dan potensial.
Konsumerisme dan materialism, Orang yang berpola hidup konsumerisme tidak dapat dibedakan dengan orang yang berpola hidup meterialisme. Kedua pola hidup berjalan bersama-sama walaupun ada perbedaan satu dengan yang lain. Persamaan yang dapat kita lihat adalah bahwa bagi mereka segala sesuatu diukur dengan materi, uang atau harta. Ketika hal ini merupakan penyakit sosial yang melanda masyarakat dunia. Penyakit ini merupakan masalah serius dan sulit diberantas sebab memiliki jaringan-jaringan yang berlapis lapis. Dapat dikatakan bahwa ajaran agama adalah benteng utama bagi untuk membetengi perbuatanperbuatan yang melanggar moral. Faktor keluarga, Memelihara keharmonisan keluarga dan ketentraman rumah tangga sangat menentukan bagi pencegahan dan keterlibatan anggota keluarga masuk kedalam permasalahan moralitas yand ada. Seperti yang kita pahami bahwa keluarga adalah sebagai dasar pendidikan, artinya biasanya anggota keluarga selalu kebiasaannya dirumah masyarakat.
Segala kenakalan anak, remaja, pemuda bahkan orang pun biasanya dimulai dari keadaan keluarga yang tidak rukun, kacau, porak-poranda, dan penuh dengan nuansa perselisihan. Oleh karena itu kita harus jeli terhadap situasi lingkungan juga harus memperhatikan kepada siapa kita bergaul. Dan biasanya tingkat pendidikan yang dijalani seseorang akan juga mempengaruhi cara hidupnya dan cara berpikirnya. Maka akan semakin sulit pula ia terbawa kepada permasalahan moralitas yang tidak baik.
Kesimpulan masalah merupakan masalah yang tak henti-hentinya menjadi persoalan kita. Kalau kita tidak dapat mencegah orang lain, minimal kita dapat mencegah diri sendiri dan keluarga dari kerusakan moral.