Posts made by Aulia Zahwa Adinda 2213053103

Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G


Banyaknya penyimpangan moral di lingkungan kampus seperti :
1. Vandalisme dan kekerasan,
2. Mencuri,
3. Mencontek,
4. Tidak hormat pada pejabat publik,
5. Kekejaman terhadap sesama teman seusianya atau bullying,
6. Menyerang keyakinan
7. Bicara kasar,
8. Pemerkosaan dan pelecehan seksual, perilaku merusak diri seperti narkoba.

Berdasarkan hal-hal di atas, bahwa nilai Pancasila sangat penting di tanamkan di dalam diri mahasiswa. Nilai Pancasila yang dipelajari dan diterapkan akan membentuk karakter yang sesuai.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Hasil analisis video yang berjudul"Drama Penerapan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga" adalah sebagai berikut.
Di dalam video ini terdapat keluarga kecil yg berisi ibu dan kedua kakak beradik. Kakak di dalam videi ini tumbuh menjadi anak yang pembangkang, suka berbohong, mabuk-mabukan, dan tidak mau bersembahyang. Sedangkan sang adik memiliki sifat yang baik hati yang gemar sekali menolong ibunya.
Dalam keluarga kita tidak boleh memiliki perilaku seperti kakak yang mempunyai sifat buruk.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Bagaimana Cara Menjadi Anak Baik?
Perasaan gagal karena tidak mampu mencapai kriteria anak yang baik karena pengaruh standar pendidikan moral. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral perlu berubah mengikuti kondisi nyata sosial yang ada.
Perbandingan antara kampus swasta dan negeri dalam hal pendidikan. Meskipun kampus negeri memiliki standar yang lebih tinggi, kampus swasta juga dapat menyediakan pendidikan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh situasi kampus, tetapi juga oleh faktor-faktor seperti kurikulum, fasilitas dan tenaga pengajar.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Analisis video menunjukkan bahwa lingkungan mewakili situasi di mana kita hidup dan hidup. Jika lingkungan hidup  terganggu dan hancur, maka kehidupan kita dan tempat tinggal kita tentu akan terganggu. Permasalahan Lingkungan Hidup Ketika kita mempertimbangkan etika dan moralitas, lemahnya kesadaran kita terhadap lingkungan  juga muncul dari asumsi bahwa manusia memanfaatkan alam sebagai hal yang wajar.
Penebang pohon untuk keperluan manusia juga merupakan hal yang lumrah dan membuang sampah sembarangan  sepertinya masih menjadi hal yang lumrah. Sebab, tidak ada peraturan tegas yang melarangnya.
Dengan kata lain, proses perusakan lingkungan  dapat digambarkan sebagai kecanduan, yang bisa sama dengan tembakau atau alkohol. Pecandu harus tahu bahwa tembakau dan alkohol dapat membahayakan tubuh dan kesehatannya. Namun, meskipun mereka masih menikmati merokok dan minum minuman keras, mereka mungkin tidak menyadari dampak negatif dari merokok atau minum minuman keras hingga mereka jatuh sakit.
Mungkin proses yang sama  terjadi pada sikap kita terhadap alam dan lingkungan. Kami tahu bahwa menebang pohon dan membuang sampah sembarangan adalah tindakan yang  salah, namun kami tetap melanjutkannya karena tidak ada manfaatnya Atau mungkin dia menikmatinya.
Permasalahan kerusakan lingkungan hidup  cukup luas dan tidak hanya terbatas pada bentuk kerusakan itu sendiri, namun juga berkaitan dengan permasalahan lainnya.
Persoalan lain  yang dipermasalahkan adalah persoalan etika dan moral. Persoalan lingkungan hidup  menjadi persoalan etika karena masyarakat seringkali lupa atau kehilangan arah dalam berinteraksi dengan alam, serta memperlakukan alam secara tidak bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Perbuatan moral merupakan perbuatan yang paling menentukan  baik atau buruknya kehidupan seseorang. Mengkaji perspektif etika dan moral serta membahas lingkungan melalui penipisan sumber daya alam, polusi perusahaan, dan konservasi sumber daya alam. Kita perlahan-lahan menyaksikan menipisnya sumber daya alam.

Nama: Aulia Zahwa Adinda 

NPM: 2213053103

Kelas: 3G


Pengaruh Lingkungan terhadap pendidikan moral

Pada perkembangan Iptek menjadi faktor utama dalam kemerosotan moral pada remaja-remaja di Indonesia, sehingga permasalahan mengenai Moral ini selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Untuk menemukan solusi yang baik bagaimana cara mengatasi permasalahan moral pasti terpenting yang ada saat ini mereka sendiri memiliki rasa tidak berwujud. Pendidik Moral juga ialah usaha nyata dalam membentuk moralitas anak didik menjadi generasi bangsa yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bermoral, juga memiliki etika yang baik dalam bermasyarakat. Suseno mengemukakan dalam Sigit muryono aku 2011, bahwa kata moral mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia yang dilihat dari segi kebaikannya dapat dikatakan bahwa moral merupakan aturan atau suatu ajaran tentang baik buruk, layak tidak layak, dan benar atau salah yang bersumber dari diri sendiri yang diajarkan oleh agama, orangtua dan lingkungan. Dalam bertingkah laku sehari-hari berikan orang ditumbuhkembangkan di lingkungan sekolah atau di setiap pendidikan juga di lingkungan di rumah sendiri ataupun faktor keluarga juga faktor masyarakat.

Pada dasarnya pendidikan moral akan lahir dari perilaku setiap jenis gitu sesuai dengan lingkungannya berada adanya rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dapat melahirkan moral yang baik dan juga memiliki nilai musyawarah untuk rakyat dan serta keadilan setiap masyarakat. Kemasyarakatannya juga ada tiga faktor-faktor yang menjadi penyebab penurunannya pendidikan moral yaitu (1) yang pertama kurangnya pendidikan moral pada lingkungan keluarga yang kedua adanya pengaruh dari globalisasi, (2) kurangnya peranan dari agama lingkungannya maupun di setiap individu itu sendiri maka dari itu untuk membangun kualitas anak-anak bangsa. Untuk memiliki moral yang baik tidak bisa hanya dengan memberikan berbagai penyuluhan pemerintah dan masyarakat juga harus turun tangan untuk membenahi lingkungan yang tidak layak bagi pertumbuhan moral setiap individu dan membangun lingkungan baru yang mendukung tumbuh kembang seseorang dalam berbagai aspek terutama kita moral dan karakternya pada usia remaja menuju dewasa khususnya bagi para mahasisw, pembentukan moral dan karakter seharusnya bisa dikondisikan dan dibenahi melalui diri sendiri tetapi di perkuliahan mahasiswa akan diberikan pembelajaran mengenai moral pada mata kuliah pendidikan Pancasila untuk menyempurnakan.