Kiriman dibuat oleh Aulia Zahwa Adinda 2213053103

Nama: Aulia Zahwa Adinda

NPM: 2213053103

KELAS: 2G

ANALISIS JURNAL

Pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan tidak lepas dari kepentingan pemerintah yang berkuasa pada saat itu. Rezim telah mempraktikkan pada amsa Orde Baru di mana pendidikan kewarganegaraan telah direkayasa sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan melalui cara yang indoktrinasi, menangani demokrasi dan Pancasila. Dari sini banyak perilaku dari kalangan petinggi Orde Baru yang mengelola negara dengan penuh praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Menurut saya ada 1 hal yang menarik dari pendapat Dimond, bahwasanya adanya keterkaitan Kewarganegaraan dengan kegiatan belajar di sekolah jika diingat ada hal  penting dalam mendisiplinkan pengetahuan ini bagi kehidupan warga negara dengan sesama maupun dengan negara di mana mereka tinggal. Lebih dari ini pendidikan kewarganegaraan dikenal sebagai Pendidikan Demokrasi.

Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter bangsa Indonesia, yaitu antara lain sebagai berikut:
a) Membentuk keterlibatan warga negara yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;
b) menjadikan warga negara Indonesia yang cerdas, aktif, kritis dan demokratis, namun tetap memiliki komitmen menjaga persatuan dan integritas bangsa;
c) mengembangkan budaya demokrasi yang berkeadaban yaitu kebebasan, kepemilikan, toleransi dan tanggung jawab. Secara etimologis "demokrasi" terdiri dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu "demos" yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat dan "cratein" atau "cratos" yang berarti kekuasaan atau populasi.

Kesimpulan : Pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan tidak lepas dari kepentingan pemerintah yang berkuasa. Pendidikan kewarganegaraan telah direkayasa sedemikian rupa sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaan melalui cara cara indoktrinasi, menangani demokrasi dan Pancasila.

Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103

Analisis Jurnal

1. Judul
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

2. Penulis
Syarifuddin

3. Korespondensi
Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
syarifpps@gmail.com

4. Kata Kunci
Pancasila, Filsafat Ilmu, Ilmu pengetahuan dan Teknologi

5. Rangkuman Isi Jurnal
Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. implikasinya pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita, sehingga penting kiranya memperkuat warga Negara menanamkan nilai-nilai pancasila sebagai dasar dalam memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Banyak sekali golongan-golongan tertentu yang menginginkan perubahan bentuk pemerintahan. Keinginan tersebut tidak serta merta dapat merubah bentuk pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah dirumuskan para pendirinya. Perkembangan teknologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke Indonesia. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas.

● Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Mohammad Yammin Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik, sedangkan menurut Notonegoro bahwa pancasila adalah dasar falsafah negara indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, serta menurut Burhanudin S, 1988 pancasila merupakan lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara.
Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.Indonesia

●Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa pancasila merupakan pedoman atau petunjuk dalam hidup berbangsa dan bernegara yang merupakan hasil dari proses berpikir yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara. Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. pancasila merupakan bagian dari filsafat ilmu. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu.

6. Kesimpulan
Kesimpulan dari rangkuman isi jurnal di atas adalah pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Dan pancasila juga merupakan bagian dari filsafat ilmu. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103


A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
-Sila pertama berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang berarti Indonesia itu banyak sekali keragaman agama. Jadi kita mempunyai kebebasan untuk menganut agama dan menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing.
- Sila kedua berbunyi "kemanusiaan yang adil dan beradab" yang berarti kita harus memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya. Jadi intinya kita harus memanusiakan manusia.
- Sila ketiga berbunyi "persatuan Indonesia" yang artinya kita harus bersatu, walaupun suku agama ras dan sosial budaya kita berbeda.
- Sila keempat berbunyi "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan" yang artinya kita sebagai warga negara Republik Indonesia harus Mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan (manusia adalah makhluk sosial).
- Sila kelima berbunyi "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" yang artinya semua warga negara Republik Indonesia memiliki keberagaman yang sama dimata hukum dan negara.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Harapan saya mengenai model pimpinan yang pancasialis di Indonesia adalah jujur, amanah, paham akan HAM, memiliki rasa nasionalisme, adil, selalu mementingkan hak rakyat sesuai dengan kewajiban 6 karakteristik pemimpin ini yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin bangsa Indonesia. Dengan selalu melandaskan Pancasila sebagai ideologi Negara dan pamdangan hidup, diharapkan calon pemimpin bangsa mampu membawa Indonesia lebih maju