Kiriman dibuat oleh Aulia Zahwa Adinda 2213053103

Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 2G



INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA

1. Identitas Jurnal
Judul Jurnal: INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Nama Penulis: Agus Maladi Irianto
Halaman: 9 halaman

2. Abstrak Jurnal
Integrasi mencakup makna terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu masalah bersama, baik ideologi, ekonomi, maupun sosial. Pembukaan gerakan integrasi nasional melalui artikel berikut cenderung menciptakan kesadaran dan bentuk sosial yang menyebabkan banyak kelompok dengan identitas masing masing memandang dirinya sebagai satu kesatuan Bangsa Indonesia. Untuk membuat sebuah pergaulan dalam pembentukan integrasi nasional, identitas memiliki fungsi ganda. Selain itu artikel berikut mencoba membahas tentang tantangan bagi Indonesia untuk mengembangkan konsep tersebut integrasi nasional dalam rangka menghadapi konsep etnosentrisme, religiusisme, dan politikisme.i

3. Pendahuluan
Bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan idiologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional.

4. Pembahasan Jurnal
A. Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum seperti penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya. Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk
kebudayaan yang berlangsung demikian.
Identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas akan sangat tergantung dari kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi disekitar yang mengharuskan kita untuk meresponsnya.
Identitas merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang
selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga
wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, serta asal usul daerah. Pluralitas pada
perkembangan saat ini justru lebih menunjuk pada persoalan kepentinga-kepentingan.
Sebagai contoh, penyatuan identitas yang dikonstruksi media massa – terutama
industri penyiaran televisi. Orang bisa berbeda etnis, profesi, latar belakang
pendidikan, dan asal asul daerah, namun mereka mempunyai kepentingan yang sama dalam bersikap dengan mengembangkan gaya hidup, lantaran dikostruksi tayangan televisi.

B. Intergrasi Nasional Versus Otonomi Daerah
Berdasarkan sejumlah gambaran tersebut, konsep tentang integrasi nasional
menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini.
Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut.
Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi
kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.
5. Kesimpulan
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.
Identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas akan sangat tergantung dari kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi disekitar yang mengharuskan kita untuk meresponsnya.
Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut.
Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi
kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 2G


IDENTITAS NASIONAL
• Tujuan integritas, yaitu untuk mengetahui identitas kita sebagai warga Indonesia

• Pengertian: suatau kumpulan niali-nilai budaya yang tumbuh serta berkembang di dalam macam-macam aspek kehidupan dari ratusan suku dan dihimpun dalam satu kesatuan.

• Hakikat: hakikat identitas nasional dalam kehidupan dan kenegaraan adalah Pancasila


• Unsur identitas nasional:
a) Suku bangsa
b) Agama
c) Budaya
d) Bahasa

• Pembagian:
a) Identitas fundamental
Identitas fundamental Indonesia adalah Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai ideologi negara
b) Identitas instrumental
Identitas instrumental Indinesaia adalah UUD 1945. Bahasa yang digunakan dalam UUD 1945 adalah Bahasa Indonesia, bendera Indonesia adalah merah putih, lambing negara Indonesia adalah garuda Pancasila, semboyan Indinesia adalah Bhineka tunggal ika, dan lagu kebangsaan Indonesia adalah Indonesia Raya.
c) Identitas alamiah
Identitas alamiah, yaitu meliputi kepulauan serta pluralisme suku, budaya, Bahasa, dan agama.

INTEGRASI NASIONAL
• Integrasi Nasional adalah penyesuaian unsur yang berbeda

• Faktor pendorong:
a) Sejarah (sumpah pemuda)
b) Cinta tanah air (Nasionalisme)
c) Rela berkorban (patriotism)
d) Konsensus nasional (Pancasila dan UUD 1945)
e) Keinginan Bersatu (Perjuangan tahun 1945)

• Factor penghambat
a) Heterogen (Beragan suku, agama, ras, dan budaya)
b) Ketimpangan (ketidakadilan dengan satu masyarakat satu dengan yang Lain)
c) Etnosentrisme (Fanatisme terhadap suku)
d) Gangguan luar (kepentingan negara lain masuk ke Indonesia, sehingga masyarakat mengalami perpecahan)

• Bentuk intregasi nasional
a) Asimilasi
Asimilasi adalah pembauran kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli.
b) Akulturasi
Akulturasi adalah penerimaan Sebagian unsur asli tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.
• 5 prinsip integrasi menurut Myron Weimer (1971)
1. Penyatuan kelompok budaya
2. Pemebntukkan wewenag kekuasaan
3. Menghubungkan pemerintah dan yang diperintah
4. Consensus terhadap nilai
5. Perilaku yang terintegrasi