གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aulia Zahwa Adinda 2213053103

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 2

Aulia Zahwa Adinda 2213053103 གིས-
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Kekerasan di lingkungan Mulai Meluas

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, peran dan moral generasi muda sangatlah penting. Mereka menjadi penerus bangsa dan penentu keberhasilan bangsa.

Jika kita lihat sekarang ini, moral anak muda sekarang sangatlah tidak ada. Bangsa Indonesia saat ini mengalaimi minim moral, karena Penerus bangsa  tidak memiliki moral yang benar dan baik, moral yang dapat mempertahankan keutuhan dan kedamaian negeri ini.

Moral sangatlah dibutuhkan oleh manusia. Karena moral menunjukkan bagaimana etika dan akhlak generasi muda saat ini. Moral yang kita miliki sejak membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang meliputi tingkah laku dan perbuatan manusia. Seorang pribadi yang taat pada aturan-aturan, kaidah-kaidah, dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Jika sebaliknya terjadi, maka pribadi yang dianggap tidak bermoral.

Seperti di dalam video di atas, siswa membubuh temannya karena hal sepele. Hal ini mencerminkan, bahwasanya moral generasi muda Indonesia sangatlah minim saat ini. Di sekolah yang seharusnya siswa menjadikan rumah kedua, tetapi malah menjadi penjara bagi para siswa. Terlebih lagi kasus yang di alami karena pembullyan. Kasus bulying di Indonesia masih sering terjadi, karena tidak adanya arahan dari lingkungan keluarga. Pendidikan Nilai, moral dan karakter dibentuk pertama kali oleh keluarga. Jadi, kita sebagai orang tua tidak bisa berharap penuh kepada guru untuk bisa membentuk karakter siswa.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video

Aulia Zahwa Adinda 2213053103 གིས-
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

1.Sila pertama berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pada sila pertama kita harus percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya, Contoh pengamalan sila pertama yaitu bersyukur, melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut.

2.Sila kedua berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Pada sila kedua kita harus bisa saling mencintai dan menghargai sesama manusia. Contoh pengamalan sila kedua, yaitu saling tolong-menolong, berbuat baik kepada semua orang dan harus memiliki sikap sopan santun.

3.Sila ketiga berbunyi “Persatuan Indonesia”. Pada sila ketiga kita harus cinta terhadap tanah air. Contoh pengamalan sila ketiga adalah mengikuti upacara bendera dengan tertib, mencintai dan bangga menggunakan barang atau produk buatan Indonesia, bermain dengan teman dengan rukun cara melestarikan budaya daerah dan berteman dengan tidak membeda-bedakan suku dan agama.

4.Sila keempat berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan” . Pada sila keempat kita harus paham bahwa bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah itu sangat penting. Contoh pengamalan sila keempat yaitu menyampaikan pendapat berdiskusi atau kerja kelompok, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, saling menghargai pendapat, musyawarah dalam pemilihan Ketua Kelas.

5.Sila kelima berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Pada sila kelima kita harus bersikap adil terhadap sesama. Contoh pengamalan sila kelima tidak berbuat curang kepada orang lain, menghargai hasil karya orang lain, tidak boros dan suka menabung, melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang dan bergotong-royong ketika membersihkan kelas.

Cara agar seseoarang dapat meneladani dan menerapkan nilai nilai tersebut di era modern yang sudah terkikisnya nilai, moral, etika dilingkungan generasi muda yaitu di rumah maupun di sekolah harus menanamkan pendidikan karakter, menciptakan lingkungan pergaulan yang positif dan harus ada perhatian di lingkungan keluarga dan kesadaran dari masing masing individu untuk selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehati-hari.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
Npm: 2213053103

A. IDENTITAS JURNAL
Judul Jurnal: Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja
Tahun Terbit: 2010
Penulis: H. Wanto Rivaie
Nama Jurnal: Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humoniora
Kata Kunci: Nilai Moral, Sosial Budaya, Indonesia

B. ABSTRAK
Kelangkaan sentuhan orang tua tersebut kini menggejala dengan munculnya berbagai kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan penggunaan obat terlarang narkoba dan semacamnya, merupakan pelarian dari suasana mental remaja yang bersifat terminal. Untuk itu upaya pendidikan perlu perlakuan yang menitik beratkan pada aspek afektif dan perilaku yang luhur.

C. ISI
Kasih sayang merupakan sifat luhur Tuhan YME. Secara ideal, sifat tersebut seyogyanya melekat pada diri manusia sebagai ciptaan-Nya. Surat ArRum dan Al Isra, menjelaskan bahwa Allah telah memberikan pedoman pada umat manusia untuk membina anak agar bertanggungjawab dan berakhlaq mulia. Generasi yang bertanggung jawab dan berakhlaq mulia adalah generasi kelak mampu mempertanggungjawabkan perbuatan, tindakan dan perilaku sekecil apapun, harus dapat dipertanggungjawabkan baik terhadap Tuhan, dirinya sendiri dan kepada masyarakat luas. Untuk itu tanggung jawab perlu ditanamkan sejak dini sampai dengan akhir kehidupannya.
Sisdiknas 2003 dapat tercapai dengan baik tanpa upaya tersebut maka pembinanaan generasi muda yang bertanggung jawab dan akhlaq mulia hanya sebagai buah bibir dan isapan jempol belaka. Sosial, dan sekaligus sebagai makhluk individual seperti yang dinyatakan Prof. Dari sini muncul pentingnya peran penting keluarga dalam membina manusia yang tidak berdaya dari usia kandungan sampai usia dewasa
Sebelum Sekolah Dasar bagi yang tergolong keluarga mampu dan modern anaknya dititipkan ke preschool. Demikian hal ini berlanjut sampai ke Perguruan Tinggi bagi mereka yang mampu. Ada contoh kisah yang sangat menarik antara ibu rumah tangga dengan seorang remaja mahasiswa yang bekerja sebagai wiraniaga untuk membiayai kuliahnya. Sang mahasiswa berkunjung ke rumah tetangga bermaksud untuk meminta bantuan segelas susu, dan setelah ia mengetuk pintu tetangganya, maka keluarlah ibu rumah tangga yang tergolong perlente, remaja mahasiswa itu meminta air putih segelas karena malu mau minta susu.
Pembinaan generasi muda melalui pendidikan berbeda dari zaman ke zaman, intinya dalam membina kepribadian, sebagai upaya membentuk jati diri remaja tidak bisa lepas dari filsafat hidup atau pandangan hidup,masyarakat atau bangsa dimana mereka menjalani kehidupan. Jati diri generasi muda dapat dibentuk oleh tradisi kehidupan masyarakat atau usaha terprogram, direncanakan dengan baik, dan sistematis/modern. Namun sesederhana apapun pembentukan jati diri generasi muda tidak bisa dilepaskan dari peran pendidikan
Nama: Aulia Zahwa Adinda
Npm: 2213053103

A. IDENTITAS JURNAL
Judul Jurnal: Penerapan Nilai Moral Pancasila Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi Di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah
Penulis: Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo
Tahun Terbit: 2022
Nama Jurnal: Jurnal Pemimpin Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan
Kata Kunci: Nilai Moral Pancasila, Generasi dan Anti Korupsi


B. PENDAHULUAN
Nilai Moral pancasila merupakan suatu pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan Moral Pancasila merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan Moral Pancasila merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

C. ISI
Moral berasal dari kata mos (mores) = kesusilaan, tabiat, kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Seorang pribadi yang taat kepada aturan-aturan, kaidah kaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Jika sebaliknya yang terjadi, maka pribadi itu dianggap tidak bermoral. Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan, prinsip prinsip yang benar, baik, terpuji, dan mulia. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan masyarakat, negara, dan bangsa. Sebagaimana nilai dan norma, moral pun dapat dibedakan seperti moral ketuhanan atau agama, moral filsafat, moral etika, moral hukum, moral ilmu, dan sebagainya.
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang Bhineka tunggal. Pengalaman sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan permusyawaratan/perwakilan. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Dengan itikat baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Pengalaman sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. Jika sebaliknya yang terjadi, maka pribadi itu dianggap tidak bermoral. Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan, prinsipprinsip yang benar, baik, terpuji, dan mulia. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan masyarakat, negara, dan bangsa. Sebagaimana nilai dan norma, moral pun dapat dibedakan seperti moral ketuhanan atau agama, moral filsafat, moral etika, moral hukum, moral ilmu, dan sebagainya. Pengertian moral, menurut Suseno adalah ukuran baik-buruknya seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara. Sedangkan menurut Ouska dan Whellan , moral adalah prinsip baikburuk yang ada dan melekat dalam diri individu/seseorang. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian moral adalah suatu tuntutan prilaku yang baik yang dimiliki individu sebagai moralitas, yang tercermin dalam pemikiran/konsep, sikap, dan tingkah laku.
Tahap II Tahap III Setelah selesai penyampaikan materi pelajaran tentang nilai nilai anti korupsi Tim atau anggota kelompok memberikan Quis pertanyaan kepada siswa dan yang bisa menjawab pertanyaan diberi hadiah berupa buku, celangan untuk 10 orang yang bisa menjawab diawal pertanyaan.

D. KESIMPULAN
Pengertian moral, menurut Suseno (1998) adalah ukuran baik-buruknya seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara. Sedangkan menurut Ouska dan Whellan (1997), moral adalah prinsip baik buruk yang ada dan melekat dalam diri individu/seseorang. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian moral adalah suatu tuntutan prilaku yang baik yang dimiliki individu sebagai moralitas, yang tercermin dalam pemikiran/konsep, sikap, dan tingkah laku.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum diskusi 2

Aulia Zahwa Adinda 2213053103 གིས-
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

1. Apakah pendidikan nilai dan moral perlu di terapkan di sekolah? apa fungsi dan tujuan utama?
Sangat perlu, karena di sekolah kita bertemu banyak orang dan harus bersosialisasi. Maka dari itu kita harus mempunyai moral yang baik.
Fungsi nilai dan moral dinyatakan oleh Henry Giroux (1988: xxxiv) sekolah berfungsi sebagai ruang publik yang demokratis. Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial.
Peserta didik belajar wacana tentang organisasi umum dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks inilah, guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis.
Tujuan pendidikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.
2. Bagaimana yang harus dilakukan peserta didik untuk mempelajari nilai dan moral yang ada di sekolah, keluarga dan masyarakat?
Di sekolah
1. Membiasakan berbudaya salam, sapa dan senyum
2. Menyapa dengan sopan teman dan warga sekolah lainnya
3. Membiasakan berbicara dengan bahasa yang baik dan santun
4. Duduk dengan sopan di kelas
5. membiasakan tidak menyontek Ketika ulangan

Di keluarga
1. Membiasakan bangun pagi
2. membantu mengerjakan tugas–tugas rumah
3. Membiasakan pamit jika keluar rumah
4. Membiasakan mengucap salam saat keluar dari dan pulang ke rumah
5. Menerapkan pelaksanaan ibadah shalat sendiri dan berjamaah

Di masyarakat
1. Ikut melaksanakan gotong royong

essay

Di sekolah, di lingkungan keluarga dan di lingkungan masyarakat  kita bertemu banyak orang dan harus bersosialisasi. Maka dari itu kita harus mempunyai moral yang baik.Fungsi nilai dan moral dinyatakan oleh Henry Giroux (1988: xxxiv) sekolah berfungsi sebagai ruang publik yang demokratis. Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial. Peserta didik belajar wacana tentang organisasi umum dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks inilah, guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis.
Tujuan pendidikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional. 

Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Ketika di sekolah peserata didik mempelajari nilai dan moral dengan cara Membiasakan berbudaya salam, sapa dan senyum, Menyapa dengan sopan teman dan warga sekolah lainnya, Membiasakan berbicara dengan bahasa yang baik dan santun, Duduk dengan sopan di kelas dan membiasakan tidak menyontek Ketika ulangan. Dari kebiaaan baik inila siswa akan terbiasa bahkan dapat menerapkannya di segala tempat dan segala situasi apapun. Lalu Ketika di lingkungan keluarga peserta didik mempelajari nilai dan moral dengan cara pamit atau meminta izin (bersalaman) kepada orang tua Ketika hendak pergi dari rumah. hal ini membuat peserta didik memhami arti saling menghargai antara anak dan orang tua atau keluarga di rumah.
Lalu yang lebih utamanya lagi kita merupakan makhluk sosial, dimana kita tidak bisa hidup sendiri kita hidup perlu bantuan orang liank. Dan Ketika kita hidup di lingkungan masyarakat kita ada yang Namanya kerja sama (gotong royong). Dari sinilah kita bisa mempelajari nilai dan moral ketikah kita hidup di masyarakat.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kita di dalam bersosialisasi di tengah-tengah sekolah, keluarga maupun masyarakat kita harus mempunyai nilai dan moral yang baik agar kita bisa dihargai oleh orang lain.