Kiriman dibuat oleh Dimas Prasetyo 2213053138

Nama : Dimas Prasetyo
NPM : 2213053138
Kelas : 2C

Analisis Video

Perkembangan Konsultasi yang Berlaku di Indonesia,
Ada 4 republik, republik pertama adalah yang di proklamasikan 17 Agustus dengan konstitusi yang di sah kan, republik kedua (Ris), republik ketiga menjadi negara kesatuan undang-undang dasar nya sementara, yang dinamakan interim konstitusion, setelah pemilu 55 dan 56 tugas nya menyusun konstitusi namun tidak berhasil karena perdebatan islam dan kebangsaan, dan tahun 59 kita kembali melakukan dengan dekrit presiden berlaku lagi UUD 1945 ini di catat sebagai republik keempat, yang kembali di berlakukan tetapi dengan perubahan yaitu penjelasan yang ada di lampiran UUD menjadi bagian yang tak terpisahkan dari naskah UUD 1945 yang di berlakukan kembali, di umumkan tahun 1946, 15 Februari 1946 di umumkan di berita republik nama nya penjelasan tentang UUD 1945.

MKU PGSD 2C tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Dimas Prasetyo 2213053138 -
Nama : Dimas Prasetyo
Npm. : 2213053138
Kelas : 2C

Analisi Jurnal,

Integrasi Nasional
Sebagai Penangkal Etnosentrisme Di Indonesia.

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini
tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan
etnis, profesi, latar belakang pendidikan,
serta asal usul daerah, integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya
seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.

Integrasi nasional terjadi juga akibat
terbentuknya kelompok-kelompok yang
dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedangang kaki lima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghadapai operasi Satpol PP. Demi kepentingan tersebut, seorang PKL yang beretnik Minang akan bersatu dengan PKL-
PKL beretnik lain. Singkat kata, integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.

Etnosentrime merupakan kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Segala sudut sesuatu dilihat dari sudut pandang etniknya sendiri.
Etnosentrisme kian menguat justru
ditopang dengan kebijakan negara yang
mengembangkan otonomi daerah dan
pemekaran daerah. Semangat otonomi
daerah dan pemekaran daerah menjadi
berjalan seiring dengan menguatnya
etnosentrisme. Sebagai contoh, Setiap
provinsi dan setiap kabupaten ingin
mendirikan sekolah sendiri baik pada tingkat dasar, tingkat menengah, bahkan pada tingkat perguruan tinggi. Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi
kebudayaan Indonesia pada dasarnya
menyatukan visi dan misi di antar sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.