Posts made by Elyna Aprilia 2253053009

Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis video
6 TAHAP PERKEMBANGAN MORAL MENURUT KOHLBREG

Lawrence Kohlberg melakukan penelitian di Amerika, dengan menggunakan dilema heinz, tahap perkembangan moral terbagi menjadi 3 level yakni :
1. Pra konvensional
Tahap 1 menghindari hukuman (seseorang akan melakukan sesuatu untuk menghindari hukuman) contohnya seperti di dalam video, seseorang sedang mengendarai mobil berhenti saat lampu merah, karena ia tahu jika menerobos lampu merah maka seorang polisi akan mengejarnya dan menilangnya.
Tahap 2 keuntungan dan minat
pribadi (seseorang melakukan tindakan dengan memperhitungkan keuntungan yang akan di dapat), contohnya aku akan membantunya dengan meminjamkan pulpen agar nanti saat aku membutuhkan pulpen dia akan membantuku juga.
2. Konvensional
Tahap 3 menjaga sikap orang Baik (memikirkan pendapat orang lain dan terhadapnya) contohnya seperti di dalam video, seseorang akan menghindari pertengkaran karena dia tau jika itu tidak baik dan orang baik tidak melakukannya.
Tahap 4 memelihara peraturan (seseorang berfikir peraturan harus di tegakkan), contohnya seperti di dalam video, seorang ketua kelas melerai teman-temannya yang bertengkar karena jika tidak mematuhi peraturan maka keadaan akan kacau.
3. Pasca konvensional
Tahap 5 orientasi kontrak sosial (seseorang menyadari jika setiap orang memiliki latar belakang dan situasi yang berbeda).
Tahap 6 prinsip etika universal (seseorang akan melakukan sesuatu yang ia anggap benar walau bertentangan dengan hukum)
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis jurnal
PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG

moral merupakan pondasi terpenting bagi keberhasilan seseorang baik dalam karir maupun kehidupan pribadinya. Penalaran moral berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan moral ketika dihadapkan pada dilemma
moral tentang sikap dan perilaku yang sebaiknya dipilih. sedangkan moralitas merupakan sebuah kesepakatan antara individu dengan masyarakat mengenai kriteria baik atau buruknya sesuatu, sehingga akan menentukan apakah suatu hal layak atau tidak layak untuk dikerjakan oleh individu atau masyarakat. Hal itu didasari oleh pertimbangan moral (Taylor, 1969: 3). Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri. Dengan kata lain, pendidikan moral diperlukan sekaligus sebagai kontrol kondisi sosial dan sarana yang sangat diperlukan untuk aktualisai diri. Sebagian besar dari kita, termasuk filsuf serta orang tua dan pendidik, menganggap bahwa kedua fungsi moralitas saling mendukung: apa yang baik bagi masyarakat juga baik untuk anak-anak kita, dan sebaliknya (Wren, 2008: 11).

Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya, Mengamati tingkah laku tidak menunjukan banyak mengenai kematangan moral, Kohlberg juga tidak memusatkan perhatian pada pernyataan (statement) seseorang, apakah dia mengatakan sesuatu hal benar atau salah tetapi tingkatan moral seseorang dapat dilihat dari alasan apa yang digunakan seseorang untuk melakukan sesuatu, anak-anak usia 11-12 tahun berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum.

Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level :
1. Moralitas Pra-konvensional
Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman (anak-anak melihat aturan sebagai hal yang tetap dan absolut, Mematuhi aturan itu penting karena merupakan sarana untuk menghindari hukuman), Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran (anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu).
2.  Moralitas Konvensional
Tahap 3 - Hubungan Interpersonal  atau  "good boy-good girl" (difokuskan pada memenuhi harapan dan peran sosial), Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial (difokuskan pada menjaga hukum dan ketertiban dengan mengikuti aturan, melakukan tugas seseorang dan menghormati otoritas).
3. Moralitas Pasca-konvensional
Tahap 5 - Kontrak Sosial dan Hak Perorangan ( mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain), Tahap 6 - Prinsip Universal, Tingkat penalaran moral terakhir Kolhberg didasarkan pada prinsip-prinsip etika universal dan penalaran abstrak (orang mengikuti prinsip-prinsip keadilan yang diinternalisasi ini, bahkan jika mereka bertentangan dengan hukum dan peraturan)
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis jurnal
PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL

Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia, banyak hal dalam penyelesaian masalah hidup yang membutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional. Pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) menampakkan adanya perbedaan
dan kesamaan seperti Indonesia merupakan negara Pancasila yang mayoritas Islam, India merupakan negara federal yang tetap mempertahankan nilai-nilai agama sebagai nilai universal, Malaysia merupakan representasi negara yang memiliki bangsa mayoritas Islam sebagaimana negara Indonesia, sedangkan Cina merupakan perwakilan negara sosialis komunis.

Pendidikan nilai moral adalah pendidikan yang berusaha mengembangkan komponen-komponen integrasi pribadi. Integrasi pribadi dapat dilukiskan sekurang-kurangnya dengan empat gambaran kepribadian. Menurut John P. Miller (1976: 5), gambaran kepribadian menunjukkan beberapa karakteristik.
1) pribadi yang terintegrasikan selalu melakukan pertumbuhan dan perkembangan, seperti ia memandang hidupnya sebagai suatu proses.
2) pribadi yang terintegrasikan memiliki kesadaran akan jati dirinya dan identitasnya, seperti ia dapat mengenal dan menjelaskan nilai-nilai dan keyakinan yang ia percayai dan menegaskannya secara terbuka, sejauh nilai-nilai itu menjadi kesatuan dengan jati dirinya.
3)pribadi yang terintegrasikan senantiasa terbuka dan peka terhadap kebutuhan orang lain, seperti ia tidak memutuskan diri dari orang-orang dan dia dapat mengkomunikasikan rasa empatinya secara jelas terhadap orang lain.
4) pribadi yang terintegrasikan menggambarkan suatu kebulatan kesadaran seperti ia merasakan suatu keseimbangan antara hati dan pikirannya, Ia mengalami rasa keutuhan pribadinya, ia dapat menggunakan daya kemampuan intuisi, imajinasi, dan penalarannya.

Konsep pendidikan nilai moral yang dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung bersifat individualistik. Oleh karena itu, konsep itu memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh Capra. dan dalam implementasikannya, diperlukan strategi pendidikan nilai moral yang tepat melalui
1) pemilihan pendekatan (approach)
menurut Kirschenbaum dalam Darmiyati Zuchdi, 2008: 36-37) meliputi pendekatan inculcating (menanamkan nilai dan moralitas), modelling (meneladankan nilai
dan moralitas), facilitating (memudahkan perkembangan nilai dan moral) skill development (pengembangan keterampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tentram dan kehidupan sosial yang kondusif).
2. metode (method)
Menurut (Muhadjir, 1988:161) yaitu metode dogmatis,metode deduktif, metode induktif, dan metode reflektif.
3. teknik (technique) pendidikan nilai moral yang sesuai.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

by Elyna Aprilia 2253053009 -
Nama : Elyna Aprilia
NPM. : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis jurnal 2
Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi

di dalam jurnal di jelaskan dampak globalisasi yang menimbulkan transformasi nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat, menurut susanto (1998 : 109) menyebutkan bahwa perubahan masyarakat akibat berkembang pengetahuan dan teknologi tersebut membawa dampak yang besar pada budaya, nilai dan agama. nilai-nilai yang sementara ini di Pegang kuat oleh masyarakat mulai bergeser mulai ditinggalkan, sementara nilai-nilai yang menggantikannya tidak selalu dengan landasan kepercayaan dan keyakinan masyarakat sehingga menyimpan nilai semakin subur dan berkembang. maka dari itu pentingnya pendidikan nilai khususnya di sekolah-sekolah, ada empat kelompok nilai yaitu nilai kerohanian, nilai kejiwaan, nilai kehidupan dan nilai kenikmatan. empat nilai itu harus disusun secara benar sehingga bangunan keseluruhan nilai menjadi kokoh dan seimbang, jurnal tersebut juga menjelaskan bahwa era globalisasi membuat kehidupan mengalami perubahan bahkan terjadi degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung pada perilaku menyimpang, karena dampak dari pengadopsian budaya luar secara berlebihan dan tak terkendali.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

by Elyna Aprilia 2253053009 -
Nama : Elyna Aprilia
NPM. : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis video 2

dari video tersebut dijelaskan bahwa permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan yaitu kekerasan di lingkungan sekolah membuat nyawa seorang anak hilang oleh temannya sendiri, selain itu dapat menyebabkan para korban mengalami depresi yang berat, trauma psikologis dan dapat menggangu proses pembelajaran.
tidak hanya karna pengawas yang ketat dari guru dan pihak sekolah tetapi pentingnya peran orang tua untuk mencegah kekerasan di lingkungan sekolah tidak terjadi seperti dengan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai seperti empati terhadap perbedaan, dan menunjukkan perilaku yang baik serta menghormati orang lain, berkomunikasi yang baik dengan orang lain, dan orang tua memberikan dukungan emosional anak-anak dengan membantu mengatasi stres dan tekanan yang akan menimbulkan kekerasan, serta sekolah dan guru yang dapat menimbulkan lingkungan yang aman dan inklusif.