Kiriman dibuat oleh Elyna Aprilia 2253053009

Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F


Analisis Jurnal 1
REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL

jurnal tersebut menjelaskan tentang pemerintah yang telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai harapan pada pendidikan, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. namun masih ada saja permasalahan yang muncul seperti tantangan moral, jurnal ini berupaya untuk mengulas evaluasi tentang Pendidikan Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan yang di anggap paling bertanggung jawab terhadap etika berpikir dan berperilaku manusia terpelajar, karena kandungan moral dari kedua mata pelajaran di atas telah mencakup norma-norma hidup manusia yang berbudi pekerti, menghayati dan memahami agama dan Negara yang melindunginya serta memuat materi toleransi dalam bentuk mampu menghargai perbedaan di tengah-tengah lingkungan masyarakatnya. proses pelaksanaan pembelajaran PAI dan PKn di sekolah sudah menekankan pada kegiatan active learning, di mana peserta didik dapat mengeksplor wawasan dan pengetahuannya sendiri melalui sumber belajar yang tidak terbatas, maka dari itu tahap evaluasi PAI dan PKn perlu direkonstruksi guna memberi implikasi jangka panjang dan permanen pada peserta didik dan evaluasi harus terus ditingkatkan dan sungguh-sungguh untuk mengatasi kegelisahan etika generasi bangsa.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F


Analisis jurnal 2
MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

jurnal tersebut menjelaskan tentang tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka melalui Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM), yang menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Diharapkan dari P3KM tersebut keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi besar kepada pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.

pada kalangan millenial yang memiliki interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital lainnya. Artinya memiliki akses yang bebas dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral. Banyak diantara kalangan millenial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama, maka dari itu tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millenial serta  upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital dan manfaatnya agar peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millenial di era digital dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis video 2
PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL

Beberapa pendekatan yang dapat membantu dalam menanamkan nilai yaitu :
1. Pemerintah (UUD no.12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pada pasal 35 tentang kurikulum ayat 3) Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan wajib terdapat dalam dunia pendidikan yang digunakan sebagai langkah dalam penanaman nilai.
2. Masyarakat / Komunitas
kebiasaan di masyarakat dapat membantu dalam menanamkan nilai.
3. Akademisi
guru, dosen dan yang terdapat berkerja di bidang pendidikan akan mentransfer penanaman nilai dan moral kepada peserta didik.
4. Pengusaha/Pemilik Modal
penerapan nilai erat dengan kaitannya bidang tersebut.
5. Media
dalam hal ini penanaman nilai dapat dilakukan dengan memanfaatkan media elektronik dan media sosial.

Herman (1972) mengemukakan bahwa "value is neither taught not cought, it is learned.'' yang memiliki makna bahwa substansi nilai tidaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan. terdapat beberapa aliran dalam pengajaran nilai yaitu :
- Aliran relativisme
nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai yang bersifat relatif subjektif temporer dan situasional.
- Aliran kebebasan atau value free
nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri.