Kiriman dibuat oleh Elyna Aprilia 2253053009

Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis video 2
Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan Moral

Perkembangan IPTEK menjadi utama kemerosotan nilai nilai moral yang terdapat pada remaja remaja-remaja di Indonesia, sehingga permasalahan mengenai moral ini selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia. moral sendiri memiliki memiliki arti abstrak dan tidak berwujud. Pendidikan moral juga ialah usaha nyata dalam membentuk moralitas anak didik menjadi generasi bangsa yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bermoral juga memiliki etika yang baik dalam bermasyarakat. Suseno dalam Sigit Muryono (2011) bahwa kata moral mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia. Sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia yang dilihat dari segi kebaikannya. Dapat dikatakan bahwa moral merupakan aturan atau suatu ajaran tentang baik buruk, layak tidak layak, dan benar atau salah yang bersumber dari diri sendiri yang diajarkan oleh agama, orang tua, dan lingkungan dalam bertingkah laku sehari-hari. Pendidikan moral ditumbuh kembangkan di lingkungan sekolah atau juga di lingkungan di rumah, yaitu faktor keluarga dan juga faktor masyarakat Pada dasarnya pendidikan moral akan lahir dari perilaku setiap individu sesuai dengan lingkungannya berada. Adanya rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dapat melahirkan moral yang baik dan juga memiliki nilai musyawarah untuk rakyat serta keadilan setiap masyarakat. Ada tiga faktor yang menjadi penyebab krisisnya pendidikan moral, yakni kurangnya pendidikan moral pada lingkungan keluarga, adanya pengaruh dari globalisasi, serta kurangnya peranan dari agama lingkungannya maupun di setiap individu itu sendiri. Maka dari itu, untuk membangun kualitas anak-anak bangsa untuk memiliki moral yang baik tidak bisa hanya dengan memberikan berbagai penyuluhan. Pemerintah dan masyarakat juga harus turun tangan untuk membenahi lingkungan yang tidak layak bagi pertumbuhan moral setiap individu dan membangun lingkungan baru yang mendukung tumbuh kembang seseorang dalam berbagai aspek terutama pendidikan moral dan karakternya. Pada usia remaja menuju dewasa khususnya bagi para mahasiswa, pembentukan moral dan karakter seharusnya bisa dikondisikan dan dibenahi melalui diri sendiri tetapi di perkuliahan mahasiswa akan diberikan pembelajaran mengenai moral pada mata kuliah pendidikan Pancasila untuk menyempurnakan pembentukan dari moral yang sudah dimiliki. Mahasiswa sendiri perlu membantu dan membentuk susunan moral di lingkungannya agar tercipta rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Sehingga dapat dikatakan bahwa moral menjadi suatu tindakan yang penting untuk ditanamkan dan dikembangkan bagi setiap individu untuk mengembangkan bangsa dan negaranya. Sebab memiliki moral yang baik akan menjadi cerminan untuk setiap individu dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan ketentuan yang sudah ada dan ditetapkan.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis video 1
Refleksi Moral Hidup Dalam Kehidupan Manusia

video tersebut menjelaskan tentang refleksi moral, Refleksi moral adalah proses  seseorang dalam berbagai situasi kehidupan. Refleksi moral juga merupakan bagian penting dari pendidikan karakter, di mana individu diajak untuk mempertimbangkan tindakan mereka dari sudut pandang moral dan membuat keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang. dari video tersebut mengajarkan bahwa berbuat baik dapat menanamkan kebaikan dan bermanfaat pula di lingkungan sekitar.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Tugas analisis

oleh Elyna Aprilia 2253053009 -
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Penanaman nilai dan moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Berikut adalah analisa mengenai penanaman nilai dan moral serta strategi untuk menjadikannya kebiasaan.
penanaman nilai dan moral :
1. Lingkungan Keluarga
Di lingkungan keluarga, nilai dan moral dapat ditanamkan melalui teladan orang tua, komunikasi terbuka, dan konsistensi dalam memberikan pengajaran mengenai nilai-nilai yang diinginkan.
2. Sekolah
Di sekolah, penanaman nilai dan moral dapat dilakukan melalui kurikulum yang memasukkan pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan moral, serta peran guru sebagai contoh dan pembimbing.
3. Masyarakat
Di masyarakat, penanaman nilai dan moral dapat dilakukan melalui kegiatan sosial, kerja sama antarindividu, dan partisipasi dalam kegiatan yang memperkuat nilai-nilai positif.

Hambatan dan tantangannya :
1. Lingkungan Keluarga
Hambatan dalam lingkungan keluarga dapat berupa ketidaksesuaian antara nilai yang diajarkan di rumah dengan nilai yang diterima dari lingkungan luar.
2. Sekolah
Hambatan di sekolah dapat berupa kurangnya sumber daya, kurikulum yang kurang mendukung pendidikan karakter, dan kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung penanaman nilai dan moral di sekolah.
3. Masyarakat
Hambatan di masyarakat dapat berupa adanya tekanan dari lingkungan sekitar yang kurang mendukung nilai-nilai positif, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya penanaman nilai dan moral.

Strategi  Penanaman Nilai dan Moral :
1. Konsistensi
Menjadi konsisten dalam memberikan contoh dan pengajaran mengenai nilai dan moral.
2. Kolaborasi
Melibatkan orang tua, guru, dan masyarakat dalam mendukung penanaman nilai dan moral.
3. Penguatan Positif
Memberikan penguatan positif terhadap perilaku yang sesuai dengan nilai dan moral yang diinginkan.
Dengan menerapkan strategi ini secara konsisten, penanaman nilai dan moral dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus oleh anak didik kita.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis jurnal 2
PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA

jurnal tersebut menjelaskan tentang Aspek moralitas, dimana aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa yang difokuskan kepada pengetahuan moral dan perilaku moral. faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa adalah adalah keteladanan dari guru, orang tua, dan masyarakat. Keteladanan ini dalam alam Indonesia dianggap langka.Terjadinya berbagai perilaku negatif yang dilakukan oleh anak bangsa, salah satunya disebabkan oleh krisis keteladanan di kalangan pemimpin bangsa. Kondisi ini menjadikan anak tidak lagi peduli dengan nasihat guru karena contoh perilaku negatif yang dipertontonkan oleh elit politik yang diperoleh anak di luar kelas melalui media massa jauh lebih berpengaruh terhadap pembentukan pribadinya. Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan :
1. pengetahuan moral (moral knowing)
yang meliputi Kesadaran Moral (Moral Awareness) yang sering terjadi pada diri manusia, Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values) seperti menghormati, Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking) seperti kemampuan untuk mengambil sudut pandang orang lain, Penalaran Moral (Moral Reasoning) seperti perkembangan terjadi secara bertahap, Membuat Keputusan (Decision Making) seperti menghadapi persoalan moral, Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge) seperti Memahami diri sendiri.
2. Perilaku Moral (Moral Action)
yang meliputi kompetensi, kehendak, kebiasaan, dan pendidikan orang tua.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis jurnal 1
MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Jurnal ini menjelaskan tentang Kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor. karena fenomena yang berkembang di masyarakat tentang semakin menjauhnya Agama terhadap kehidupan bermasyarakat yang diakibatkan perkembangan teknologi digital yang semakin merebak di era digital akhirnya berdampak pada perkembangan pembelajaran PAI di lingkungan MTs Insan Madani. Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akademis tapi juga mempunyai kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Diharapkan PKM yang dilaksanakan dengan sasaran Siswa di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor ini dapat bermanfaat kepada semua pihak yang terlibat baik secara langsung ataupun tidak. Selain itu diharapkan PKM ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang serupa, Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millenial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millenial di era digital.