Kiriman dibuat oleh ASYIFA NURHALIZA 2213053074

Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E

Analisis vidio


Setelah saya melihat video tersebut, video tersebut menceritakan tentang Peristiwa Rengasdengklok. Sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, terjadi serangkaian peristiwa penting yang berkaitan dengan perjalanan bangsa ini dan mengubah sejarah bangsa Indonesia. Pada tanggal 4 Agustus 1945 pasukan Jepang menyerah kepada sekutu, berita ini diketahui melalui oleh para pemuda bangsa Indonesia di Bandung pada tanggal 15 Agustus 1945. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta baru saja kembali ke Indonesia untuk memenuhi undangan komandan Jepang untuk Asia Tenggara, disini lah terjadinya pro dan kontra tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kelompok muda ingin cepat merdeka agar tidak bergantung pada negara lain, sedangkan kelompok tua ingin kemerdekaan Indonesia tertata. Akibat perbedaan tersebut, sekelompok pemuda menculik Soekarno Hatta untuk dibawa ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945, hal ini dilakukan agar mereka jauh dari pengaruh pemerintah Jepang.
Saat itu di jakarta terjadi perdebatan sengit antara ahmad subardjo(golongan tua) dan wikana(holongan muda), yang kemudian mendapatkan kesepakatan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia di laksanakan di jakarta. Akhirnya Soekarno-Hatta di jemput menuju ke rumah laksamana maeda yang di rumuskan oleh Soekarno-Hatta yang diketik oleh Suyuti Malik. Setelah melalui berbagai perubahan akhirnya teks proklmasi kemerdekaan Indonesia selesai pada dini hari tanggal pada tanggal 17 Agustus 1945.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas 1E

Analisis soal

A.Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?
Jawab:Sikap yang seharusnya dilakukan yaitu dengan terus menerus menjaga dan melakukan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,dengan cara gotong royong dalam hal kebaikan, sikap gotong-royong sudah mulai memudar dibangsa Indonesia maka dari itu kita sebagai generasi muda harus kembali menghidupkan gotong-royong agar tradisi tersebut tidak luntur dari bangsa kita.Persoalan masalah hidup suatu bangsa dapat di atasi oleh warga masyarakat itu sendiri.


B.Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?
Jawab:Upaya yang dapat dilakukan yaitu Mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tepat menjadi panduan untuk bermasyarakat,Saling Menghargai Keberagaman Masyarkat,Membantu Satu Sama Lain,Tidak Saling Menjatuhkan Saling sesama dan selalu Menjalin Kebersamaan dalam lingkungan masyarakat.Indahnya kebersamaan bisa membuat setiap rakyat bisa hidup damai meskipun memiliki banyak perbedaan, baik dalam segi ras, suku, budaya, bahasa, maupun agama.


C.Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara !
Jawab:Hakikat identitas nasional Indonesia adalah Pancasila yang diaktualisasikan dalam berbagai kehidupan berbangsa. Aktualisasi ini untuk menegakkan Pancasila dan UUD 1945 sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945 terutama alinea ke-4 disetiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang dijadikan sebagai acuan dan identitas nasional bangsa .Maksudnya adalah setiap kelompok,bangsa atau negara telah mempunyai sistem hukum atau sistem pemerintahannya. Yang mana nilai dasar tersebut di jadikan acuan ataupun pedoman dalam melakukan suatu tindakan dalam kehidupan bermasyarakat.


D.    Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?
Jawab:Menurut pendapat saya,saya sangat setuju karna suatu tindakan yang diambil bisa berbuah baik dan dapat mengsejahterakan negara.Jadi untuk melanjutkan perjuangan dan persatuan bangsa kita ini dapat dilakukan dengan cara yang bijak seperti menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan indonesia.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu : 1. Drs. Rapani, M.Pd
2. Dayu Rika Perdana, S.Pd, M.Pd

Tugas Analisis Jurnal

Pancasila sebagai falsafah sosial dalam konteks kehidupan falsafah dan kesamaan ideologi Pancasila sebagai suatu bangsa berbeda dengan sistem yang dianut oleh kapitalis liberal dan sosial komunis, Pancasila mengakui adanya perlindungan hak individu atas hak masyarakat dalam segala bidang kehidupan. Indonesia sendiri lahir karena bersatu dari berbagai ras, bahasa, budaya dan agama serta dari negara kepulauan yang berbentuk nusantara (Asshiddiqie, 2006). Realitas ini menjadikan Indonesia sebagai negara multinasional yang berdimensi multikultural yang dapat mempersatukan bangsa (Widisuseno, 2015). Ideologi Pancasila dikenal (Muslimin, 2016) sebagai ideologi terbuka yang mampu mengikuti perkembangan zaman, bersifat dinamis, terbuka dan merupakan hasil konsensus masyarakat, dengan latar belakang yang berbeda-beda (Mangalatung, 2017). Namun belakangan, Pancasila kerap berbenturan dengan berbagai persoalan, salah satunya agama. Pernyataan Presiden Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai “Agama Adalah Musuh Pancasila” dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, walaupun
Adanya pernyataan penjelasan BPIP tidak menghalangi masyarakat untuk selalu bertanya-tanya tentang pernyataan aslinya. Dalam artikel ini, peneliti mengkaji “Sejarah agama dan perannya dalam lahirnya Pancasila, hubungan agama dengan negara dan antara Islam dan negara” agar tidak lagi terjadi gesekan subjek-objek dan negara terkendali. . agama Ideologi Pancasila merupakan sumber administrasi publik yang digunakan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila berperan penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia (Sutrisno, 2016).
Ideologi Pancasila dikenal sebagai ideologi terbuka yang dapat mengikuti perkembangan zaman, dinamis dan terbuka sehingga implementasi Pancasila sebagai ideologi bangsa dapat terus berlanjut (Muslimin, 2016). Pada hakekatnya misi Pancasila tidak berubah dalam arti tetap sebagaimana yang dirancang oleh para pendiri bangsa sebagai arah, ideologi dan landasan bangsa. Namun Pancasila sebagai ideologi terbuka mampu beradaptasi dengan perubahan zaman (Ibrahim, 2010).Dimensi politik global menjadi salah satu penyebab radikalisme, setelah ditelaah lebih dalam oleh para ahli, disadari bahwa tragedi kemanusiaan di berbagai pelosok tanah air. dunia adalah contohnya (Ritaudin, 201
). Pertumbuhan perkembangan radikalisme di Indonesia harus dikondisikan, banyak generasi muda terpelajar yang terjangkit radikalisme dan terus berkembang pesat (Rijal, 2017). Dapat diartikan bahwa pemisahan ini merupakan sekularisasi yang dilakukan oleh Sukarno karena tidak ingin menggabungkan urusan negara, politik, kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, teknologi dengan pengaruh agama atau urusan supranatural. Sekuler adalah kata yang merujuk pada suatu kondisi yang memisahkan kehidupan duniawi dari pengaruh spiritual dan menciptakan dikotomi antara realitas dan kehidupan suci. Sebagai contoh, banyak negara barat yang menerapkan kehidupan seperti itu, ketika sidang BPUPKI tidak menemukan titik terang di dasar negara, dibentuklah komisi kecil yang beranggotakan 9 orang di bawah pimpinan Iri. Soekarno Anggota tersebut antara lain Muhammad Hatta, Achmad Subardjo, Muhammad Yamin dan AA Maramis dari kelompok nasionalis dan H. Agus Salim, Wahid Hasyim, Abikusno dan Abdul Kahar Muzakkir dari kelompok Islam. Pada tanggal 22 Juni 19
5, disepakati antara golongan nasionalis dan golongan Islam untuk menambahkan tujuh kata pada sila pertama, yaitu “Iman dan kewajiban melaksanakan Syariat Islam bagi pemeluknya”. Setelah deklarasi dibacakan pada tanggal 17 Agustus 19
5, perintah pertama diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" dengan alasan persatuan nasional, meminimalkan ketegangan politik yang tinggi dan optimisme Islam untuk memenangkan pemilihan 6 bulan setelah deklarasi. . Reformulasi Pancasila dilakukan sebagai jawaban atas tiga alasan tersebut dalam lobi Muhammad Hatta.

Agama dan negara berada dalam hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi atau saling bebas secara simbiosis, yaitu agama membutuhkan negara, karena agama dapat berkembang melalui negara. Di sisi lain, negara membutuhkan agama, karena dengan bantuan agama, negara dapat berkembang dalam kerangka etika dan moral. Ulama dari kelompok itu adalah Mohammed Husein Haikal, Al-Mawardi, Fazlur Rahman dan Qamaruddin Khan. Ketiga, hubungan sekuler antara agama dan negara, yaitu penolakan terhadap hubungan timbal balik antara agama dan negara atau antara agama dan negara tertentu dalam hubungan apapun. Berdasarkan ketiga paradigma tersebut, terdapat perbedaan dan cara pandang dalam memahami realitas antara agama dan negara, yang mempengaruhi keberlangsungan tatanan negara saat ini.Ketegangan dalam hubungan agama dan negara kini muncul karena tidak adanya timbal balik dan checks and balances. Contoh hubungan semacam itu adalah negara tidak memberikan kebebasan dan kemerdekaan kepada warganya untuk beribadah menurut ajarannya sendiri. Atau sebaliknya, agama menganggap negara tertutup terhadap nilai-nilai agama, sehingga jalan negara bertentangan dengan nilai-nilai agama. Jadi konsepnya seolah-olah "agama adalah musuh".
Hubungan antara agama dan negara selalu menghadirkan sistem pemerintahan negara yang didasarkan pada satu ketuhanan. Agama dan Pancasila bukanlah musuh, justru keduanya dipersatukan oleh kesadaran yang menghasilkan kemenangan, agama menuntut negara sebagai pedoman hidup untuk memimpin negara yang adil, bijaksana yang dapat mensejahterakan masyarakat dan memberikan keleluasaan bagi individu untuk mewujudkannya. tujuanmu spiritualitas kepada Tuhan Yang Maha Esa. Negara membutuhkan agama dan secara konstitusional menjaga agama dan kepercayaan, sehingga muncul pluralisme dan toleransi dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Negara harus secara aktif melindungi setiap individu untuk menciptakan kerukunan umat beragama dan sesuai dengan Bineka Tunggal Ikan.
Agama bukan musuh Pancasila dan Pancasila bukan musuh agama, sering terjadi gesekan dan kesalahpahaman serta konflik antara agama dan negara merupakan masalah bagi bangsa Indonesia. Saat ini tidak mendefinisikan negara sekuler dan negara Islam, tetapi negara ilahi yang dijamin oleh konstitusi. Negara ketuhanan, berdasarkan satu ketuhanan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu : 1. Drs. Rapani, M.Pd
2. Dayu Rika Perdana, S.Pd, M.Pd

Menganalisis vidio

Pada tanggal 1 juni 1945 yang dijadikan tanggal lahirnya pancasila, Ir soekarno menegaskan dan menjelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar idiologi negara yang tidak bisa dikotak atik lagi semua yang ada pada pancasila dijadikan sebagai dasar indonesia dari dahulu hingga kini.Pancasila merupakan persembahan yang diberikan oleh Ir soekarno yang bisa dijadikan suatu kunci persatuan bukan hanya memumlai jaman revolusi namun juga akhir revolusi yang berujung baik.Semua yang ada pancasila dijadikan syarat dan pedoman hidup agar dapat menimbulkan kebaikan dan kebenaran yang ada di negara Indonesia.Pancasila sangatlah memiliki arti yang sangat penting karena pancasila adalah salah satu dasar yang sangat dinamis,jadi kita sebagai warga nagera indonesia harus bisa dapat menghormati dan mengimplementasikan nilai nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang sah.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu : 1. Drs. Rapani, M.Pd
2. Dayu Rika Perdana, S.Pd, M.Pd

1. Apakah hubungannya Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana urgensinya bagi mahasiswa atau generasi muda?
Jawab:Hubungan Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu sebagai Dasar Negara Indonesia serta filsafat negara, merupakan acuan atau pedoman yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi Mahasiswa Pendidikan Pancasila sangat penting untuk dipelajari, karena dengan mempelajari Pendidikan Pancasila, maka Mahasiswa dapat mengembangkan karakter, sikap, dan tindakan berdasarkan Pancasila. Selain itu Pancasila juga menjadi juga menjadi pedoman untuk mahasiswa dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan beragama, serta mampu untuk membentuk mental Mahasiswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah bentuk pengemblengan individu-individu agar mendukung dan memperkokoh komunitas politik sepanjang komunitas politik itu adalah hasil kesepakatan. Pendidikan Pancasila merupakan salah satu mata kuliah wajib yang selalu ada di universitas. Ketentuan ini berdasarkan Pasal 35 Ayat 5 Undang-undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

2. Apakah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan?
Jawab:Hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan yaitu urgensi pendidikan pancasila untuk masa depan Generasi penerus melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diharapkanakan mampu mengantisipasi hari depan yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, negara, dalam hubungan internasional.Selain itu ada beberapa hal pokok yang dipelajari dari pendidikan Pancasila yaitu tidak bersifat egois dan selalu mementingkan kepentingan kelompok terlebih dahulu. Mau menghargai pendapat dan opini orang lain. Menjaga iman dan juga ketakwaan kita terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa.


3. Jelaskan apa sajakah yang menjadi  faktor penghambat dan penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi!
Jawab:
Faktor penghambat dalam diberlakukannya pendidikan pancasila diperguruan tinggi yaitu Faktornya karena pemuda pemuda zaman sekarang menganggap pancasila sebagai suatu simbol negara dan mulai melupakan nilai nilai yang terkandung didalamnya .Padahal pancasila yang menjadi dasar negara dan sumber dari segala hukum dan perundang undangan adalah nafas bagi eksitensi bangsa Indonesia.Oleh karna itu Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi menjadi terhambat.
Faktor Penunjang diberlakukannya Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi yaitu pemikiran generasi muda atau mahasiswa tentang Pancasila, dimana mereka menganggap bahwa Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara saja tetapi Pancasila juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, selain itu kita juga sapat menyadari bahwa Pendidikan Pancasila sangat penting untuk dipelajari disetiap jenjang pendidikan, karena mereka menyadari bahwa Pendidikan Pancasila mempunyai peran yang sangat penting yang digunakan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia yang makmur.


4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan anda dan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa?
Jawaban:
Relasi antara Pendidikan Pancasila bagi program studi saya yaitu PGSD antara tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa dan tujuan pendidikan pancasila adalah tidak lain untuk mendidik generasi muda agar menjadi generasi muda yang cerdas , namun memiliki jiwa pancasila ,dan memiliki moral yang baik . Sehingga tercipta generasi muda yang memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme serta rasa tanggung jawab yang tinggi.