Posts made by ASYIFA NURHALIZA 2213053074

Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Analisis vidio

Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Iptek
Iptek merupakan sebuah hasil karya manusia. Dimana karya tersebut digunakan untuk membantu manusia dalam menghadapi kehidupannya. Iptek dapat menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif. Nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai penting dalam perkembangan Iptek.
Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan iptek:

1. sila Ketuhanan Yang Maha Esa Saya percaya pada satu-satunya perintah Tuhan yang memenuhi sains kreatif, akal budi dan keseimbangan irasional antara akal dan kehendak.Berdasarkan tatanan ini, ilmu. pengetahuan dan teknologi tidak hanya memikirkan apa yang telah ditemukan, dibuktikan dan diciptakan, tetapi juga tentang tujuan dan akibatnya, apakah merugikan orang di sekitarnya atau tidak. penggunaan seimbang dengan penyimpanan.

2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab Menjadi dasar moralitas, bahwa dalam perintah kedua manusia harus bertindak secara beradab dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hasil manusia yang beradab dan bermoral. budaya.

3. Sila persatuan Indonesia, yang melengkapi universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu menumbuhkembangkan rasa kebangsaan, kebesaran bangsa, dan keluhuran budi bangsa sebagai bagian dari masyarakat dunia.

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demokratis berarti bahwa setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, ia juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain serta terbuka terhadap kritik dan evaluasi atau perbandingan dengan eksposur lainnya.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Untuk melengkapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, keseimbangan keadilan harus dijaga dalam kehidupan manusia, yaitu keseimbangan keadilan terhadap diri sendiri dan lingkungan.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E


1.Bagaimanakah menurut pendapatmu sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka? Sesuaikah dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita? Berikan solusimu!
Jawab:
Sebagai mahasiswa saya berpendapat bahwa kejadian bom bali pada 2002 mengenai terjadinya bom bali tahun 2022 itu sangatlah menyimpang dalam segi nilai nilai pancasila yaitu sila pertama karena kejadian tersebut termasuk dalam gerakan terorisme yang menyangkut tentang agama.Kejadian ini juga menyimpang dari sila ketiga yaitu persatuan indonesia,hal ini karena terorisme menimbulkan perpecahan dalam kehidupan bernegara.Oleh karna itu dari peristiwa tersebut kita sebagai mahasiswa harus mempertahankan nilai nilai leluhur dan dan agama bangsa yang sesuai dengan idiologi negara bangsa indonesia yaitu Pancasila yang harus tetap dipertahankan.


2.Nilai Pancasila apakah yang di langgar oleh para pelaku dan apa sanksi yang pantas diberikan? Berikan penjelasanmu secara lengkap dan mendalam!
Jawab:Menurut pendapat saya nilai pancasila yang dilanggar dari peristiwa tersebut yaitu sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa dan sila ketiga yaitu persatuan indonesia.Pelaku ini bisa dikatakan teroris yang menyebabkan agama diindonesia tidak terkendali atau kontroversi,terorisme ini merupakan tindak kejahatan yang memakan banyak korban meskipun terkadang iming-iming terorisme berlandaskan atas keagamaan.Menurut pendapat saya hukuman yang sangat pantas adalah hukuman mati karena perlakuan terorisme ini sangatlah berbahaya untuk lingkungan masyarakat.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E



1.Cobalah anda menelusuri proses terjadinya peristiwa G30S PKI tersebut dan dimana letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut !
Jawab:Pancasila berasal dari dua kata yaitu panca dan sila. Penyimpangan terjadinya G30S PKI adalah sebab asal pancasila 1 yaitu ketuhanan yang maha esa sebab pki tidak percaya kepada tuhan jadi terjadinya G30S PKI.Mencermati sejarah gerakan 30 September, yang dimotori Partai Komunis Indonesia, diawali Dekrit Presiden yang akhirnya melahirkan demokrasi terpimpin hendak mengatasi berbagai penyimpangan terhadap UUD \\\'45 dan Pancasila. Sayangnya, jauh panggang dari api. Bukan memperbaiki keadaan politik, demokrasi terpimpin justru semakin memperlebar penyimpangan yang terjadi. Pada era ini, atas propaganda PKI, figur Presiden Soekarno justru sangat dikultuskan melebihi UUD \\\'45 dan Pancasila. Presiden Soekarno menjadi sentral dari segala kebijakan, termasuk membubarkan DPR.



2.Bagaimakah cara-cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan masyarakat di sekitar Anda atau dalam organisasi yang ada di sekitar Anda? Apa bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung dan Apa bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung?
Jawab:
Pengambilan keputusan secara musyawarah adalah cara yang baik dan efektif ntuk mencapai kesepakatan antara semua anggota grup. Selain hanya memberikan suara untuk sebuah tujuan dan memiliki mayoritas kelompok mendapatkan jalan mereka, kelompok yang menggunakan musyawarah bertujuan untuk menemukan solusi yang didukung oleh semua orang, atau setidaknya dapat hidup bersama.
Musyawarah dilakukan dengan saling bertukar pendapat terhadap suatu topik permasalahan. Dalam musyawarah, akan muncul berbagai pendapat dari para peserta di dalamnya. Masing-masing orang mengemukakan pendapatnya dan mendengarkan pendapat orang lain.
Tukar pendapat dalam musyawarah senantiasa dilakukan dengan semangat kekeluargaan, yakni dengan memperhatikan tata kesopanan saat musyawarah. Setelah saling bertukar pendapat, baru dicapai lah satu keputusan. Keputusan dalam musyawarah bukan berdasar atas suara terbanyak atau paksaan dari pihak tertentu, melainkan karena mufakat.Jadi kendala yang munculnya pun diakibatkan oleh perbedaaan pendapat yang sebenarnya sama sama bertujuan untuk mencapai mufakat,namun harus memilih keputusan yang lebih efektif lagi.


3.Hasil Survei menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Pancasila merosot secara tajam, yaitu 48,4% responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu menyebutkan silai-sila Pancasila secara benar dan lengkap. 42,7% salah menyebut silai-sila Pancasila, lebih parah lagi, 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan sila-sila Pancasila. Jelaskan faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini!
Jawab:
Faktor penyebab terjadi rendahnya pemahaman dan oengalaman tentang nilai nilai pancasila dalam masyarakat ini disebabkan karna kurangnya peranan pendidikan agama dalam pembentukan sikap remaja, kurangnya pendidikan Pancasila, kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh lingkungan (orangtua, sekolah maupun masyarakat, penyimpangan nilai–nilai Pancasila.Selain itu faktor internal juga sangat memengaruhi pemahamab dan pengalaman tentang nilai pancasila karena tingkat kesadaran masyarakat masih kurang, dan faktor ekternal kurang nya kontrol, dan kurangnya panutan didalam masyarakat.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Analisis Vidio


Ir Soekarno menyampaikan dalam sebuah pidatonya bahwa beliau memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 serta memasukan Pancasila dalam pembukaan UUD negara Indonesia. Dan juga Ir. Soekarno berpidato tentang pancasila di AS tahun 1956. Bahwa Pancasila juga dimasukkan kedalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia. Pancasila memuat arti yaitu panca berarti lima dan sila berarti dasar/prinsip.Kelima prinsip dalam pancasila tersebut menjadi tuntutan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena pancasila adalah dasar negara indonesia.
Kelima sila pancasila tersebut yaitu
1. Percaya kepada tuhan Yang Maha Esa
2. Nasionalisme
3. Kemanusiaan
4. Demokrasi
5. Keadilan sosial .
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Analisis Jurnal


Pancasila adalah merupakan pedoman bagi semua warga bangsa Indonesia untuk berinteraksi dalam konteks kebersamaan untuk mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan Pancasila. Pancasila menjadi roh bagi Pendidikan Kewarganegaraan.Adanya pendidikan kewarganegaraan bagi bangsa Indonesia akan senantiasa diupayakan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, sebagaimana yang diamanatkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni sebagai manusia Indonesia yang religius, berkemanusiaan dan berkeadaban, yang memiliki nasionalisme, yang cerdas, yang berkerakyatan dan yang adil terhadap lingkungan sosialnya (Erwin, 2013, 6).
Makna Pancasila sebagai identitas nasional merupakan sesuatu yang amat penting dan strategis bagi eksistensi bangsa Indonesia dalam percaturan global, tanpa Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia akan kehilangan jati diri nya sebagai bangsa besar yaitu bangsa Indonesia.Adapun wujud realisasinya adalah melalui pendidikan Pancasila yang juga merupakan suatu media pendidikan berkarakter bagi setiap warga negara. Jadi Pendidikan Pancasila itu sangatlah penting untuk mahasiswa dan biasa dikatakan jiwa mahasiswa itu adalah salah satu jiwa Pancasila, di dalamnya mahasiswa diajarkan banyak hal contohnya cinta kepada tanah air, ataupun yang sudah tersirat didalam sila-sila Pancasila.Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam mahasiswa kita dapat melakukannya dalam beberapa jalur, yaitu jalur pendidikan dan jalur organisasi serta pengamalan secara objektif dan subjektif. Bila nilai-nilai Pancasila tertanam dengan baik di setiap individu mahasiswa, maka akan tercipta mahasiswa Pancasila yang mengerti norma-norma.Perspektif pendidikan Pancasila perlu dilakukan oleh perguruan tinggi dalam rangka melestarikan nilai-nilai Pancasila dan menanamkan nilai moral positif, yang terkandung di dalamnya pada generasi muda khususnya mahasiswa keberadaan mahasiswa yang mempunyai penting dan vital. Selain itu karena Pancasila sebagai dasar negara dan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa harus dari dini dikenalkan dan diajarkan kepada masayarakat Indonesia termasuk di Perguruan Tinggi. Sebagai pembentuk intelektual yang bermoral ketuhanan dan kemanusian.Sesuai dengan kenyataan ini, hendaknya pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi harus terus dikembangkan untuk membentuk kadar yang dibutuhkan oleh negara dan masyarakat demi tercapainya tujuan umum bangsa Indonesia.