Kiriman dibuat oleh ASYIFA NURHALIZA 2213053074

Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Analisis soal

1.Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab:Tanggapan saya mengenai berita tersebut yaitu, saat ini hoaxs telah menyebar diberbagai kalangan pada saat ini berita hoaxs sangat sulit dibedakan dengan berita yang sebenarnya karena dengan adanya media sosial dan perkembangan iptek yang semakin meningkat dan maju menyebabkan berita hoaxs dapat dengan mudah untuk disebar luaskan melalui media sosial, dengan adanya media sosial itu juga berita hoaxs bisa dikemas sedemikian rupa menyerupai berita asli sehingga antara berita asli dan hoaxs sulit untuk dibedakan yang membuat masyarakat sering kali tertipu dengan berita hoaxs tersebut. Pada masa saat ini orang akan menganggap berita yang ia dapatkan itu adalah suatu kebenaran padahal banyak sekali berita hoaxs yang tersebar dimasyarakat. Menurut sayahal yang dilakukan untuk mengatasi dampak negatif dari penyebaran berita hoaxs tersebut yaitu dengan cara, ketika kita mendapatkan sebuah kabar kita harus memastikan terlebih dahulu kebenaran dari berita tersebut, tidak menyebarluaskan berita yang belum pasti kebenarannya,dan kita dapat memanfaatkan media sosial dengan baik dengan tidak menyebarluaskan berita yang masih belum pasti kebenarannya,melaporkan berita hoaxs yang terjadi kepada pihak yang berwajib agar berita tersebut tidak menyebar kepada masyarakat, oleh karena itu kita harus bijak dalam memanfaatkan dan menggunakan media sosial karena pada dasarnya dengan kemajuan iptek dan semakin canggihnya teknologi saat ini pasti akan berdampak juga terhadap pengunaan media sosial seperti penyebaran berita hoaxs dan lain sebagainya, maka dari itu kita harus cerdik dalam menerima sebuah beritayang masih belum pasti kebenarannya,melaporkan berita hoaxs yang terjadi kepada pihak yang berwajib agar berita tersebut tidak menyebar kepada masyarakat, oleh karena itu kita harus bijak dalam memanfaatkan dan menggunakan media sosial karena pada dasarnya dengan kemajuan iptek dan semakin canggihnya teknologi saat ini pasti akan berdampak juga terhadap pengunaan media sosial seperti penyebaran berita hoaxs dan lain sebagainya, maka dari itu kita harus cerdik dalam menerima sebuah berita dan harus membuktikannya terlebih dahulu apakah berita tersebut sudah benar atau belum sebelum kita menyebarkannya kepada masyarakat luas.

2. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab:Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai pancasila memiliki pengaruh yang sangat buruk hal ini karena iptek sendiri memiliki pengaruh yang luas dan sangat banyak dikehidupan sehari hari,jadi ketika iptek tersebut tidak sesuai dengan nilai nilai pancasila maka akan terjadi ketikdakseimbangan di kehidupan sehari hari.Selain itu Pengembangan Iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat membawa dampak yang sangat buruk seperti penyebaran hoaks,tidak adanya saling menghargai dengan sesama,adanya sikap rasis dan adanya penyebaran hoaks dan tontonan yang tida etis dan tidak sesuai umur untuk anak-anak.
Solusi yang dapat dilakukan yaitu:
• Gunakan teknologi informasi sesuai dengan tujuannya.
• Jika masih dibawah umur, mintalah pendampingan orang tua.
• Pilih informasi yang memiliki sumber yang jelas.
• Sebelum membagikan informasi, telusuri terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab :Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya,Solusi yang dapat di laksanakan menurut Program Studi PGSD yang mana Dalam Program Studi ini mempunyai tugas nantinya dengan mendidik dan memberi pengajaran kepada penerus bangsa Maka Sebagai calon pendidik kita dapat memberi pemahaman kepada peserta didik bahwa sikap Konsumerisme atau sikap boros sangat tidak baik jika ditanamankan. dalam diri,kita dapat membeli barang dengan mempertimbangan kebutuhan tanpa hanya mementingkan keinginan saja selain itu dalam pengembangan iptek sikap konsumerisme pasti berujung kepada teknologi yang informasi sehari hari oleh karna itu kita harus menggunakan teknologi informasi tersebut sesuai dengan tujuannya.Selain itu peserta didik perlu diajarkan untuk melatih kreativitas sejak dini sehingga peserta didik lebih berani mencoba dan menghasilkan suatu karya, baik berupa produk, alat, dan berbagai macam yang bernilai ekonomis, sehingga Indonesia mampu menghasilkan barang yang sebelumnya tidak tersedia menjadi tersedia, tentunya hal ini dapat mengurangi sikap konsumerisme masyarakat terhadap produk luar negeri. Lalu peserta didik juga perlu diajarkan untuk membeli sesuai dengan kebutuhan dan tidak mengkonsumsi suatu barang secara berlebihan.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Analisis vidio


Setelah menonton video tersebut Saya dapat mengeyahui tentang sejarah di indonesia lebih tepatnya pada tangal 15 Agustus pada 75 tahun yang lalu telah terjadi peristiwa dimana Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu dan hal tersebut membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya pada 2 hari kemudian. Tepatnya pada tanggal 7 Desember 1941 Jepang melakukan penyerangan pangkalan Amerika Serikat yang terletak di Pear Harbor penyerangan ini dilakukan secara tiba-tiba yang menimbulkan terjadinya persatuan antara Amerika Serikat, Belanda, Hindia Belanda dan Britania Raya juga sejumlah negara jajahan Inggris untuk bersama-sama melakukan penyerangan kepada Jepang.
Sejarah terjadi pada 15 1945 agustus dimana jepang menyerah terhadap sekutu dan ibdinesia mendapat peluang dari kejadian itu dan pada tanggal 17 agustus 1945 banyanya sekutu yg menyerang jepang membuat jepang kewalahan dan memberikan kemerdekaan kpd indonesia. 140.000 penduduk hirosima meninggal dunia bukan hanya di hiroshima tetapi di kota nagasaki juga di jatuhkan sekutu ke kota di jepang itu. Pada tanggal 15 agustus 1945 mentri luarnegri jepang menandatangani surat tanda jekang menyerah di atas kapal perang US. Pada momen itu terjadi kekosangan kepemimpinan di indonesia dan 2 hari setelah menyerahnya jepang indonesia Memproklamirkan Kemerdekaan nya.
Puncak perang sekutu melawan Jepang adalah ketika dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945 yang mengakibatkan kurang lebih setengah dari penduduk kota Hiroshima tewas, tidak hanya sampai disitu saja bom kedua kembali dijatuhkan oleh sekutu ke kota Nagasaki Jepang 3 hari setelah penjatuhan bom atom dikota Hiroshima yaitu pada tanggal 9 Agustus 1945. Pada tanggal 15 Agustus 1945 tepatnya 6 hari setelah bom dijatuhkan didua tempat,Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Menteri luar negeri yaitu Shigematsu Sakaibara menandatangani perjajian diatas kapal perang Amerika Serikat yaitu USS Missouri dengan penandatanganan surat perjanjian ini menandakan telah berakhirnya perang dunia ke-2 diwilayah pasifik. Bagi bangsa Indonesia yang pada saat itu dijajah oleh Jepang terjadi kekosongan kekuasaan, hal ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Analisis vidio

Setelah menonton vidio tersebut dapat saya ketahui bahwa terdapat ratusan warga pekalongan yang melakukan unjuk rasa yang diakibatkan oleh banyaknya limbah yang menumpuk disungai yang menimbulkan ketidak nyamanan warga sekitar.
Limbah yang terdapat disungai tersebut berasal dari pabrik pembuatan pakaian, dimana mereka membuang secara langsung limbah sisa dari pakaian tersebut kesungai, hal yang warga sekitar lakukan untuk mencegah agar hal seperti itu tidak terjadi kembali yaitu dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik tersebut dan limbah pakaian yang terdapat disungai tersebut tidak hanya berasal dari satu pabrik pakaian saja melainkan 6 pabrik.
Pembuangan limbah industri langsung ke sungai dapat menimbulkan ketidaknyamanan warga sekitar karena bau limbah tersebut dan juga menyebabkan pencemaran air sungai yang dapat merusak ekosistem sungai. Warga sekitar berusaha mengatasi masalah ini dan juga meminta bantuan pihak desa untuk menutup pabrik tersebut, karena pabrik tersebut tidak memiliki fasilitas pembuangan sendiri dan limbahnya langsung dibuang ke sungai dan pembuangan limbah. pabrik pakaian tersebut sudah berjalan cukup lama, lebih dari 25 tahun. Pemerintah desa berupaya mengatasi masalah ini agar tidak terjadi lagi dengan menutup saluran yang berasal dari pabrik. Pemilik pabrik pun mengamini tindakan aparat desa dan warga setempat, karena pemilik pabrik sendiri mengaku tidak paham pengelolaan sampah.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Analisis Jurnal

"URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK. "

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama masyarakat Indonesia. Sehingga nilai-nilai tersebut sesuai dengan semua fungsi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah dasar negara atau prinsip dasar negara, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita-cita hukum (rechtsidee) negara Indonesia, karena bersumber dari pandangan dunia dan filosofi yang mendalam. . tentang hidup , dimana sifat dan sifat luhur bangsa Indonesia terwujud.

1. Konsep dasar Pancasila dinilai sebagai pengembangan ilmu pengetahuan
Pancasila sebagai acuan sistem nilai, kerangka acuan berpikir, acuan model berpikir atau jelas sistem nilai yang berfungsi sebagai kerangka, acuan kerangka dan sekaligus arah/tujuan bagi pemiliknya, Pancasila menjadi pedoman prinsip. dalam pembangunan. legislasi nasional. 2. Pancasila sebagai sumber nilai dan moralitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Usaha manusia untuk mewujudkan kekayaan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia kemudian mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi memang menjadi kebutuhan tersendiri saat ini. Sekelompok orang yang menginginkan kemajuan mutlak harus memiliki kedua hal tersebut.

Hal ini dapat ditunjukkan dalam peraturan-peraturan Pancasila, termasuk sistem etika (Kaelan, 2000:
45). a) Perintah keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat mewujudkan ilmu berpikir rasional antara akal, perasaan dan kehendak dalam perintah ini. Sehingga dapat menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusat tetapi sebagai bagian sistematis dari alam yang diurusnya.
b. Prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab dalam komando ini memberikan landasan moral bagi masyarakat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu perkembangan budaya dalam kehidupan manusia yang pada hakekatnya bertujuan untuk kepentingan bersama.
c. Perintah Persatuan Indonesia menanamkan rasa nasionalisme dalam diri bangsa Indonesia dalam kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga muncul rasa peduli, persaudaraan dan persahabatan antardaerah, dan semua itu karena kemajuan ilmu pengetahuan. dan teknologi.
yaitu Orde Kerakyatan Dipandu oleh kebijaksanaan refleksi/representasi, yang mendasar adalah bahwa pengembangan iptek didasarkan pada kepentingan demokrasi, yang berarti bahwa setiap warga negara berkewajiban mengembangkan iptek dengan tetap menghormati kebebasan orang lain dan menghargai kebebasan orang lain. bertindak. dan makhluk. terbuka untuk masukan, kritik dan saran yang membangun. e) Pedoman keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan masyarakat, keseimbangan keadilan antara diri sendiri, manusia dan Tuhan, manusia lain, manusia dan masyarakat, bangsa dan negara serta lingkungan hidup manusia. 3. Historis, sosiologis dan sumber
Politik Pancasila sebagai nilai inti bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Sumber sejarah Pancasila sebagai dasar nilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia dapat ditelusuri kembali pada pembukaan UUD 1945. Paragraf keempat pembukaan konstitusi (1945) menyatakan:

“Kemudian pada tempatnya mendirikan pemerintahan Negara Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, Kedamaian abadi dan Keadilan Sosial Kemerdekaan kewarganegaraan Indonesia ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang ditetapkan dalam susunan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat rakyat, Ketuhanan Yang Maha Esa, ...dst. Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan tidak banyak dibicarakan di awal kemerdekaan bangsa Indonesia, hal ini dapat dimaklumi mengingat para pendiri negara juga adalah para cendekiawan atau cendekiawan Indonesia, yang pada saat itu mendedikasikan tenaga dan pikirannya. untuk pembangunan bangsa dan negara ata yang baru saja lepas dari penjajahan. Penjajahan bukan hanya penjajahan secara fisik, tetapi rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan dan kebodohan. Segelintir orang yang menjadi pelopor kebangkitan bangsa, ketika negara merdeka, harus mencantumkan aspek kesejahteraan dan pendidikan dalam pembukaan UUD 1945, yang berbunyi: “Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan lindungilah seluruh tumpah darah Indonesia” Pembukaan UUD 1945 Amanat Pancasila yang tertera pada pasal tersebut tidak diragukan lagi pendirinya
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E

Analisis Jurnal

Sikap merupakan seperangkat tanggapan yang konsisten terhadap objek sosial, yang mengisyaratkan bahwa sikap adalah reaksi atau respon yang masih tertutup oleh seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Menurut Eagle dan Chaiken (1993), A. Wawan dan Dewi M. mengemukakan dalam bukunya bahwa sikap dapat ditempatkan dalam proses kognitif, afektif (emosional) dan perilaku sebagai hasil dari evaluasi objek sikap. Dari definisi di atas, jelas bahwa, secara umum, sikap terdiri dari komponen kognitif (pemikiran yang biasanya terkait dengan berbicara dan belajar), perilaku (cenderung memengaruhi respons yang sesuai dan tidak sesuai), dan komponen emosional (menyebabkan respons konsekuen).

Fungsi Sikap Sikap Katz memiliki

beberapa fungsi yaitu:

(1) Fungsi instrumental atau fungsi pengatur atau fungsi berguna, fungsi ini berkaitan dengan sarana dan tujuan. Orang melihat sejauh mana suatu objek sikap dapat digunakan sebagai alat atau sarana untuk mencapai
tujuan. Jika objek sikap dapat membantu orang tersebut mencapai tujuannya, maka orang akan memiliki sikap positif terhadap objek tersebut. Di sisi lain, jika objek sikap menghalangi pencapaian tujuan, orang akan memandang objek sikap yang relevan secara negatif,
(2) Fungsi pertahanan ego, Ini adalah sikap yang diambil seseorang untuk melindungi ego atau akunnya. Seseorang mengambil sikap ini ketika ego orang itu terancam,
(3) Fungsi ekspresi nilai, Sikap seseorang adalah cara orang mengekspresikan nilai-nilainya. Dengan mengekspresikan diri, Anda mendapatkan kepuasan karena bisa menunjukkan diri Anda. Ketika individu mengambil sikap tertentu, mereka menggambarkan keadaan sistem nilai vang berlaku nada individu yang berlaku pada individu yang bersangkutan,
(4) Tugas pengetahuan Orang memiliki keinginan untuk ingin memahami melalui pengalamannya. Ini berarti bahwa jika seseorang memiliki sikap tertentu tentang suatu objek, itu berbicara tentang pengetahuan orang tersebut tentang objek sikap itu.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) selalu menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan sebuah negara. Laju perkembangan iptek tersebut semakin hari semakin pesat perkembangannya disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang.
Secara etimologi, istilah “ilmu” adalah sebagai arti dari kata science (bahasa Inggris), yang berarti pengetahuan. Kata ini berasal dari bahasa latin, scientia yang diturunkan dari kata scire yang berarti mengetahui (to know) dan belajar (to learn). Secara terminologi, pengertian ilmu sekurang-kurangnya mencakup tiga hal, yaitu pengetahuan, aktivitas, dan metode untuk mendapatkan pemahaman terhadap pengertian ilmu. Sementara itu, pengetahuan, menurut Jujun Surya Sumantri digolongkan menjadi tiga macam, yaitu etika (pengetahuan tentang baik dan buruk), estetika (pengetahuan tentang indah dan jelek), dan logika (pengetahuan tentang benar dan salah).
Ilmu dan pengetahuan merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan, namun tidak selamanya bahwa pengetahuan itu sebagai ilmu, melainkan pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tertentu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Ilmu sebagai pengetahuan (knowledge) adalah pengertian ilmu pada umumnya. Ilmu dikatakan sebagai aktivitas (activity) adalah serangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilaksanakan manusia sebagaimana dikatakan oleh Charles Singer, ilmu adalah proses yang membuat pengetahuan. Istilah ilmu juga merupakan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang objektif dan dapat diperiksa kebenarannya.
Dalam memanfaatkan kekuatan alam tersebut dilakukan dengan menciptakan alat-alat. Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi merupakan aplikasi dari kreativitas manusia berkaitan dengan alat dan bahan, serta diwujudkan dalam bentuk materi yang digunakan untuk membantu tercapainya kebutuhan manusia.
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif verifikatif.
1.Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Univeristas Pancasakti Tegal khususnya program studi matematika semester II. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2016/2017.
2.Target/Subjek Penelitian
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 103 orang. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proporsional cluster random sampling, dalam hal ini tiap kelas diambil 70% sehingga jumlah mahasiswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang.
3.Prosedur
Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada mahasiswa. Kuesioner yang dibagikan telah terlebih dahulu dites validitas dan reliabilitas nya.
4.Data, Intrumen, dan Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data yang digunakan dikumpulkan dengan alat yaitu kuesioner. Dalam penelitian ini skala yang digunakan dalam menyusun daftar pertanyaan adalah skala likert. Responden diminta untuk memilih salah satu jawaban dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan. Skor numerik atas jawaban responden tersebut terdiri dari empat poin yaitu skor yang berturutan dari angka 1 sampal 4. Dalam penelitian ini jenis pertanyaan yang ditanyakan dalam kuesioner adalah jenis pertanyaan positif.
5.Teknik Analisis Data
Analisa deskriptif dilakukan untuk menjelaskan tanggapan responden yang dikelompokkan dalam rentang skala. Adapun perhitungan rentang skala adalah dengan mengalikan seluruh frekuensi data dengan bobotnya (Umar, 2011). Analisis verifikatif digunakan dalam rangka untuk membuktikan hipotesis penelitian, yaitu membuktikan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa
Indonesia dan harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan dan perkembangan Negara.
Perlu mengaktualisaikan Pancasila khususnya pada generasi muda melalui Kementrian Pendidikan nasional dengan mengemas materi dan metode pembelajaran yang tidak bersifat indoktrinasi.
Pemerintah melalui kementrian komunikasi dan informasi perlu meningkatkan filtering terhadap globaliasai arus informasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi (internet) untuk menangkal berbagai susupan informasi yang berbau radikalisme.