Posts made by ASYIFA NURHALIZA 2213053074

Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Analisis Jurnal

"Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi".

Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini dan yang akan datang sangat pesat di berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara dan akan mempengaruhi dan akan terus mempengaruhi seluruh adat istiadat dan kehidupan budaya bangsa. Pembangunan iptek tanpa landasan Pancasila yang kuat justru akan berujung pada kehancuran bangsa, terutama dari segi moral dan mentalitas. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat informasi dari seluruh dunia terlalu mudah untuk masuk ke bangsa kita, sehingga penting untuk memberdayakan warga negara untuk mendorong nilai-nilai Pancasila sebagai dasar untuk memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Menurut Friedrich Hegel bahwa hakekat filsafat ialah satu sinthese fikiran yang lahir dari pada antithese fikiran. Dari pertentangan fikiran lahirlah perpaduan pendapat yang harmonis. Begitu pulalah dengan ajaran pancasila, satu sinthese Negara yang lahir dari pada satu antithese. (Sunoto, 1991),
Pancasila sebagai filsafat ilmu mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental kepribadian dan moral manusia (Syam, 2006). Pancasila sebagai filsafat ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional dengan bahasa, wawasan dan argumentasi yang universal. Dengan demikian, Pancasila sebagai filsafat dapat membuka cakrawala bagi diskusi secara terbuka terhadap masalah-masalah dan sekaligus secara kritis terhadap penyempitan-penyempitan ideologis. Pancasila sebagai filsafat juga akan membantu kita untuk mengambil sikap terbuka dan kritis terhadap dampak modernisasi dan menjadi pemain aktif, mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya. (Toenlie,2014) Dalam Pengembangan Ilmu pengetahuan, sangat perlu dilakukan penanaman nilai religi mulai dari pendidikan dasar, sampai pada pendidikan Tinggi. Dalam Pengembangan ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta dan penguasa segala sesuatu yang ada di alam ini, Sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan bukan sebagai pusatnya, Tuhanlah sebagai pusatnya bukanlah manusia.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia. Iptek harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.
3.Persatuan Indonesia
Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek. Oleh sebab itu, iptek harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah; Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya (T. Jacob, 1986).
Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang muncul dari proses akulturasi budaya nusantara selama berabad-abad. Pancasila merupakan pedoman atau landasan bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari untuk melihat realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa dan negara, tujuan hidup, dan landasan bagi bangsa Indonesia untuk memecahkan persoalan hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan dasar pemikiran dan kesadaran. Berlawanan dengan pemikiran tersebut, pengembangan ilmu pengetahuan berdasarkan nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai.
Nama:Asyifa Nurhaliza
Npm:2213053074
Kelas:1E
Analisis soal 2

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini? Jawab :
Memasuki era globalsasi, pengembangan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi terus berjalan, Pengembangan IPTEK tidak melulu mengejar kemajuan materiil, melainkan juga memperhatikan aspek-aspek spiritual. 
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menerapkan ilmu pengetahuan, mencipta, menyeimbangkan antara rasional dan irasional, akal, emosi dan kehendak. Berdasarkan perintah pertama ini, iptek berpikir tidak hanya tentang apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan, tetapi juga tentang tujuan dan akibatnya, apakah itu merugikan manusia dan lingkungannya.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab memberikan landasan moral bahwa manusia harus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara beradab. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari proses kebudayaan manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pengembangan iptek harus berpijak pada hakikat tujuan kesejahteraan umat manusia, iptek harus dipersembahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia makhluk yang sombong dan angkuh.
3. Sila persatuan Indonesia, yang memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa nasionalisme bangsa Indonesia disebabkan oleh sumbangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, persatuan dan kesatuan bangsa, persaudaraan dan persahabatan antar berbagai daerah.
4. Sila Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Latar belakang perkembangan iptek yang demokratis adalah tatanan kerakyatan yang berpedoman pada kearifan dalam diskusi/presentasi. Artinya, setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap ilmuwan harus menghargai dan menghargai kebebasan orang lain serta bersikap terbuka, yaitu terbuka terhadap kritik, revisi, dan perbandingan dengan hasil teori lain.Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertical maupun secara horizontal, semakin dekat manusia dengan sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan YME, maka dia akan semakin bijaksana.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, yaitu keseimbangan keadilan terhadap diri sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dan manusia lainnya., manusia dan masyarakat, bangsa dan negara dan manusia dan alam. Proses dalam persaiangan Global ini dari semua penjabaran sila tersebut masih tetap berjalan dengan irigan dan berusaha bangkit dari persaingan global yang ada.
Sila ini menjelaskan bahwa keadilan itu bukan keadilan yang formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu masyarakat.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab:
Harapan terhadap pemimpin,warganegara dan ilmuan di indonesia adalah
1.Saya berharap Seorang pemimpin,wargangera dan ilmuan di Indonesia ialah seseorang yang mampu menanggapi kemajuan IPTEK dan kemajuan perkembangan zaman
2.Selain itu Seorang pemimpin,warganega dan ilmuan hendaknya berwibawa, yakni timbulnya kepatuhan yang dipimpinnya, bukan dikarenakan sebuah ketakutan, tetapi karena kesadaran dan kerelaan
3.Seorang pemimpin,warganegara dan ilmuan di Indonesia juga harus bisa bertanggung jawab atas segala tindakan dan perbuatan yang dilakukannya. Dengan demikian, pemimpin selayaknya benar-benar bersifat "Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani"
 4.Yang paling penting pemimpin,warganegara dan ilmuan di indonesia harus bisa mengamalkan semua nilai nilai Pancasila yang berlaku di Indonesia.