Kiriman dibuat oleh Ilma Fuadah 2213053225

Nama : Ilma Fuadah
NPM : 2213053225
Keas : 3F

PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL

Pendidikan nilai moral dari perspektif global adalah pendekatan untuk mengembangkan pemahaman, kesadaran, dan praktik nilai-nilai moral yang berlaku secara universal di seluruh dunia. Pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) menampakkan adanya perbedaan dan kesamaan. Perbedaan tersebut diakibatkan oleh ideologi negara yang berbeda. Namun negara-negara tersebut menekankan nilai moral pendidikan tentang nilai-nilai moral dan etika, khususnya pada nilai-nilai yang berkaitan dengan hak asasi manusia itu bersifat universal dan global.

Konsep pendidikan nilai moral yang dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung bersifat individualistik. Oleh karena itu, konsep itu memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh Capra. Lebih lanjut, dalam implementasikannya, diperlukan strategi pendidikan nilai moral yang tepat melalui pemilihan pendekatan (approach), metode (method), dan teknik (technique) pendidikan nilai moral yang sesuai.
Nama : Ilma Fuadah
NPM : 2213053225
Keas : 3F

Degradasi Moral Pelajar Jaman Modern

Degradasi moral pelajar zaman modern merupakan fenomena di mana nilai-nilai moral tradisional cenderung terkikis atau terdegradasi dalam perilaku dan tindakan pelajar pada era kontemporer. Degradasi moral pelajar zaman modern sering dibicarakan dalam konteks pendidikan dan perkembangan sosial saat ini.

-Menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan (Ibu Retno Listyarti), sejak tahun 2014 kekerasan yang dilakukan oleh anak maupun anak sebagai korban cukup tinggi. Penyebabnya yang utama yaitu pola pengasuhan orang tua di rumah, guru dalam mengelola kelas, dan kekerasan yang dilakukan guru ataupun siswa tidak dibenarkan.
-menurut Dr. Itje, terdapat kompetensi yang ada pada guru yaitu kompetensi kepribadian, sosial, profesional, dan pendagogik serta pembekalan bagi seorang calon pendidik saat ini masih holistik, sehingga harus lebih ditekankan juga pada hal kepribadian dengan memperkenalkan beragam sekolah dan watak siswa sehingga dapat menyikapinya dengan benar.
-menurut psikolog bu Vero Adesla, latar belakang seorang anak tiba-tiba melakukan kekerasan karena seseorang bertumbuh ke level tingkat kognisi (kemampuan bernalar atau berpikir) ketika seorang anak tidak mampu mengelola emosi ketika ia marah, emosi dan benci maka timbul reaktif/impulsif, tanpa memikirkan konsekuensinya hanya menggunakan emosi disebabkan oleh stres dan depresi yang tidak diimbangi dengan kemampuan pribadi mengelola emosi.
Nama : Ima Fuadah
NPM : 2213053225
Keas : 3F

Seorang psikolog bernama Lawrence Kohlberg mengemukakan tentang perkembangan moral yang dibagi menjadi tiga tingkatan, berikut penjelasannya:
1. Tingkat Prakonvensional, pada tingkat ini dibagi menjadi dua tahap:
a. Orientasi hukuman dan kepatuhan, anak mendasarkan perbuatannya atas otoritas konkret (orangtua, guru) dan atas hukuman yang akan menyusul, bila tidak patuh.
b. Orientasi relativis-instrumental, ibarat instrumen (alat) dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan kadang-kadang juga kebutuhan orang lain.

2. Tingkat Konvensional, di sini perbuatan-perbuatan mulai dinilai atas dasar norma-norma umum dan kewajiban serta otoritas dijunjung tinggi. Pada tingkat ini juga dibagi menjadi dua tahap:
a. Menjaga orang baik, yaitu dengan menghindari konflik karena memperhatikan norma sosial dan pendapat orang lain.
b. Memelihara peraturan, tanpa adanya peraturan maka kekacauan dapat terjadi dimana-mana.

3. Tingkat Pascakonvensional, hidup moral dipandang sebagai penerimaan tanggung jawab pribadi atas dasar prinsip-prinsip yang dianut dalam batin.
a. Orientasi kontrak-sosial legalistis, disadari relativisme nilai-nilai dan pendapat-pendapat pribadi dan kebutuhan akan usaha-usaha untuk mencapai konsensus.
b. Orientasi prinsip etika yang universal, di sini orang mengatur tingkah laku dan penilaian moralnya berdasarkan hati nurani pribadi.

Dalam proses perkembangan kesadaran moral, manusia harus melewati tingkat-tingkat (levels). Dengan menggunakan teori perkembangan kesadaran moral menurut Lawrence Kohlberg yaitu manusia akan melewati tiga tahap (tingkat/levels) dan masing-masing tingkat meliputi dua tahap.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Ilma Fuadah 2213053225 -
Nama : Ilma Fuadah
NPM : 2213053225
Kelas : 3F

Pentingnya Pendidikan di Era Globalisasi

Pendidikan sangat diperlukan dalam era globalisasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dapat bersaing ditengah era globalisasi, menciptakan individu yang berwawasan dan bermoral. Tidak hanya memberikan pendidikan teoritis saja, tetapi pendidikan tentang nilai moral juga sangat diperlukan untuk mengurangi kecurangan yang terjadi dalam kelas contohnya seperti seperti mencontek. Sebelum memasuki pendidikan formal SD, SMP, dan SMA sudah selayaknya anak mendapatkan pendidikan informal.

Dengan mendampingi dan mendorong anak dalam menjalani kehidupan di era globalisasi ini supaya mereka dapat menjalani kehidupan menggunakan nalar dan hati yang berfungsi dengan baik sehingga mempertimbangkan segala perbuatan, tingkal laku, dan dalam mengambil keputusan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh Ilma Fuadah 2213053225 -
Nama : Ilma Fuadah
NPM : 2213053225
Kelas : 3F

PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM
PENDIDIKAN DI ACEH

Penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam
di Aceh melalui peraturan gubernur.

Pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan syariat Islam dan budaya Aceh. Pengembangan karir siswa dilakukan melalui kegiatan bimbingan konseling. Integrasi budaya Islam dalam Manajemen Sekolah bertujuan untuk membentuk pola perilaku warga sekolah seperti guru, tenaga administrasi, dan siswa yang relevan dengan hukum Islam.