གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Cinta Avril Lavina Putri 2213053111

Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Soal

1.Bagaimanakah menurut pendapatmu sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka? Sesuaikah dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita? Berikan solusimu!
Jawaban:
Menurut pendapat saya, peristiwa bom bali tersebut sangat tidak berperikemanusiaan dan menyimpang dari nilai-nilai Pancasila karena menimbulkan banyaknya korban dan semenjak ada bom tersebut wisatawan dari dalam negeri dan luar negri pun menurun jumlahnya, apalagi jika pelakunya orang Indonesia, maka itu sama saja merugikan negara nya sendiri dengan sengaja. Selain itu keamanan dari aparat di Indonesia juga harusnya lebih ditingkatkan. Oleh karena itu yang terpenting kita semua harus mengamalkan sila pertama dalam Pancasila yaitu tetap berdoa kepada Allah supaya peristiwa itu tidak terulang kembali.

2.Nilai Pancasila apakah yang di langgar oleh para pelaku dan apa sanksi yang pantas diberikan? Berikan penjelasanmu secara lengkap dan mendalam!
Jawaban:
Pelaku terorisme bom bali tentunya melanggar nilai Pancasila sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa). Alasannya adalah di agama manapun tidak ada yang mengajarkan berbuat kekerasan terhadap orang lain, apalagi sampai merugikan dan memakan korban. Begitupun juga dengan agama islam di agama islam sendiri tidak ada yang mengatasnamakan berjihad di jalan Allah dengan caranya membunuh sekelompok orang dan membuat banyak kerugian. Yang kedua pelaku terorisme melanggar sila ketiga (Persatuan Indonesia) Para terorisme itu telah memecah belah persatuan Indonesia yang membuat Warga Negara Indonesia menjadi saling tuduh-menuduh terhadap kelompok satu dengan kelompok lainnya. Para terorisme itu bukanlah Islam juga bukan warga Indonesia, melainkan mereka hanya memakai nama Islam dan Indonesia sebagai topeng identitas mereka.
Sanksi yang pantas diberikan yaitu tindak pidana karena pelaku terorisme tersebut sudah melakukan ancaman yang mengakibatkan rasa takut terhadap korban ditambah lagi pelaku terorisme telah merampas kemerdekaan orang atau kelompok yang diterornya.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Soal 1

1. Cobalah anda menelusuri proses terjadinya peristiwa G30S PKI tersebut dan dimana letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut !
Jawaban:
Penyebab penyimpangan terjadinya G30S PKI terhadap nilai-nilai pancasila yaitu karena PKI tidak percaya kepada Tuhan. Hal tersebut mengakibatkan penyimpangan pada sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa )
Hikmah yang dapat diambil dari peristiwa G30S PKI yaitu:
•Memahami betul bahwa kontroversi dan propaganda menyebabkan kebingungan dan mengarah pada gerakan semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain,
•Memahami bahwa perebutan kekuasaan dalam suatu bangsa dan negara akan selalu menimbulkan masalah, 
•Memahami bahwa kepemimpinan yang lemah bisa menyebabkan kehidupan bangsa dan negara melemah, Memahami jika pemerintah gagal membangun perekonomian maka akan terjadi krisis ekonomi. Jika krisis ekonomi sampai terjadi maka akan timbul krisis sosial.

2. Bagaimakah cara-cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan masyarakat di sekitar Anda atau dalam organisasi yang ada di sekitar Anda? Apa bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung dan Apa bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung?
Jawaban:
Cara mengambil keputusan di sekitar saya yaitu dengan cara pemungutan suara (voting) yang artinya dengan mengambil keputusan bersama dilakukan berdasarkan suara terbanyak.
Bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah berlangsung adalah sikap menghargai dan menghormati keputusan atau pendapat orang lain. Kendala yang timbul ketika bermusyawarah yaitu perbedaan pendapat dan tidak adanya rasa saling menghargai pendapat orang lain atau mementingkan diri sendiri.

3. Hasil Survei menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Pancasila merosot secara tajam, yaitu 48,4% responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu menyebutkan silai-sila Pancasila secara benar dan lengkap. 42,7% salah menyebut silai-sila Pancasila, lebih parah lagi, 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan sila-sila Pancasila. Jelaskan faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini!
Jawaban:
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan tentang pancasila yang ada dalam masyarakat tidak sebanding dengan semangat penerimaan masyarakat terhadap pancasila.
Faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila yaitu:
•Pengidentifikasian pancasila dengan ideologi lain
•Penyalagunaan pancasila sebagai alat pemahaman kekuasaan oknum tertentu
•Melemahnya pemahaman dan pelaksanaan nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Video

Dari video tersebut, analisis saya adalah
Ir. Soekarno mengatakan bahwa bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Beliau juga mengatakan bahwa Pancasila termasuk dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Pancasila mengandung makna, yaitu panca berarti tahun dan sila berarti dasar atau asas. Lima prinsip Pancasila tersebut merupakan syarat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena Pancasila adalah dasar negara Indonesia.
Kelima sila Pancasila tersebut yaitu :
1. Ketuhanan yang maha Esa
2. Nasionalisme
3. Kemanusiaan
4. Demokrasi
5. Keadilan sosial
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Jurnal

Identitas Jurnal
Judul : Pendidikan Pancasila, Eksistensinya Bagi Mahasiswa
Penulis Jurnal: August Hadiwijono
Volume, Nomor, Halaman: Vol.7, No.1, Hal. 82-97
Tahun Terbit : 1 Juni 2016

Isi Jurnal
     Generasi penerus perjuangan bangsa harus benar-benar menanamkan nilai budaya bangsa yang telah dijunjung tinggi dan diperjuangkan hingga saat ini. Tanpa nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda, nilai-nilai luhur Pancasila tidak akan diketahui bahkan diabaikan.
     Perguruan tinggi berperan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Bahkan berbagai permasalahan yang terjadi di negeri ini dapat diatasi dengan mendalami dan mencari solusi melalui pemahaman Pancasila yang mendalam. Melalui mata kuliah pendidikan Pancasila, diharapkan mahasiswa memahami, menganalisis dan menyikapi permasalahan yang dihadapi masyarakat dan negara secara berkelanjutan dan konsisten, dengan cita-cita nasional.
     Tujuan pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah agar:
1. Dapat memahami dan menerapkan
Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sebagai warga negara Indonesia.
2. Dapat menguasai pengetahuan tentang berbagai persoalan pokok kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Menumbuhkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma Pancasila.
4. Mendukung mahasiswa dalam belajar, proses berpikir, memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan menerapkan nilai-nilai pada Pancasila.
     Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Kampus yaitu:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa:
•Mengatur jadwal kuliah sehingga tidak mengganggu jadwal untuk beribadah.
•Mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti ospek/pengenalan kampus.
•Mengkikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) kerohanian sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
•Tidak ada pembedaan perlakuan/diskri- minasi dalam kampus.
•Semua mahasiswa diperlakukan secara adil dan sama.
3. Sila Persatuan Indonesia
•Mengikuti organisasi kemahasiswaan untuk membentuk suatu perkumpulan mahasiswa.Hal tersebut merupakan sikap dan upaya untuk menjalin rasa kebersamaan diantara mahasiswa.
4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
•Mengikuti rapat UKM
•Berdiskusi kelompok dalam kelas
•Musyawarah memilih ketua kelas
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
•Mahasiswa yang telah memenuhi syarat
berhak untuk mengikuti ujian akhir semester.
•Mahasiswa berhak memperoleh nilai sesuai dengan kemampuannya.
•Mahasiswa harus saling menghargai
hasil karya orang lain
•Tidak membuat plagiat atas hasil karya ilmiah atau tugas
     Nilai-nilai Pancasila yang tertanam dengan baik di setiap mahasiswa akan menciptakan mahasiswa yang mengerti norma-norma serta demi memajukan Perguruan Tinggi agar dapat menghasilkan lulusan mahasiswa terbaik.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Video 2

Analisis saya dari video ini adalah
Penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
 
     Pada tanggal 14 Agustus 1945, pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, kemudian keesokan harinya berita itu sampai ke sekelompok pemuda di Bandung melalui stasiun radio Divisi London.
     Pada tanggal 15 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Mohammad Hatta tiba di tanah air untuk memenuhi panggilan panglima Jepang untuk Asia Tenggara yaitu Marsekal Terauchi Hisaighon,Vietnam. Setelah itu terjadi perdebatan tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia antara golongan tua dan golongan muda. Golongan muda mengatakan bahwa deklarasi harus dilakukan sesegera mungkin demi bangsa dan kepentingan rakyat Indonesia agar tidak harus bergantung pada negara lain. Sementara itu, golongan tua berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilakukan secara terorganisir. Perbedaan pendapat tersebut menyebabkan penculikan pemuda yang dipimpin oleh Sukarni, Wikana dan Chaerul Saleh dari perkumpulan Menteng 31 untuk membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945.
     Sesampainya di Jakarta terjadi perdebatan antara Ahmad Subardjo (golongan tua) dan Wikana (golongan muda), keduanya kemudian mencapai kesepakatan tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta. Akhirnya Soekarno-Hatta dibawa ke rumah Laksamana Maeda, lalu Soekarno-Hatta menyusun teks proklamasi kemerdekaan yang diketik oleh Sayuti Melik. Setelah banyak perubahan, teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akhirnya selesai pada tanggal 17 Agustus 1945.