གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Cinta Avril Lavina Putri 2213053111

Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Video

Analisis saya terhadap video tersebut adalah bahwa pada tanggal 15 Agustus 1975 terjadi peristiwa bersejarah yang membuat Jepang menyerah kepada sekutu sehingga membuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan militer AS di Harbour Island dan menghalangi aliansi AS dengan Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, Jerman, Italia, serta kekuatan kolonial Inggris dan banyak negara Amerika Latin. Puncak perang Sekutu melawan Jepang adalah dijatuhkannya bom atom pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan banyak orang, hampir setengah dari penduduk Hiroshima.
Tidak hanya itu, pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan pasukan Sekutu di Nagasaki. Setelah enam hari pengeboman Nagasaki pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang akhirnya menyerah kepada Sekutu. Sigimatsu Sakaibara sebagai menteri luar negeri Jepang pun menandatangani surat yang menyatakan bahwa Jepang telah menyerahkan kapal perang Amerika. Kemudian setelah dua hari dari peristiwa tersebut, pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Video

    Analisis saya terhadap video tersebut adalah bahwa Ratusan warga desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berdemonstrasi dengan menutup saluran pembuangan di sebuah pabrik pembuatan pakaian. Warga merasa terganggu dengan limbah pabrik yang dibuang langsung ke sungai.
     Sebagian warga yang terkena limbah tersebut langsung mendatangi pabrik dan membuang limbah hasil pengolahan pabrik ke sungai. Saat di lokasi pabrik, warga setempat langsung menutup saluran pembuangan limbah 6 pabrik pembuatan pakaian tersebut. Limbah tersebut menyebabkan pencemaran lingkungan sungai serta warga sekitar pun menghirup bau tak sedap karena limbah yang mengalir langsung ke sungai.
     Oleh karena itu, warga meminta aparat desa agar segera menutup 6 pabrik pembuatan pakaian tersebut yang tidak memiliki fasilitas pembuangan limbah. Pemilik pabrik pun mengikuti perintah warga serta mengakui bahwa tidak pernah tahu cara membuang limbah pabriknya.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis jurnal

     Pancasila yaitu sebagai sistem acuan nilai, kerangka pikir, kerangka dasar, kerangka metode dan sekaligus sistem nilai yang menjadi arah/tujuan pendukung hukum nasional.
Nilai-nilai Pancasila meliputi :
1) Nilai dasar yaitu nilai pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak.
2) Nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu.
3) Nilai praktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu.
     Sumber Historis Pancasila sebagai landasan nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri pada Pembukaan UUD 1945 yaitu untuk memajukan kesejahteraan bangsa dalam arti mengembangkan ilmu pengetahuan yang dapat memperkuat perekonomian bangsa dan meningkatkan martabatnya.
Sumber Politis Pancasila sebagai nilai inti pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang diterapkan oleh penyelenggara negara.
     Urgensi Pancasila sebagai landasan nilai pengembangan iptek yaitu sebagai berikut.
1) Iptek yang dikembangkan di Indonesia harus berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan tidak bertentangan
2) Iptek yang dikembangkan di Indonesia harus memasukkan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3) Pancasila digunakan sebagai tanda normatif dalam perkembangan iptek, sehingga tidak lepas dari ingatan bangsa Indonesia.
    Pentingnya Pancasila sebagai landasan nilai-nilai yang mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya bagi masyarakat, bangsa, dan kehidupan berbangsa agar menjadi dasar dan sumber pengembangan ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Video

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah ciptaan manusia yang digunakan untuk membantu manusia dalam mengatasi kehidupan. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memiliki dampak positif dan negatif. Dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ini merupakan nilai-nilai penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Menurut sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan,dibuktikan dan diciptakan tetapi juga harus dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak dan diimbangi dengan melestarikan.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab, Menurut sila ini yaitu memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK sertaharus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia bermoral.
3. Sila persatuan indonesia, Menurut sila ini pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, Menurut sila ini perkembangan IPTEK dilakukansecara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK dan juga harus saling menghormati dan menghargai kebebasan orang lain serta memiliki sikap yang terbuka.
5. Sila keadilan bagi seluruh rakyat indonesia,Menurut sila ini menerapkan pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yang menyeimbangkan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri dengan Tuhannya, serta dengan sesama manusia.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis jurnal

A. IDENTITAS JURNAL
1. Nama Jurnal : Cakrawala : Jurnal
Pendidikan
2. Volume : 12
3. Nomor : 1
4. Halaman : 32-42
5. Tahun Penerbit: 2018
6. Metode Penelitian : Kuantitatif
7. Judul Jurnal : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi IPTEK
8. Nama Penulis : Mursyidah Dwi Hartati
Ponoharjo, Mohamad Khamim

B.ISI JURNAL
Sikap adalah perbuatan yang berkaitan dengan pembicaraan, perilaku yang cenderung mempengaruhi respon dan emosi menyebabkan respon yang konsisten.

Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) :
•Sikap tidak dilahirkan pada saat lahir tetapi dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan.
• Sikap dapat berubah karena sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang ketika ada kondisi tertentu untuk memfasilitasi sikap pada orang tersebut.
• Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi selalu memiliki hubungan dengan objek. Dengan kata lain, sikap yang selalu dibentuk, dipelajari, atau diubah sehubungan dengan objek tertentu dapat terbentuk dengan jelas.

Tingkatan sikap menurut Notoadmodjo (2003) dalam buku Wawan dan Dewi (2010) :
•Menerima (receiving)
•Merespon (responding)
•Menghargai (valuing)
•Bertanggung jawab (responsible)

Fungsi sikap menurut Katz (1964) dalam buku Wawan dan Dewi (2010, p.23) :
•Fungsi instrumental atau fungsi manfaat, yaitu berkaitan dengan sarana dan tujuan.
•Fungsi pertahanan ego, yaitu sikap yang diambil oleh seseorang untuk mempertahankan ego.
•Fungsi ekspresi nilai, yaitu sikap yang ada pada diri seseorang.
•Fungsi pengetahuan Individu yaitu dorongan untuk ingin mengerti pengalaman.

IPTEK
Ilmu adalah serangkaian kegiatan rasional dan kognitif manusia yang dilakukan dengan beberapa metode  yang bertujuan untuk menghasilkan pengetahuan secara sistematis untuk memperoleh kebenaran, pemahaman, dan penjelasan.
Menurut Jujun Surya Sumantri, pengetahuan diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu etika (pengetahuan tentang baik dan jahat), estetika (mengetahui keindahan dan keburukan) dan logis (mengetahui baik dan jahat).
Teknologi adalah aplikasi manusia yang kreatif dari alat dan bahan, dan bermanifestasi dalam bentuk bahan yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan manusia.
Hingga saat ini perkembangan teknologi begitu pesat sehingga segala informasi dalam berbagai bentuk dan kepentingan dapat disebarluaskan ke seluruh dunia. Pesatnya perkembangan teknologi informasi memungkinkan berbagai macam pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Jika dibiarkan akan menyebabkan nilai-nilai luhur Pancasila hilang.
Oleh karena itu kemajuan teknologi saat ini harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab dan sepatutnya kita sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru agar tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa Indonesia.