Nama : Nadia Nur Safitri
Npm: 2213053275
Analisis Soal 2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab:
1.) Pada sila pertama Pancasila "Ketuhanan Yang Maha Esa"
Sila Pertama ini menunjukkan adanya konsep mengenai keberadaan Tuhan Yang Maha Esa yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik.
2.) Pada sila kedua Pancasila "Kemanusiaan yang adil dan beradab"
Sila Kedua ini jelas menunjukkan adanya konsep mengenai manusia yang utuh.keutuhannya, ada 2 yaitu rohani dan jasmani.Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal.Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal(rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo“Cogito ergo sum".
Npm: 2213053275
Analisis Soal 2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab:
1.) Pada sila pertama Pancasila "Ketuhanan Yang Maha Esa"
Sila Pertama ini menunjukkan adanya konsep mengenai keberadaan Tuhan Yang Maha Esa yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik.
2.) Pada sila kedua Pancasila "Kemanusiaan yang adil dan beradab"
Sila Kedua ini jelas menunjukkan adanya konsep mengenai manusia yang utuh.keutuhannya, ada 2 yaitu rohani dan jasmani.Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal.Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal(rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo“Cogito ergo sum".
3.) Pada sila ketiga Pancasila "Persatuan Indonesia"
Keharusan menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia,menunjukka adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma dan etnosentrisma (Jacob, 2006).
Keharusan menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia,menunjukka adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma dan etnosentrisma (Jacob, 2006).
4.) Pada sila keempat Pancasila "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan"
Sila ini menunjukkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat
dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik dengan cara vertikal kepada Tuhan Yang Maha Esa ataupun dengan cara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas
dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Jadi dia akan semakin bijaksana.
5.)Pada sila Kelima Pancasila " Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia "
Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya,yaitu masyrakat Indonesia,yang berkarakter komunalistik-religius.Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positivisme (Sudjito, 2007).
Sila ini menunjukkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat
dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik dengan cara vertikal kepada Tuhan Yang Maha Esa ataupun dengan cara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas
dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Jadi dia akan semakin bijaksana.
5.)Pada sila Kelima Pancasila " Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia "
Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya,yaitu masyrakat Indonesia,yang berkarakter komunalistik-religius.Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positivisme (Sudjito, 2007).
Prosesnya dalam persaingan global yaitu dapat dengan mudah nya ideologi luar bisa masuk tanpa batasan-batasan negara, gaya hidup dan segala informasi yang masuk. jadi ,kita harus meyakini nilai pancasila dan menjadikannya sebagai acuan dalam berolah ilmu, dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab: Harapan saya tentang model pemimpin di indonesia sekarang dan masa mendatang yaitu pemimpin jujur dalam segala sikap, tanggung jawab dalam segala amanah yang di berikan, dan adil serta bijaksana dalam memutuskan segala sesuatu. Karena pemimpin yang baik pasti akan mengayomi dan mensejahterakan rakyatnya. Serta mampu menjadi contoh dari pengimplementasian dari nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari.