Posts made by NADIA NUR SAFITRI 2213053275

Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis jurnal

Judul Jurnal : Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja
Tahun Terbit : 2010
Penulis : H. Wanto Rivaie
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humoniora
Kata Kunci : Nilai Moral, Sosial Budaya, Indonesia

Dalam tulisannya, H. Wanto Rivaie menekankan pentingnya pembinaan nilai moral, sosial, dan budaya di kalangan remaja Indonesia. Beliau menyoroti kelangkaan sentuhan kasih sayang dan perhatian dari orang tua, yang menjadi faktor penyebab munculnya berbagai masalah remaja seperti kenakalan, tawuran, dan penggunaan narkoba. Selanjutnya beliau menekankan perlunya pendidikan yang fokus pada aspek afektif dan perilaku yang luhur.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran orang tua dalam membina anak sangatlah penting. Kelangkaan perhatian dan kasih sayang dapat berdampak negatif pada perkembangan remaja, yang kemudian dapat mendorong mereka menuju perilaku negatif seperti kenakalan dan penggunaan narkoba. Oleh karena itu, pendidikan perlu memperhatikan aspek emosional dan perilaku agar generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan berakhlaq mulia.Selain itu, penting untuk menekankan aspek afektif dan perilaku yang positif dalam pendidikan agar remaja dapat tumbuh dan berkembang dengan baik secara moral, sosial, dan budaya.
Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis Jurnal

Judul Jurnal : Penerapan Nilai Moral Pancasila Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi Di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah
Penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo
Tahun Terbit : 2022
Nama Jurnal : Jurnal Pemimpin Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan
Kata Kunci : Nilai Moral Pancasila, Generasi dan Anti Korupsi

Jurnal ini membahas terkait penerapan Pendidikan Moral Pancasila di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila serta menjadi standar baik atau buruknya perilaku manusia.Generasi muda saat ini cenderung rentan terhadap penurunan nilai moral Pancasila, yang kemudian dapat berkontribusi terhadap peningkatan kasus korupsi. Oleh karena itu, pendidikan moral Pancasila dianggap sangat penting.Dengan menerapkan metode sosialisasi pada anak sekolah dasar, diharapkan nilai-nilai moral Pancasila dapat tumbuh sejak dini, mengurangi kecenderungan korupsi, dan membangun generasi emas yang memegang budaya anti korupsi. Sehingga dapat di simpulkan bahwa penanaman nilai moral pancasila dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas yang akan membawa budaya anti korupsi sejak usia dini. Jadi, Penerapan nilai moral Pancasila di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah untuk menciptakan generasi yang anti korupsi.
Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 3G

Pendidikan nilai dan moral memiliki peran yang sangat penting dan sangat perlu dalam pembentukan karakter individu .Salah satu teori yang relevan adalah teori etika deontologi, yang berfokus pada kewajiban dan tindakan yang baik dalam diri individu. Melalui pendidikan nilai dan moral, sekolah berperan penting dalam mengajarkan kepada siswa tentang kewajiban moral, seperti kejujuran, disiplin, dan empati. Terapannya di sekolah adalah suatu keharusan, mengingat sekolah adalah salah satu tempat utama di mana anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya. Fungsi utama dari pendidikan nilai dan moral di sekolah adalah untuk membantu peserta didik mengembangkan kesadaran tentang nilai-nilai moral, etika, dan prinsip-prinsip yang akan membimbing mereka dalam membuat keputusan yang baik dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat, kemampuan berempati, dan kesiapan untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.

Untuk mempelajari nilai dan moral di sekolah, peserta didik perlu aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Mereka harus membuka diri terhadap nilai-nilai yang diajarkan oleh pendidik dan mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat juga penting. Teori sosiologi fungsionalisme menekankan pentingnya berbagai institusi dalam membentuk individu. Keluarga berperan sebagai agen sosialisasi pertama, sementara sekolah dan masyarakat juga memberikan kontribusi dalam membentuk nilai dan moral peserta didik. Oleh karena itu, peserta didik harus berusaha memahami nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga dan masyarakat, serta bersedia untuk belajar dan beradaptasi sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah. Dengan demikian, pendidikan nilai dan moral di sekolah dapat menjadi landasan kuat bagi perkembangan karakter yang baik pada generasi masa depan.
Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 3G

Analisis Jurnal

 Identitas Jurnal
•Judul Jurnal : Pendidikan Nilai dan Moral Dalam Sistem Kurikulum Pendidikan Di Aceh
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan kewarganegaraan
•Volume : 9
•Nomor : 3
•Halaman : 710-724
•Tahun Terbit : 2021
•Nama Penulis : Iwan Fajri1, Rahmat2, Dadang Sundawa3, Mohd Zailani Mohd Yusoff
•Kata kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

Hasil Analisis Jurnal
Penekanan pada Pendidikan Islami, Pemerintah Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015, yang mengubah Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Ini menunjukkan penekanan yang kuat pada pendidikan Islami di Aceh.Pendekatan Islami dalam Pendidikan, Semua satuan pendidikan di Aceh didasarkan pada ajaran Islam. Sistem pengelolaan madrasah menunjukkan transparansi, akuntabilitas, keteladanan, pengembangan budaya berorientasi Islami, dan penerapan kurikulum Islami sesuai dengan Qanun.

Pendidikan Nilai dan Moral Pendidikan nilai dan moral di Aceh tidak hanya mengikuti pedoman nasional, tetapi juga berdasarkan pada penerapan melalui kurikulum Islami yang sesuai dengan hukum setempat. Budaya Islami dan Syariat Islam, Proses pembelajaran di Aceh didasarkan pada budaya Islami yang berlandaskan syariat Islam di Aceh, menunjukkan keterkaitan yang erat antara pendidikan, agama, dan budaya di wilayah tersebut.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum 1

by NADIA NUR SAFITRI 2213053275 -
Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 3G

1. Pembelajaran pendidikan nilai dan moral diajarkan di sekolah dasar dapat di implementasikan melalui kegiatan upacara atau acara sekolah acara-acara seperti peringatan Hari Kartini, Hari Pahlawan, atau perayaan hari besar lainnya dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengajarkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan sejarah. Kerja kelompok, seperti permainan peran atau proyek kelompok, dapat digunakan untuk mengajarkan kerja sama, toleransi, dan nilai-nilai sosial lainnya. Kemudian dapat melalui contoh kita sebagai seorang pendidik, kita sendiri harus menjadi contoh/teladan yang baik dalam menunjukkan nilai-nilai moral. Tindakan pendidik sehari-hari dapat menjadi contoh bagi peserta didik yang melihatnya. Pembelajaran tersebut dapat membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai moral yang penting dalam pembentukan karakter mereka.

2. Pendidikan memberikan pengetahuan mengenai pendidikan nilai dan moral kepada peserta didik melalui berbagai metode dan komponen dalam kurikulum .Kurikulum Sekolah biasanya memiliki kurikulum yang mencakup pelajaran khusus tentang nilai dan moral. Ini dapat mencakup mata pelajaran seperti Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, atau bahkan pelajaran khusus tentang etika dan moral. Bisa juga dengan contoh nyata, Peserta didik seringkali diberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari yang menghadirkan dilema moral yang membantu mereka memahami bagaimana nilai-nilai diterapkan dalam situasi nyata serta Pengembangan Karakter,Pendidikan juga berfokus pada pengembangan karakter secara keseluruhan yang mencakup pembelajaran tentang sikap seperti integritas, empati, kejujuran, dan tanggung jawab.Dengan demikian, pendidikan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai moral, yang membantu peserta didik dalam mengembangkan landasan moral yang kuat untuk menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

3.Beberapa contoh hal yang sering dilakukan oleh peserta didik terkait penerapan pendidikan nilai dan moral yaitu Kejujuran, Peserta didik menghindari mencontek atau berbohong saat mengerjakan ujian atau tugas sekolah. Mereka mengakui kesalahan jika terjadi dan tidak berusaha untuk menyalahkan orang lain.Kerja Keras, Peserta didik menunjukkan usaha maksimal dalam pembelajaran mereka. Mereka belajar dengan tekun dan melakukan tugas-tugas mereka dengan sungguh-sungguh.Empati, Peserta didik menunjukkan empati terhadap teman-teman mereka yang mengalami kesulitan atau masalah. Mereka mencoba untuk memahami perasaan orang lain. Toleransi dan Menghormati Perbedaan, Peserta didik menghargai perbedaan budaya, agama, dan pandangan dalam kelompok mereka. Mereka tidak mendiskriminasi atau membully teman-teman yang berbeda.Pendidikan bertujuan untuk membantu mereka menginternalisasi nilai-nilai ini sehingga dapat dijalani dalam kehidupan sehari-hari mereka.