Posts made by NADIA NUR SAFITRI 2213053275

Nama : Nadia Nut Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis Jurnal 2

Jurnal dengan judul "Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi" oleh penulis Hidayat membahas dampak globalisasi terhadap transformasi nilai-nilai dalam masyarakat Indonesia. Penulis menyoroti perubahan dalam kesadaran individu, dengan semakin tingginya kesadaran akan hak-hak pribadi, individualisme yang meningkat, permisifitas, dan penurunan nilai-nilai moral. Permasalahan utama yang dihadapi adalah krisis pendidikan nilai di Indonesia.
Salah satu permasalahan yang di bahas oleh penulis adalah pendidikan nilai yang sering dilakukan dengan pendekatan kognitif, tanpa mencapai kedalaman perasaan atau pengalaman nilai yang otentik. Hal ini mengakibatkan sikap dan perilaku anak didik yang tidak memiliki akar dalam nilai-nilai yang seharusnya mereka anut. Tidak mungkin untuk menghentikan pengaruh globalisasi atau mengalihkan perhatian generasi muda dari tren nilai-nilai yang sedang berlaku. Namun, yang bisa dilakukan adalah mendampingi dan mendorong mereka untuk menjalani kehidupan yang bijak dengan menggunakan nalar dan hati. Dengan memiliki nalar dan hati yang baik, diharapkan mereka akan mampu mempertimbangkan tindakan, perilaku, dan keputusan mereka secara lebih mendalam. Penulis juga menekankan tanggung jawab individu, terutama pendidik, untuk mengajarkan dan mendidik anak didik secara bertanggungjawab. Ini termasuk mengajarkan mereka untuk menggunakan nalar dan hati dengan baik melalui berbagai aktivitas yang mendewasakan. Selain itu, anak-anak harus dibekali dengan nilai-nilai seperti norma, agama, rasa nasionalisme, dan nilai-nilai luhur bangsa untuk melindungi mereka dari dampak negatif globalisasi.

Pentingnya pendidikan nilai yang lebih dalam dan otentik dalam menghadapi dampak globalisasi di Indonesia, serta tanggung jawab individu, terutama pendidik, dalam membentuk generasi muda yang bijak dan berakar pada nilai-nilai yang kuat.
Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal
•Judul Jurnal : Pendidikan Nilai dan Moral Dalam Sistem Kurikulum Pendidikan Di Aceh
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan kewarganegaraan
•Volume : 9
•Nomor : 3
•Halaman : 710-724
•Tahun Terbit : 2021
•Nama Penulis : Iwan Fajri1, Rahmat2, Dadang Sundawa3, Mohd Zailani Mohd Yusoff
•Kata kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

Hasil Analisis Jurnal
Dari Jurnal tersebut dapat di analisis bahwa Penekanan pada Pendidikan Islami, Pemerintah Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015, yang mengubah Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Ini menunjukkan penekanan yang kuat pada pendidikan Islami di Aceh.Pendekatan Islami dalam Pendidikan, Semua satuan pendidikan di Aceh didasarkan pada ajaran Islam. Sistem pengelolaan madrasah menunjukkan transparansi, akuntabilitas, keteladanan, pengembangan budaya berorientasi Islami, dan penerapan kurikulum Islami sesuai dengan Qanun.

Pendidikan Nilai dan Moral Pendidikan nilai dan moral di Aceh tidak hanya mengikuti pedoman nasional, tetapi juga berdasarkan pada penerapan melalui kurikulum Islami yang sesuai dengan hukum setempat. Budaya Islami dan Syariat Islam, Proses pembelajaran di Aceh didasarkan pada budaya Islami yang berlandaskan syariat Islam di Aceh, menunjukkan keterkaitan yang erat antara pendidikan, agama, dan budaya di wilayah tersebut.
Nama : Nadia Nut Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis Video 2

Video tersebut mengangkat isu kekerasan di lingkungan sekolah yang merupakan masalah serius. Kasus kekerasan terkadang muncul dari hal-hal sepele, dengan konsekuensi yang sangat serius, bahkan bisa mengancam nyawa anak-anak. Yang lebih mengkhawatirkan, kekerasan ini terjadi di lingkungan sekolah, menunjukkan kelalaian dalam pengawasan anak-anak. Salah satu contoh yang disorot adalah viralnya duel siswa SD di Garut, yang menggemparkan dunia pendidikan. Tercatat ada sejumlah kasus penganiayaan anak oleh teman sebaya dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mengatasi masalah ini, perlu meningkatkan pendidikan dan kesadaran tentang hak anak, serta mengimplementasikan tindakan preventif dan pengawasan yang lebih baik di sekolah demi menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman.
Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis Video

The Trolley Problem oleh Philippa Foot mengangkat pertanyaan mendasar tentang etika dan nilai moral. Eksperimen ini memaksa kita untuk mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan moral, apakah itu berdasarkan pada prinsip tertentu atau pada hasil akhirnya. Hal ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita mengaplikasikan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari.
Penting untuk diingat bahwa dalam kasus Trolley Problem, tidak ada jawaban yang benar atau salah secara mutlak. Sebaliknya, hal ini memunculkan diskusi tentang berbagai sudut pandang etika yang dapat dipertimbangkan dalam situasi yang sulit. Namun, penting juga untuk diwaspadai bahwa moral tidak boleh disalahgunakan atau dimanipulasi oleh pihak-pihak yang berkuasa untuk kepentingan mereka sendiri.Penting bagi masyarakat untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai moral dan etika, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang bermakna dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, tanpa terjebak dalam penyalahgunaan oleh penguasa atau kekuatan yang lain.
Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 3G

Dari video tersebut, Setiap sila terdapat nilai-nilai yang bisa kita teladani dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai berikut :
- Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa : Menghormati dan mengakui keberadaan Tuhan, serta menjalankan kehidupan spiritual yang sesuai dengan keyakinan masing-masing. Hal ini mencakup kewajiban beragama, menghormati keberagaman kepercayaan, dan menjaga toleransi antaragama.
- Sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab : Memperlakukan semua orang dengan hormat, adil, dan beradab. Menghormati hak asasi manusia, menjunjung tinggi martabat manusia, serta berperilaku empati dan peduli terhadap sesama.
- Sila ketiga Persatuan Indonesia : Memupuk semangat persatuan, membangun kebersamaan, dan menghargai keragaman budaya dan suku bangsa di Indonesia. Menghindari sikap dan tindakan yang dapat memecah belah persatuan.
- Sila keempat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan : Menghormati dan mematuhi hukum serta proses demokrasi. Berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan yang bersifat kolektif dan menghormati wakil rakyat.
- Sila kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Mengupayakan penyaluran sumber daya dan kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat. Membantu mereka yang membutuhkan dan memperjuangkan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan.

Terdapat cara agar seseoarang dapat meneladani dan menerapkan nilai nilai tersebut apa lagi saat ini di era modern yang sangat terasa sudah terkikisnya nilai, moral, etika dilingkungan generasi muda yaitu melalui Pendidikan dan Pembinaan Karakter dengan mendorong sistem pendidikan yang memasukkan pembinaan karakter sebagai bagian integral dari kurikulum, membantu generasi muda memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila.lalu, Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan yaitu dengan mengajak generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan untuk mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan.Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah suatu proses yang memerlukan kesadaran, kesungguhan, dan upaya kolektif dari seluruh masyarakat. Dengan mempraktikkan dan memperkenalkan nilai-nilai ini, kita dapat membentuk masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan berkeadilan.