Kiriman dibuat oleh NADIA NUR SAFITRI 2213053275

Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis jurnal 1

Identitas Jurnal
Judul Jurnal : Pendidikan Moral di Sekolah
Penulis Jurnal : Rukiyati
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor dan Tahun : No. 1. Maret 2017

Dalam jurnal ini membahas pentingnya pelaksanaan pendidikan moral di sekolah untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Meskipun orang tua memiliki peran utama dalam mendidik moral anak, guru di sekolah juga memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter peserta didik. Keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa anak-anak muda mendapatkan pendidikan moral yang baik dan sekaligus berkembang secara intelektual, sehingga terbentuk generasi muda yang unggul. Tujuan ini sejalan dengan pandangan Aristoteles mengenai tujuan utama dari pendidikan.

Pendidikan moral di sekolah haruslah dirancang secara komprehensif, mencakup berbagai aspek seperti pendidik, materi, metode, dan evaluasi. Hal ini penting agar hasil dari pendidikan moral ini dapat dicapai secara optimal. Pendekatan yang komprehensif memungkinkan untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan siswa, mulai dari nilai-nilai moral hingga perkembangan intelektual mereka.

Oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa pentingnya pendidikan moral di sekolah serta peran penting dari pendidik bahwasannya pendidikan moral haruslah dirancang dengan baik dan komprehensif untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis video 4
“Etika dan moral dalam keluarga dan pembelajaran daring”.
Video ini membahas pentingnya etika dan moral dalam keluarga serta pembelajaran daring di era modernisasi dan globalisasi. Dalam video tersebut menyebutkan bahwa zaman sekarang memungkinkan akses mudah terhadap informasi dan memantau kehidupan orang lain melalui media sosial. Sebagai generasi muda, kita harus memahami perbedaan antara perilaku yang baik dan buruk untuk membangun masa depan sebagai penerus bangsa Indonesia.

Secara etimologi, moral berasal dari bahasa Latin "MOS" yang berarti kebiasaan atau adat. Dalam KBBI, moral diartikan sebagai aturan kesusilaan yang mengenai baik buruk, benar, atau salah. Etika, menurut Drs. H. Burhanuddin Salam, adalah cabang ilmu filsafat yang membahas nilai dan norma yang membentuk perilaku manusia sehari-har.Tiga persamaan antara etika dan moral, yaitu keduanya mengacu pada perbuatan, tingkah laku, dan sifat seseorang; keduanya adalah prinsip atau aturan hidup manusia; dan keduanya tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan, melainkan merupakan potensi positif yang bisa dikembangkan melalui pendidikan, pembiasaan, keteladanan, dan dukungan lingkungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Keluarga adalah tempat pertama di mana nilai-nilai etika dan moral diajarkan kepada anak. Di lingkungan keluarga, pentingnya aturan dan nilai seperti keagamaan, sopan santun, dan kejujuran diperkenalkan. Selain keluarga, sekolah juga memegang peran penting dalam menanamkan etika dan moral pada anak, dengan adanya tata tertib yang mengontrol perilaku peserta didik.Selama masa pandemi COVID-19, pembelajaran daring menjadi kebutuhan utama. Pentingnya etika dalam pembelajaran online, termasuk aspek sopan santun. Memberikan contoh etika berkomunikasi yang baik dalam proses pembelajaran daring, seperti memperhatikan waktu, menggunakan bahasa yang sopan, fokus pada pokok pembahasan, dan mengucapkan terima kasih saat mengakhiri pesan. Hal ini mencerminkan pentingnya mempertahankan norma dan nilai dalam situasi yang berubah agar dapat beradaptasi. Yang seharusnya sebagai generasi muda harus tetap mengedepankan etika dan moral dalam berkomunikasi.
Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis video 3
Video "MATERI 8 FUNGSI KELUARGA MENERAPKAN DAN MENANAMKAN NILAI MORAL DALAM KELUARGA"

1. Fungsi Agama
- Nilai moral: keimanan, ketakwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, kerajinan, kesalehan, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, kasih sayang.
2. Fungsi Sosial Budaya
- Nilai moral: gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, kebangsaan.
3. Fungsi Cinta Kasih
- Nilai moral: empati, keakraban, keadilan, pemaaf, kesetiaan, pengorbanan, suka menolong, bertanggung jawab.
4. Fungsi Perlindungan
- Nilai moral: pemaaf, tanggap, ketabahan.
5. Fungsi Reproduksi
- Nilai moral: bertanggung jawab, kesehatan, keteguhan.
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
- Nilai moral: percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kerajinan, kreativitas, bertanggung jawab, bekerja sama.
7. Fungsi Ekonomi
- Nilai moral: hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, keuletan.
8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
- Nilai moral: kebersihan, kedisiplinan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa keluarga memegang peran penting dalam menanamkan dan menerapkan nilai-nilai moral kepada anggota keluarga. Setiap fungsi keluarga memiliki kontribusi yang berbeda dalam membentuk karakter dan moral individu, sehingga membentuk fondasi kuat untuk kehidupan yang beretika.
Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis video 2

Dalam video yang berjudul "Pendidikan Moral Anak Sekolah" menggambarkan seorang siswa yang menunjukkan perilaku yang buruk dan kurang sopan di sekolah. Tindakannya, seperti menciptakan keonaran, mengganggu guru, bahkan tidak membantu saat guru mengalami kesulitan, dan menghasut temannya untuk perilaku yang tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol, menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki kurangnya akhlak dan moral yang baik.

Guru sebagai pendidik, memiliki tanggung jawab untuk meluruskan perilaku siswanya yang berbuat salah. Mereka memberikan nasihat dan pengajaran tentang pentingnya berperilaku sopan dan santun terhadap sesama manusia dan terutama guru.Sebagai siswa, sudah seharusnya kita menunjukkan sikap yang baik dan santun terhadap orang lain, terutama terhadap guru yang berperan penting dalam proses pendidikan. Jika sulit untuk berbuat baik, setidaknya kita tidak seharusnya menghasut orang lain untuk berbuat hal yang tercela.

Pendidikan nilai dan moral merupakan suatu hal yang sangat penting dan perlu diajarkan pada peserta didik.Dengan pendidikan nilai dan moral dapat membantu membentuk peserta didik dengan berkarakter baik dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain secara sopan dan santun dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G

Tanggapan saya terkait perbedaan kriteria nilai hardskill dan kriteria softskill yaitu Hardskill adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan teknis atau keterampilan yang bersifat konkret yang dapat diajarkan dan diukur dengan jelas,misalnya keahlian teknis atau pengetahuan tentang suatu bidang tertentu. Softskill adalah kualitas pribadi yang memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain dan situasi, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan adaptabilitas. Softskill lebih menyangkut aspek interpersonal dan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai situasi.Perbedaannya adalah hardskill lebih terfokus pada pengetahuan dan keterampilan teknis, sementara softskill lebih menekankan pada sifat-sifat pribadi dan kemampuan interpersonal. Dalam konteks pekerjaan, hardskill seringkali diperlukan untuk melakukan tugas tertentu, sedangkan softskill sangat penting dalam membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja, pelanggan, dan atasan.
Jadi, dapat di simpulkan kalau hardskill lebih ke keterampilan teknis yang bisa diukur sedangkan softskill itu lebih ke sifat dan cara kita berinteraksi dengan orang lain.