Kiriman dibuat oleh NADIA NUR SAFITRI 2213053275

Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis video 4
Judul Video: "Film pendek korupsi - Pelajar Anti Korupsi"

Dari video tersebut dapat di analisis bahwa Film pendek ini merupakan sebuah karya yang bertujuan untuk menyampaikan pesan anti korupsi kepada para pelajar. Film ini mengisahkan tentang Hanafi, seorang siswa SMK Negeri 3 Wonosari, yang memiliki kebiasaan mengkorupsi uang fotokopi tugas.Kita dapat melihat bahwa setiap tindakan korupsinya, meskipun hanya kasus kecil seperti mengkorupsi uang sebesar 5 ribu rupiah, tetaplah salah dan harus dihindari.
Namun, Hanafi tidak menyadari bahwa perbuatannya itu adalah salah dan merugikan orang lain. Suatu hari, ia merasakan sakit perut setelah mengkonsumsi makanan yang dibeli dengan uang korupsi. Temanny bernama Bayu, memberitahukan bahwa uang korupsi itu adalah haram dan dapat menyebabkan penyakit. Hanafi pun tersadar dan menyesali perbuatannya. Ia berjanji untuk mengembalikan uang yang ia korupsi dan tidak mengulanginya lagi.
Oleh karena itu, dalam rangka pencegahan kasus korupsi terjadi lagi seharusnya pendidikan moral dan kejujuran harus ditanamkan sejak dini terutama pada generasi muda seperti pelajar di sekolah.
Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis video 3
Judul video "Pantesan Negaranya Cepat Berkembang! Begini Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia"

Dapat di analisis bahwa terlihat perbedaan yang sangat signifikan antara sistem pendidikan di negara Jepang dengan negara Indonesia. Salah satu perbedaan yang sangat mencolok adalah tata kelola sistem kurikulumnya. Di Jepang, para peserta didik diajarkan untuk bertanggung jawab atas kebersihan kelas mereka, sedangkan di Indonesia hal tersebut tidak ditekankan di sistem kurikulum pendidikan. Pendekatan terhadap proses makan juga berbeda, di mana di Jepang, sistem pendidikan mengatur para siswanya untuk mengatur makanan mereka dengan baik dalam hal menu, gizi, serta cara dalam makan. Sedangkan di Indonesia, tidak ada aturan terkait tata kelola makan di sekolah. Ada juga perbedaan terkait mata pelajaran, di mana di Indonesia memiliki mata pelajaran yang beragam dan berulang-ulang, sedangkan di Jepang memiliki sistem pendidikan dengan mata pelajaran yang sedikit dan dijadwalkan pada hari tertentu. Di Indonesia terdapat sistem ujian untuk menaikkan tingkat kelas, sedangkan di Jepang, siswa tidak diberikan ujian pada tiga tahun pertama pendidikan dengan fokus pada pembelajaran karakter, misalnya sopan santun dan tolong-menolong. Dalam hal minat baca, Jepang sangat menjadikan membaca buku sebagai kegiatan yang harus dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, dan karena itu minat baca siswa di negeri Jepang sangat tinggi. Perlengkapan sekolah juga berbeda, di mana di Jepang, perhatian diberikan pada perlengkapan sekolah para muridnya, sedangkan di Indonesia seragam sekolah dapat beragam sehingga menyebabkan kesenjangan.
Meskipun pendidikan di Jepang dipandang sebagai sistem pendidikan terbaik di dunia, namun downside-nya adalah tekanan belajar yang sangat mengerikan yang bahkan terdapat kasus bunuh diri yang sangat tinggi di negara tersebut. Kesimpulannya perbedaan sistem pendidikan didasarkan pada budaya masyarakat setempat dan kultur yang menjadi ciri khas masyarakat tersebut.
Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis video 2
Judul Video "Potret Pendidikan di Dusun Terpencil"

Analisis video tersebut yaitu mengenai kondisi pendidikan yang sangat memprihatinkan di SD Negeri Glak, sebuah dusun terpencil di Lampung. Video ini menunjukkan bagaimana para siswa harus belajar di teras kelas, tanpa ruang kelas yang layak, tanpa perpustakaan, dan tanpa jaringan telekomunikasi. Hanya memiliki 6 ruangan, namun hanya ada 5 ruangan yang dapat digunakan untuk ruang kelas dan sisanya adalah ruangan guru. Tidak hanya itu, para peserta didik yang bersemangat untuk belajar harus berjalan kaki membutuhkan waktu hingga 2 km untuk menuju ke sekolah, dan pada saat pandemi Covid-19, mereka tidak bisa melakukan kegiatan pembelajaran daring karena wilayahnya belum tersentuh jaringan telekomunikasi. Hal ini menyebabkan sekolah ini harus melakukan kegiatan pembelajaran di bawah pohon saat pagi hari dan tidak dapat mengadakan kegiatan belajar mengajar saat hujan turun. Dalam video tersebut terlihat bahwa pihak sekolah sangat berharap kepada pemerintah untuk dapat membantu dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan bagi para peserta didik, seperti ruang kelas yang memadai dan perpustakaan. Secara tidak langsung, video ini mengkritik ketidakpedulian pemerintah terhadap pendidikan di daerah terpencil, dan meminta agar pemerintah segera menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh sekolah ini.Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang baik dan layak serta pemerintah harus memperhatikan kondisi pendidikan di daerah terpencil.
Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis video 1
Judul video "Sepenggal Cerita Pengajar di Pelosok Kalimanta- Lentera Indonesia"

Dalam video tersebut memperlihatkan gambaran yang sangat jelas mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para pendidik yang berada di daerah terpencil di Indonesia. Video ini bercerita tentang pengalaman Martencis Siregar, seorang pengajar muda dari gerakan Indonesia Mengajar, yang mengajar di Desa Tanjung Matik Nunukan, Kalimantan Utara. Dia menghadapi berbagai masalah, seperti kurangnya minat baca dan pernikahan usia dini. Melalui video ini, kita bisa melihat betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak di pedesaan dan bagaimana para pendidik harus bersabar dan berusaha keras untuk membantu anak-anak ini mencapai masa depan yang lebih baik. Para pendidik yang bekerja di daerah terpencil harus menghadapi berbagai tantangan, tetapi mereka juga menemukan cara untuk membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan menarik, dengan menggunakan metode kreatif yang sesuai dengan budaya dan lingkungan di mana mereka bekerja.
Dengan melihat video ini, kita bisa memahami betapa pentingnya peran pendidik dalam membawa cahaya bagi anak-anak di pedesaan. Semoga video ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mendukung pendidikan di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil yang membutuhkan bimbingan dan bantuan lebih banyak lagi.
Nama : Nadia Nur Safitri
NPM : 2213053275
Kelas : 3G
Analisis jurnal 2

Identitas Jurnal
Judul : Proses Pendidikan Nilai Moral
Di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya
Mengatasi Kenakalan Remaja
Volume, Nomor, Dan Halaman:Volume 12, Nomor 1, Halaman 41-54
Tahun : 2014
Penulis: Fahrudin

Keluarga dianggap sebagai institusi pendidikan utama bagi anak, di mana proses interaksi dan sosialisasi berlangsung sepanjang masa. Orang tua memiliki peran kunci dalam memberikan contoh tauladan yang baik kepada anak-anak mereka.Moral dianggap sebagai aspek penting bagi individu, masyarakat, bangsa, dan umat. Kualitas moral suatu bangsa dianggap mempengaruhi keberhasilan dan kehormatan bangsa tersebut. Oleh karena itu, pendidikan moral di keluarga, sekolah, dan masyarakat dianggap penting.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kemerosotan moral termasuk kurangnya nilai-nilai keimanan yang ditanamkan pada anak, lingkungan masyarakat yang tidak sehat, kurangnya implementasi pendidikan moral di berbagai institusi, kondisi rumah tangga yang tidak baik, serta pengaruh negatif dari obat-obatan terlarang dan budaya yang merusak generasi muda.Pembinaan agama di dalam keluarga dianggap kunci dalam mendidik nilai moral dan keimanan pada anak-anak. Hal ini mencakup penanaman pendidikan keimanan, pendidikan moral, dan menciptakan suasana harmonis di rumah tangga.

Oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa lingkungan keluarga memegang peran penting dalam mendidik nilai moral, terutama nilai keagamaan, karena di sinilah anak pertama kali menerima pendidikan yang akan mempengaruhi perkembangan mereka pada tahap selanjutnya dan nilai keagamaan juga sebagai pondasi akhlak mereka agar menjadi generasi yang baik, berkarakter dan bermoral.