Nama : Septiana Sabila
NPM : 2213053105
Kelas : 3F
Analisis Jurnal 2
" PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA”
Dianggap tepat untuk melaksanakan pendidikan nilai secara komprehensif, karena kehidupan saat ini semakin rumit dan perubahan di segala bidang kehidupan terjadi dengan sangat cepat. Dari segi materi, pendidikan nilai-nilai dan moral bangsa Indonesia sudah cukup lengkap, namun masih banyak kelemahan yang perlu diatasi dari segi metode dan strategi. Juga pendidikan dan moral berfokus pada perkembangan kognitif . Tingkat yang rendah harus dibarengi dengan tingkat perkembangan kognitif yang tinggi hingga siswa mempunyai keterampilan untuk secara mandiri mengambil keputusan moral yang tepat, tingkat komitmen yang tinggi untuk menindaki keputusan moral tersebut, dan kebiasaan melakukan tindakan moral. Dengan kata lain pendidikan nilai dan moral harus mampu mengembangkan 8 departemen secara komprehensif yang meliputi pengembangan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih fokus harus direformasi secara holistik. suatu pendekatan yang melibatkan penyemaian (implantasi). ) nilai dan akhlak, mencontohkan nilai dan akhlak (imitasi), mendorong terbentuknya nilai dan akhlak (favorability), dan mengembangkan keterampilan (development) untuk mencapai kehidupan pribadi yang damai dan kehidupan sosial yang konstruktif.
Titik tolak pendidikan moral adalah menjadikan peserta didik memahami konsep “moralitas”. Hal ini dapat dimulai dengan pemahaman tentang tradisi moral. Dengan kata lain, salah satu bagian dari pendidikan moral di Indonesia adalah membantu generasi muda untuk memahami tradisi moral masyarakat Indonesia. Kami membantu mereka memahami (dan mengkritik) tradisi politik dan hukum di Indonesia. Kemudian mendalami konsep-konsep abstrak seperti keadilan, keadilan, kepatutan, benar dan salah—konsep-konsep yang menjadi dasar hukum daerah. Perlu juga dikaji kontribusi agama terhadap pembentukan tradisi moral, karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius.
NPM : 2213053105
Kelas : 3F
Analisis Jurnal 2
" PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA”
Dianggap tepat untuk melaksanakan pendidikan nilai secara komprehensif, karena kehidupan saat ini semakin rumit dan perubahan di segala bidang kehidupan terjadi dengan sangat cepat. Dari segi materi, pendidikan nilai-nilai dan moral bangsa Indonesia sudah cukup lengkap, namun masih banyak kelemahan yang perlu diatasi dari segi metode dan strategi. Juga pendidikan dan moral berfokus pada perkembangan kognitif . Tingkat yang rendah harus dibarengi dengan tingkat perkembangan kognitif yang tinggi hingga siswa mempunyai keterampilan untuk secara mandiri mengambil keputusan moral yang tepat, tingkat komitmen yang tinggi untuk menindaki keputusan moral tersebut, dan kebiasaan melakukan tindakan moral. Dengan kata lain pendidikan nilai dan moral harus mampu mengembangkan 8 departemen secara komprehensif yang meliputi pengembangan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih fokus harus direformasi secara holistik. suatu pendekatan yang melibatkan penyemaian (implantasi). ) nilai dan akhlak, mencontohkan nilai dan akhlak (imitasi), mendorong terbentuknya nilai dan akhlak (favorability), dan mengembangkan keterampilan (development) untuk mencapai kehidupan pribadi yang damai dan kehidupan sosial yang konstruktif.
Titik tolak pendidikan moral adalah menjadikan peserta didik memahami konsep “moralitas”. Hal ini dapat dimulai dengan pemahaman tentang tradisi moral. Dengan kata lain, salah satu bagian dari pendidikan moral di Indonesia adalah membantu generasi muda untuk memahami tradisi moral masyarakat Indonesia. Kami membantu mereka memahami (dan mengkritik) tradisi politik dan hukum di Indonesia. Kemudian mendalami konsep-konsep abstrak seperti keadilan, keadilan, kepatutan, benar dan salah—konsep-konsep yang menjadi dasar hukum daerah. Perlu juga dikaji kontribusi agama terhadap pembentukan tradisi moral, karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius.