Posts made by Septiana Sabila 2213053105

Nama : Septiana Sabila
Npm : 2213053105
Analisis Video 3
Pendidikan nilai dan moral di masyarakat
Kesimpulan yang dapat diambil dari video tersebut adalah pendidikan moral adalah pendidikan yang bukan mengajarkan tentang akademik saja, namun non akademik juga. Khususnya sikap dan perilaku sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.Pendidikan moral sangat perlu bagi manusia, karena melalui pendidikan, perkembangan moral diharapkan mampu berjalan dengan baik, serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri. Etika dan moral merupakan bagian penting dari setiap individu. Dengan adanya etika dan moral, kita dapat menjaga keharmonisan sosial dan terlindungi dari kejahatan. Etika berlaku dalam kelompok sosial, sedangkan moral bersifat lebih individual.
Nama : Septian sabila
Npm: 2213053105
Analisis Video 2
Masalah remaja saat ini

1. Masalah Penampilan Fisik dan Media Sosial
Titik awal munculnya permasalahan remaja adalah ketakutan yang berlebihan jika mereka tidak diterima oleh suatu kelompok. Pada dasarnya, remaja perlu untuk merasa diterima di satu kelompok. Padahal, standar mengenai penampilan itu memang tidak tertulis tetapi mereka rasakan. Remaja cenderung fokus pada penampilan fisik dan penampilan di media sosial.
Beberapa permasalahan remaja terkait penampilan fisik dapat membuat kecemasan yang berpotensi berbahaya. Masalah remaja berikutnya adalah lebih kepada faktor yang menyebabkan penampilan para remaja menjadi hal penting. Faktor permasalahan remaja itu dapat berbentuk seperti cinta dan tekanan dari teman sebaya.

2. Masalah Hubungan Percintaan Remaja
Aliran hormon yang meningkat pada tubuh remaja membuatnya semakin memiliki banyak masalah, salah satunya percintaan. Perubahan hormon dari usia anak-anak menuju remaja memang terjadi secara tiba-tiba.Seorang remaja akan lebih peduli pada penampilan agar orang yang disukai mulai tertarik pada dirinya. Munculnya permasalahan remaja dapat terpicu oleh kecemasan yang berlebihan terhadap penampilan diri dihadapan orang yang dia sukai. Masalah remaja yang akan timbul adalah kecemasan berlebihan, tidak percaya diri, serta minder saat berinteraksi dengan teman disekitarnya.

3. Tekanan dari Teman Sebaya
Tekanan dari teman sebaya memaksa anak remaja untuk berperilaku sesuai dengan peraturan yang sudah disepakati sebelumnya. Nah, peraturan ini bukan tidak mungkin akan membuat mereka semakin solid atau bahkan tertekan.
Belum lagi komentar teman sebaya mereka tentang kondisi kulit, warna kulit, atau bentuk tubuh. Permasalahan remaja dapat timbul ketika komentar buruk serta judgement negatif terhadap penampilan fisik menyakiti perasaan remaja yang secara alamiah masih emosional.

4. Masalah Pendidikan
Masa remaja adalah masa dimana mereka harus terus membuktikan diri mereka dengan mencetak nilai setinggi mungkin serta meraih prestasi yang membanggakan. Masalah pendidikan remaja dapat menjadi masalah yang cukup serius ketika terjadi kecemasan berlebihan untuk membuktikan eksistensi diri.

5. Masalah Bullying atau Penindasan
Maraknya bullying pada teman sebaya menjadi masalah yang cukup serius. Penindasan atau biasa disebut dengan bullying adalah masalah remaja yang mengganggu kehidupan remaja dan fokusnya dalam menempuh pendidikan. Tentunya, dampak lebih berat dari bullying adalah dapat mempengaruhi kepribadian dan perilaku remaja yang menjadi korban.
Indonesia adalah salah satu negara yang masih mengalami angka kejadian bullying cukup tinggi, seperti perilaku intimidasi di kalangan remaja. Kementerian Sosial Indonesia pada tahun 2013 melakukan survei dan hasil menunjukkan bahwa satu dari dua remaja (47,45%) dan satu dari tiga remaja wanita {35,05%) mengalami intimidasi.
Nama : Septiana Sabila
Npm: 2213053105
Analisis Video 1
Nilai dan Moral di Lingkungan Masyarakat
Dalam menghadapi perkembangan zaman, menjaga nilai moral menjadi lebih penting, mengingat kemajuan dapat memengaruhi nilai moral secara negatif. Contoh sikap baik melibatkan tolong-menolong, sapaan yang sopan, menghargai pendapat, bertegur sapa, dan fokus dalam pembelajaran. Di sisi lain, sikap buruk termasuk mencuri, membuang sampah sembarangan, merendahkan orang lain, mengemudi ugal-ugalan, dan berkelahi.

Nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang. Moral sendiri memiliki makna (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan,sikap,kewajiban,dan sebagainya. Istilah moral ini sering juga disebut sebagai akhlak,budi pekerti,ataupun Susila.
Nama : Septiana Sabila
NPM : 2213053105
Kelas : 3F
Analisis Jurnal 2
"Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat "
Hakikatnya manusia adalah makhluk bermoral. Untuk menjadi makhluk sosial yang memiiki kepribadian baik serta bermoral tidak berjalan secara otomatis, perlu suatu usaha yang disebut pendidikan. Menurut pandangan humanisme manusia memiliki kemampuan untuk mengarahkan dirinya ketujuan yang positif dan rasional. PROManusia dapat mengarahkan, mengatur, dan mengontrol dirinya. Terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah, yaitu suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak, dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama. Kehidupan masyarakat Indonesia terdapat berbagai agama, budaya,suku dan Bahasa. Masing-masing mempunyai etika kebiasaan yang berbeda, tetapi mengedapankan nilai integritas.Agar
Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kitamemahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat.Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila. Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. Bukan merupakan rahasia umum lagi bahwa kadang terdapat noda hitam dalam praktek penegakan hukum yang perlu untuk dibersihkan sehingga hukum dan keadilan benar-benar dapat ditegakkan.Sebagai salah satu pilar yang sangat penting dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penyelesaian berbagai permasalahan hukum yang dihadapi oleh bangsa Indonesia harus diakui tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Nama : Septiana Sabila
NPM; 2213053105
Kelas : 3F
Analisis Jurnal 1
Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Menurut filsafat moral (etika), masya -rakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antarindividu untuk mencapai tujuan bersama. Maka konflik antara kepentingan individual(individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensimasyarakat. Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak padasejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu. Jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan. Menurut Franz Magnis Suseno (1991), “aja ran moral memuat pandangan-pandangan nilainilai dan norma-norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Norma moral adalah
aturan tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia”.
Sedangkan mengenai etika, ditandaskan b ahwa “etika bukan sumber tambahan moralitas
melainkan merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran -ajaran moral”. Lebih lanjut, ditekankan
bahwa “etika mempersoalkan tentang mengapa kita harus mengikuti moralitas tertentu,
bagaimana kita dapat mengambil si kap yang bertanggung-jawab berhadapan dengan pelbagai
moralitas”. de Vos (1987), mengatakan bahwa “etika adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan
dan moral. Sedangkan moral adalah hal-hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan -
tindakan yang baik sebagai kewajiban untuk norma”.
Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif). Misalnya, “korupsi”adalah perilaku tidak bermoral, tetapi “ tidak membayar pajak” (karena alasan tertentu) adalah
perilaku tidak etis. Tetapi, keduanya tetap mempersoalkan masalah yang sama, yaitu perilaku. Kemudian, dari pendekatan filsafat dan moral atau etika dapat disusun sebuah kerangka pikir bahwa jika di dalam diri setiap individu tertanam kuat dorongan moral untuk berbuat kebaikan, berarti mereka berada dalam satu ikatan moral di dalam dunia kebersamaan. Di dalam satu keterikatan moral, mereka bermasyarakat menurut prinsip etika normatif dalam mencapai tujuan bersama. Jadi tidak perlu terjadi benturan konflik.
Kemudian, aagar kehidupan berlangsung hingga tujuan akhir, maka manusia harus mampumenyediakan segala kebutuhan hidup. Sadar atas segala kekurangan dan
keterbatasannya, seseorang lalu menjalin hubungan dengan orang lain sesamanya. Adapun tuju annya tidak lain adalah agar mereka bisa saling menutupi kekurangannya, dengan cara mengikat diri dalam kebersamaan menurut sistem tertentu yang telah mereka sepakati, sehingga terbentuk suatu kebersamaan di dalam sebuah organisasi sosial kemasyarakatan. A tas kesadaran moralnya itu, setiap orang terdorong untuk membangun potensi diri menjadi lebih otonom dan kreatif, agar
kualitas kerja sama menjadi semakin kuat. Jika dorongan itu berkembang, maka otomatis dinamika kehidupan sosial ke arah kemajuan hidup be rkembang pula.

Jadi, kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkead ilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri
setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara p aham individualisme dan kolektivisme justru menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan. Di dalam masyarakat berkeadilan, setiap individu mendapat keleluasaan berdinamika untuk mengoptimalkan potensi dirinya menjadi s eorang individu berkepribadian ideal. Sebaliknya, dengan demikian otomatis masyarakat menemukan jati dirinya yaitu sebagai suatu sistem manajemen sosial.