Kiriman dibuat oleh Septiana Sabila 2213053105

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Septiana Sabila 2213053105 -
Nama : Septiana Sabila
NPM : 2213053105
Kelas : 2F
ANALISIS VIDIO TENTANG “IDENTITAS NASIONAL”

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa Identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan bangsa yang lainnya. Identitas nasional memiliki unsur-unsur. Yang pertama, Suku bangsa. Suku bangsa adalah kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa.. Yang kedua adalah agama, bangsa Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki beragam agama diantara lain Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu , Budha, dan Konghucu. Yang ketiga yaitu Kebudayaan. Kebudayaan merupakan cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh bersama serta diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Contohnya seperti adat 'ngunduh mantu' yang ada di Jawa yang akan dilaksanakan ketika seseorang menikah.Yang keempat yaitu Bahasa, Bahasa merupakan sarana yang digunakan untuk interaksi antar manusia baik secara lisan, tulisan, maupun gerakan isyarat.
Identitas Nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia adalah Bahasa Indonesia, Bendera Merah Putih, Lagu Indonesia Raya, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, NKRI, Wawasan Nusantara, Kebudayaan Indonesia. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus memahami indentitas negara yang sebenarnya karena kita bertanggung jawab meneruskan warisan nenek moyang kita. Jangan sampai identitas kita terjajah. Strategi untuk mempertahankan identitas nasional dapat dilakukan dengan mengembangkan nasionalisme, Pendidikan, pelestarian budaya, dan usaha bela negara. Idenitas nasional dianggap penting karena identitas nasional merupakan jati diri bangsa yang merdeka, sebagai pembeda antara suatu bangsa dengan bangsa lainnya.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

oleh Septiana Sabila 2213053105 -
Nama : Septiana Sabila
NPM : 2213053105
Kelas : 2F
POSTTEST ANALISIS JURNAL
Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani

Penulisan ini bertujuan untuk membahas urgensi pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi, HAM dan masyarakat madani. Transisi Indonesia menaiki demokrasi menimbulkan banyak kecemasan dimana pada saat yang sama masyarakat masih cenderung melakukan penyelesaian konflik melalui cara-cara yang tidak demokratis, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, dan praktik money politics sebagai cermin dari perilaku dan sikap yang bertolak belakang dengan demokrasi yang diperjuangkan oleh kalangarn reformis selama ini. Di dalam mewujudkan demokrasi peranan pendidikan kewarganegaraan (Civics Education) dirasa sangat penting sebagai Tujuan pendidikan kewarganegaraan pada dasarnya adalah menjadikan warga negara yang cerdas dan baik serta mampu mendukung keberlangsungan bangsa dan negara.

Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter dengan membentuk kecakapan partisipatif warga negara yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadikan warga negara Indonesia yang cerdas, aktif, kritis dan demokratis, namun tetap memiliki komitmen menjaga persatuan dan integritas bangsa; mengembangkan kultur demokrasi yang berkeadaban yaitu kebebasan, persamaan, toleransi dan tanggungjawab. Demokratisasi sangat berkaitan dengan kebebasan berkarya dan berekpresi individu dalam ruang civil society termasuk di dalamnya, antara lain kebebasan untuk berkomunikasi, kebebasan berpikir dan beragama kebebasan untuk berpendapat dan berasosiasi serta kebebasan untuk memiliki dan mengatur kepemilikannya.
Pendidikan Kewarganegaraan yang humanis-partisipatoris diharapkan mampu menjadi laboratorium bagi penyemaian prinsipprinsip demokrasi yang terintegrasikan dengan nilai-nilai keindonesiaan yang bersumber dari Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa yang diharapkan dapat menjadi unsur utama pembentukan karakter nasional Indonesia.