Kiriman dibuat oleh Septiana Sabila 2213053105

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Septiana Sabila 2213053105 -
Nama : Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas: 2F
Analisi Jurnal Di dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, serta asal usul daerah. Pluralitas pada perkembangan saat ini justru lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda. Kepentingan masingmasing oranglah yang kemudian menyatukan identitas tersebut.
Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing.3 Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia. Untuk menciptakan pergaulan dalam pembentukan integrasi nasional tersebut identitas justru berfungsi secara ganda. Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.4 Pada pihak lain, integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM ANALISIS PRETEST

oleh Septiana Sabila 2213053105 -
Nama : Septiana Sabila
NPM : 2213053105
Kelas : 2F
Identitas nasional
Identitas nasional adalah suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh serta berkembang didalam macam macam aspek kehidupan dari ratusan suku dan dihimpun dalam satu kesatuan. Indonesia merupakan kumpulan budaya. Hakekat identitas nasional adalah Pancasila. Pancasila merupakan aktualisasi yang tercermin dalam penataan kehidupan kita dalam arti yang luas.
Unsur identitas nasional
1. Suku Bangsa
2. Agama
3. Budaya
4.Bahasa
Pembagian identitas dibagi menjadi 3 , yaitu
1. Identitas fundamental : Pancasila
2. Identitas Instrumental: UUD 1945, bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia, bendera Indonesia adalah merah putih, lambang negara Indonesia adalah garuda pancasila, semboyan Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, lagu kebangsaan Indonesia adalah Indonesia Raya
3. Identitas alamiah : Kepulauan serta prularisme.

Integrasi Nasional
Adalah Proses penyesuain unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.
Faktor pendorong :
1.Sejarah
2. Cinta tanah air
3. Rela berkorban
4. Konsensus nasional
Faktor penghambat:
1. Heterogan
2. Ketimpangan
3. Gangguan luar
4. Etnosentrisme (fanatisme terhadap suku)
Bentuk integrasi nasional
1. Asimilasi adalah pembauran kebudayaan yang disertai dengan ciri khas kebudayaan asli

2. Akulturasi adalah Penerimaan sebagian unsur unsur tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya
Definisi integrasi menurut muron weiner (1971)
1. Penyatuan kelompok budaya
2. Pembentukan wewenang kekuasaan
3. Menghubungan pemerintah dan yang diperintah
4. konsensus terhadap nilai
5. perilaku yang terintegrasi

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Septiana Sabila 2213053105 -
Nama : Septiana Sabila
NPM : 2213053105
Kelas : 2F
Posttest Analisis Jurnal dengan judul " KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA"
Karya :
Ida Bagus Brata
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Mahasaraswati Denpasar

Kearifan lokal adalah pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal. Pandangan hidup ini biasanya adalah pandangan hidup yang sudah berurat akar menjadi kepercayaan orang-orang di wilayah tersebut selama puluhan bahkan ratusan tahun. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan lokal di Indonesia yang memiliki keragaman. Konflik antar budaya tradisional dan budaya modern terjadi saat gelombang perubahan akibat kapitalisme, globalisasi dan modernism tidak dapat dihindarkan walaupun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta kultural yang tidak terbantahkan. Atas dasar itu kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber kaya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.

Kearifan lokal bukan hanya bisa dijadikan pedoman dalam bertindak maupun bersikap, tetapi juga memiliki fungsi tertentu.Diantaranya kearifan lokal membantu untuk mendorong masyarakat di wilayah tertentu untuk melakukan konservasi agar alam tempat mereka tinggal tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan, kearifan lokal juga mencakup nasihat atau petuah, pantangan yang tidak boleh dilanggar, juga kepercayaan yang dipelihara dengan baik.Petuah dan nasihat lama ini diwariskan tentu saja untuk menjaga agar kehidupan setiap generasi di wilayah tertentu dapat berjalan baik.

Pada era globalisasi dewasa ini muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai-nilai budaya lokal untuk mengatasi tantangan sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa. Kearifan lokal yang dimiliki daerahdaerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.