གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Septiana Sabila 2213053105

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 5

Septiana Sabila 2213053105 གིས-
Nama ; Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas: 3F
Analisis Video 5
“Pentingnya Nilai Moral Pancasila Dalam Lingkungan Kampus”
Setiap kampus di Indonesia mengupayakan kepada mahasiswanya untuk selalu berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang berakhlak dan berjiwa kritis dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk menyukseskan terbentuknya suatu moral yang baik, berbagai universitas di Indonesia menerapkan kebijakan. Pendidikan Pancasila sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral karena butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam dan menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia. Lewat kegiatan pendidikan diharapkan peserta didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila. Penyerapan nilai-nilai moral Pancasila diarahkan berjalan secara manusiawi dan alamiah tidak saja lewat pengalaman secara pribadi. Nilai-nilai moral Pancasila tidak untuk tidak untuk sekedar dipahami melainkan untuk dihayati. Oleh karena itu penyerapan nilai-nilai moral Pancasila bukan lewat proses indoktrinasi. Mata kuliah pendidikan kewarganegaraan berorientasi untuk mempersiapkan warga negara muda agar memiliki kemampuan untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat politik. Pada masyarakat Indonesia yang multikultural budaya kewarganegaraan perlu dibangun di atas fondasi kebajikan kewarganegaraan dan komitmen kewarganegaraan berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Ada banyak masalah moral yang ada di lingkungan kampus seperti :
- Vandalisme dan kekerasan
sering sangat berbahaya bagi kepada korbannya karena tidak hanya fisik yang tersakiti biasanya psikis para korban juga ikut terganggu.

- Mencuri, tidak sedikit para mahasiswa memanfaatkan kesempatan kecil untuk mencuri, mencontek ini menjadi salah satu masalah penting yang masih belum bisa dikendalikan sampai sekarang.

- Tidak terhormat kepada pejabat publik, walaupun banyak dari para pejabat publik yang tidak becus dalam tugasnya untuk membangun Indonesia dan mensejahterakan rakyatnya tetapi kita tetap patut perlu hormat terhadap pejabat publik.

- Kekejaman terhadap sesama teman seusianya atau bullying hal ini juga sangat berbahaya.

- Menyerang keyakinan orang lain yang berbeda, kita harus menghargai setiap perbedaan.
Pentingnya nilai moral Pancasila dalam konteks kampus tidak hanya menciptakan lulusan yang cerdas secara akademis, tetapi juga bertanggung jawab moral dan etis. Oleh karena itu, analisis materi ini mungkin menggarisbawahi bahwa pembelajaran dan penerapan nilai-nilai moral Pancasila di kampus merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkontribusi positif pada masyarakat dan bangsa

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 4

Septiana Sabila 2213053105 གིས-
Nama ; Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas: 3F
Analisis Video 4
“Bagaimana Cara Menjadi Anak Baik?”
Dalam Video terdapat komika yang menyajikan monolog menceritakan pengalamannya dalam pendidikan di Institut Teknologi Nasional Malang. Walaupun menghadapi kegagalan awal masuk ke kampus negeri, dia mengungkapkan kebanggaannya terhadap kualitas dan fasilitas yang dimiliki oleh kampus swasta tempatnya belajar. Dengan menggunakan analogi mesin produksi, dia menggambarkan perbedaan antara kampus negeri dan swasta.

fokus utama yang disampaikan pada video tersebut adalah pada kesenjangan antara kriteria anak baik yang diajarkan dengan kenyataan hidup sehari - hari. Penampilan stand up comedy ini dibawa dengan menyampaikan ucapan sinis tentang minimnya ketersediaan nenek yang perlu diberangkatkan. Dan pada bagian penutup, Arie Kriting menggambarkan realitas tugas akademis, menyoroti kecenderungan mahasiswa memilih jalan keluar yang mudah melalui copy paste dari internet dan juga menyindir dosen yang memberi nilai hanya dengan pura-pura mengoreksi.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

Septiana Sabila 2213053105 གིས-
Nama : Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas: 3F
Analisis Video 3
Masalah kerusakan lingkungan hidup mempunyai cakupan yang cukup luas tidak hanya dibatasi dalam bentuk kerusakan pada dirinya sendiri namun terkait dengan masalah lain seperti etika dan moral.dalam hal ini juga dapat kita lihat ada permasalah apa yang terdapat seperti :

1. penyusutan SDA

2. polusi/pencemaran

3. Bisnis & konservasi SDA

•dalam hal ini dapat Kita lihat dalam undang undang nomor 24 tahun 1992 yang mana terdapat

1. Kegiatan konservasi selalu berhubungan dengan suatu kawasan dengan fungsi utama lindung atau fungsi utama budidaya

2. Kawasan Lindungan adalah kawasan yang tetapkan dengan fungsi utama Melindungi keseharian LH Untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan

3. Kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi SDA

• Sifat sumberdaya alam di Indonesia yang menonjol adalah

1. Penyebaran yang tidak Merata

2. Sifat ketergantungan antar SDA

•Tujuan konservasi SDA

1. Memelihara proses Ekologi yang penting

2. Menjamin keanekaragaman genetik

3. Plus tarian teman macam jenis dan ekosistem

• Fakta etika lingkungan terdapat

1. Rumusan kebijakan masih berfokus pada unrenewble resources

2. Kewajiban pada lingkungan

3. Ekonomi etika

4. Undang undang lingkungan hidup.
Maka dari itu masalah lingkungan hidup adalah masalah lingkungan moral dan berkaitan erat dengan perilaku manusia dengan demikian krisis ekologi global yang kita alami saat ini merupakan persoalan moral krisis moral secara global,maka dari itu perlu etika dan morallitas untuk mengatasinya . Sebab penanaman moral tidak bisa ditanamkan secara mendadak tetapi harus mengikuti perjalanan hidup manusia mulai dari kecil hingga tua,karna pendiidkan moral merupakan pendiidkan sepanjang usia.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Septiana Sabila 2213053105 གིས-
Nama :Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas: 3F
Analisis Vidio 2
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PENDIDIKAN MORAL
Dalam pembentukan moral terdapat hal penting yang menjadi faktor utama, yakni lingkungan. Moral terbentuk oleh lingkungan dimana seseorang hidup atau tinggal disekitarnya. Terdapat empat jenis lingkungan yang dapat membentuk dan mempengaruhi moral seseorang. Yang pertama adalah lingkungan keluarga, ini merupakan lingkungan utama seseorang hidup dan tumbuh. Keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam meberikan contoh kepada anggota keluarga lainnya, dimana mereka pasti bertemu setiap hari bahkan setiap waktu. Hal utama yang mempengaruhi pembentukan moral seseorang didalam lingkungan keluarganya adalah sikap dan kebiasaan orang tua, lalu juga pola asuh yang diberikan. Misalkan jika orang tua mempunyai kebiasaan yang baik maka sang anak akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya, begitu pula sebaliknya. Selain itu dukungan dari orang tua dan anggota keluarga lainnya juga menjadi hal yang tidak kalah penting dalam menyumbang pembentukan moral seseorang dalam lingkungan keluarga.

Lingkungan yang kedua yaitu sekolah. Sekolah menjadi lingkungan keduan pembentuk moral seseorang setelah lingkungan keluarga. Di sekolah seseorang akan bertemu dengan pendidik yang menjadi agen perubahan dan juga teman-teman sebayanya. Mereka dapat memberikan pengaruh kepada perilaku seseorang. Dalam pergaulannya dengan beberapa teman akan menentukan apakah perilaku yang diterapkan oleh seseorang tersebut merupakan moral yang baik atau buruk. Sedangkan peran guru sebagai pendidik adalah menjadi pemberi contoh dan mediator antara seseorang dengan temen-temannya ataupun dengan orangtuanya.
Lalu yang terakhir adalah lingkungan sosial masyarakat. Lingkungan ini menjadi yang paling luas dalam kehidupan individu dalam menerapkan moral yang ia dapatkan dari berbagai macam kepribadian setiap orang yang ditemui. Keadaan demografi, kultur budaya, agama, adat dan kebiasaan yang berbagai macam menjadi faktor dalam pembentukan moral seseorang dalam lingkungan sosial. Interaksi seseorang misalnya dengan adat dan kebiasaan yang berbeda dengan adat dan kebiasaannya sendiri akan membawa dampak perubahan moral dalam dirinya. Tergantung bagaimana seseorang tersebut dapat mengaturnya, apakah akan berdampak lebih baik atau bahkan menyimpang.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Septiana Sabila 2213053105 གིས-
Nama : Septiana sabila
NPM: 2213053105
Kelas : 3F

Analisi Vidio 1
Refleksi Moral Hidup Dalam Kehidupan Manusia
Tentu kata refleksi ini bisa kita dapat dan sadarkan jika kita menimba ilmu pengetahuan yang bersandar dengan adab. Ini menjadi intropeksi bersama bagi generasi sekarang ini, yang kelak di kemudian hari akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.Kata meditasi dan refleksi inilah yang sudah luntur dan hilang. Dalam setiap memperingati jejak sejarah yang ditinggalkan leluhur kita, termasuk hari guru ini yang boleh dikata sudah menggunakan konsep merdeka belajar. Bagaimana mau merdeka belajar? Kalau hanya yang di merdekakan soal skill dan kompetensi, dikemanakan moral/akhlak siswa?
Maka gerakan moral bisa terbangun oleh kesadaran individu dan dimana tempatnya bergaul. Bergaul sama siapa saja tidak jadi soal, hanya saja jika tempat bergaul membuat kita kehilangan moral itu yang jadi masalah.

Maka kita yang hidup di masa sekarang tidaklah jauh berbeda di masa kondisi zaman sebelumnya, lantas apakah perekembangan teknologi ini yang mulanya tercetus Revolusi Industi 1.0 (mesin uap air) hingga Revolusi Industri 4.0 (Internet of Thinking) membuat jaminan pada keberadaban moral dari manusia? Tentu tidak!
Sebagai tawaran dari refleksi moral kepada kaum milenial (sekarang), bagaimana kita dapat mampu menyeimbangkan antara pikiran dan hati ini dalam setiap gerak kita, dengan mampu mengendalikan nafsu/hasrat kebinatangan yang dimiliki. Seperti yang tertuang dalam buku Al-Ghazali berjudul Metode Penaklukan Jiwa: Pengendalian Nafsu dalam Perspektif Sufistik, bahwa cara beliau untuk memperbaiki moral dalam bukunya membagi dua bagian tema besar, yakni bagian pertama, Mendisiplinkan Jiwa, Mendidik Akhlak dan Mengobati Hati, kemudian pada bagian kedua Menaklukan Dua Nafsu.