Kiriman dibuat oleh Azzahra Rindra Tiara 2213053117

Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Kelas: 3/I

Analisis jurnal 2 "Menangkal Degradasi Moral di Era Digital Bagi Kalangan Milenial"
Berdasarkan jurnal tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa kalangan milenial atau para pemuda yang berada pada usia remaja memegang masa depan suatu bangsa sesungguhnya. Jurnal tersebut membahas mengenai kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema menangkal degradasi moral di era digital bagi kalangan milenial yang dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat prodi manajemen Universitas Pamulang. Berdasarkan kegiatan tersebut hendaknya tim dosen atau berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, terutama para pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik serta berguna bagi diri mereka. Selain itu para remaja yang sedang mencari jati diri harus diarahkan serta dibantu supaya mereka tidak hanya cerdas dalam bidang akademis melainkan mereka juga mempunyai kemampuan soft skill yang baik. Pada kegiatan PKM tersebut para dosen agama Islam universitas Pamulang melihat adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milenial. Degradasi adalah kemunduran kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral merupakan akhlak atau budi pekerti. Maka degradasi moral adalah suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks bangsa Indonesia. Banyak sekali kalangan milenial atau para remaja yang menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun, kenakalan remaja, serta jauh dari nilai-nilai agama. Karena fenomena tersebut sehingga melatarbelakangi para dosen untuk memberikan materi pelatihan melalui presentasi dan diskusi di kalangan siswa-siswi MTS insan Madani di mana siswa-siswi tersebut merupakan generasi penerus bangsa yang akan menghadapi tantangan dari fenomena tersebut. Tujuan diadakannya PKM ini yaitu agar memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan milenial serta memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Adapun manfaatnya yaitu agar peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan milenial di era digital saat ini. Oleh karena itu para dosen dalam kegiatan PKM ini memberikan solusi untuk menanganinya yaitu dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, serta memberikan pemahaman cara bermedia sosial yang baik bagi kalangan milenial di era digital saat ini.
Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Kelas : 3/I

Analisis jurnal 1 "Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial"
Berdasarkan jurnal tersebut sayang dapat mengambil kesimpulan bahwa rekonstruksi evaluasi pendidikan moral ini dilakukan untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan melalui PAI dan PKN yang menentukan isi materi yang diajarkan dengan baik melalui tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik. Kepala sekolah dan guru harus merumuskan model evaluasi pendidikan moral yang tidak hanya sekedar berdasarkan hasil nilai ulangan harian. Selama ini sekolah lebih banyak menekankan hafalan dan ketepatan dalam menjawab soal pilihan ganda, namun penilaian seperti itu bukan menjadi tolak ukur keberhasilan peserta didik pada mata pelajaran moral dan Pancasila. Seharusnya yang menjadi tolak ukur penilaian yaitu adanya penekanan evaluasi yang sifatnya perilaku moral yang berbudi luhur tumbuh dan mengakar pada kepribadian peserta didik. Evaluasi pendidikan harus melakukan perbaikan secara terus-menerus agar kebutuhan moral generasi bangsa dapat terpenuhi. Esensi pendidikan moral tidak hanya mengajarkan tentang akademik maupun akademik melainkan untuk menyiapkan manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak luhur dalam segala perannya di masa saat ini dan masa yang akan datang. Melalui PAI dan PKN maka nilai-nilai moral dapat tertanamkan dengan baik. Sehingga dengan adanya mata pelajaran PAI dan PKN maka peserta didik dapat menumbuhkan sikap toleransi dan taat pada ajaran agama yang dianut dan tidak mudah terprovokasi oleh kelompok lain, menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, menghargai hidup dalam perbedaan di lingkungan jangkauan pergaulan dan keberadaannya, mempunyai wawasan pendidikan politik tentang ketatanegaraan sehingga dapat menempatkan diri sebagai bagian dari warga negara, serta dapat menumbuhkan semangat nasionalisme yang dapat menjunjung tinggi NKRI. Oleh karena itu maka sistem evaluasi harus dirumuskan tidak hanya mencakup nilai pada tatanan kognitif dalam bentuk penilaian dari ulangan saja. Tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik secara mendalam dalam bentuk penilaian aksi moral yang dilakukan oleh peserta didik baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Kelas : 3/I

Analisis video 2
Berdasarkan video diatas yang berjudul "Instrumen Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini", maka saya dapat mengambil kesimpulan bahwa instrumen penilaian dilakukan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa dengan berbagai cara. Prinsip-prinsip penilaian terdiri dari mendidik, berkesinambungan, objektif, akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh, dan bermakna. Adapun teknik dan lingkup penilaian yang terdiri dari tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dijadikan sebagai pedoman dalam menilai perkembangan anak yang meliputi instrumen penilaian proses, catatan anekdot, rubrik dan hasil kemampuan anak. Mekanisme penilaian ini terdiri dari:
- menyusun teknik instrumen penilaian yang disesuaikan dengan indikator capaian perkembangan anak.
- setelah menyusun tahap, teknik, dan instrumen penilaian, guru selanjutnya dapat melaksanakan proses penilaian.
- mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan.
- guru melaporkan capaian perkembangan anak pada orang tua pada akhir semester ketika raport dibagikan.
Dalam video juga disebutkan teknik penilaian yang terbagi menjadi 4 yaitu:
1. BB (Belum Berkembang) yaitu ketika anak Dalam melakukan kegiatannya harus dibantu dibimbing dan dicontohkan oleh guru.
2. MB (Mulai Berkembang) yaitu ketika anak melakukan kegiatan tetapi harus diingatkan dan harus sedikit dibantu oleh guru.
3. BSH (Berkembang Sesuai Harapan) yaitu ketika anak dapat melakukan kegiatannya sendiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru.
4. BSB (Berkembang Sangat Baik) yaitu ketika anak sudah dapat melakukan kegiatannya secara mandiri dan sudah dapat membantu teman yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator penilaian.
Penilaian mencakup seluruh aspek perkembangan yang terkait dengan kompetensi dasar. Penilaian dapat dilakukan dengan berbagai bentuk yaitu penilaian harian/mingguan/bulanan/semester, portofolio anak serta dokumen lainnya yang diperlukan oleh setiap satuan pendidikan.
Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Kelas : 3/I

Analisis video 1
Berdasarkan video diatas yang berjudul "Etika, Nilai dan Moral" saya dapat mengambil kesimpulan bahwa ketiganya saling berkaitan karena semuanya berusaha untuk mengarahkan manusia supaya memiliki pola pikir, sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Etika merupakan cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada dan berlaku di masyarakat. Contoh etika yaitu:
- Ketika kita mengucapkan salam saat bertamu atau sebelum masuk ke dalam rumah.
- Berpamitan dan mencium tangan kedua orang tua saat ingin pergi.
- Membuang sampah pada tempatnya.
Etika dan moral memiliki pengertian yang hampir berkaitan sebab keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.
Nilai merupakan sesuatu yang memberikan makna hidup yang dijunjung tinggi yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai disebut juga sebagai penghargaan, penghormatan atau kualitas terhadap sesuatu, yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik, atau sebagai sistem keyakinan. Sifat dan jenis nilai terbagi menjadi dua yaitu: 1) bersifat relatif (nilai bergantung pada tempat dan waktu), 2) bersifat subjektif (nilai berbeda-beda bagi setiap orang).
Moral merupakan hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan sesuatu yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Serta moral merupakan kepekaan dalam pikiran perasaan dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan.
Apabila kita mempelajari etika, nilai, dan moral maka kita akan mendapatkan manfaat yaitu
- kita dapat menjunjung tinggi dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan,
- kita lebih toleran, santun, etis, dan adil dalam bertindak,
- bertanggung jawab terhadap bidang ilmu yang diampu,
- dapat meningkatkan profesionalitas.