Posts made by Annisa Fadillah Quraini 2253053026

Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Kelas: 3G
Analisis Video 5

Video tersebut membahasa tentang pentingnya penyerapan nilai moral Pancasila yang tidak hanya cukup di pahami, tetapi juga perlu dihayati. Pendidikan moral memiliki peran krusial dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu berpartisipasi aktif dalam masyarakat politik, dan di Indonesia, pendidikan moral berlandaskan pada Pancasila.

Beberapa masalah moral yang diidentifikasi dalam lingkungan kampus termasuk fundamentalisme, kekerasan, pencurian, menyontek, ketidakhormatan pada pemerintah publik, bullying, diskriminasi, bicara kasar, pelecehan seksual, orientasi pada diri sendiri yang berlebihan, dan penyalahgunaan narkoba.

Untuk mengatasi permasalahan ini, penanaman nilai Pancasila dianggap sebagai solusi untuk memperbaiki perilaku mahasiswa. Pancasila dianggap sebagai dasar pendidikan karakter yang khas di Indonesia. Pendidikan Pancasila dianggap sangat penting karena nilai-nilai Pancasila membawa makna mendalam dan menjadi panduan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan demikian, melalui pendidikan, diharapkan peserta didik mampu menyerap nilai moral Pancasila, membangun jiwa nasionalis, dan membentuk karakter yang bermoral. Pendekatan ini dianggap esensial untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas intelektualnya, tetapi juga berakhlak baik dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Kelas: 3G
Analisis Video 3

Dalam hasil analisis video berjudul "Masalah Lingkungan dalam Kajian Etika dan Moral," terungkap bahwa masalah lingkungan hidup mencakup aspek moral dan etika. Di dalam video membahas beberapa aspek penting dalam kajian etika dan moral terkait lingkungan:

1. Penyusutan Sumber Daya:
- Menyoroti penurunan sumber daya alam yang menjadi perhatian dalam konteks etika dan moral.
2. Polusi/Pencemaran:
- Mendiskusikan dampak polusi atau pencemaran terhadap lingkungan sebagai isu etika dan moral.
3. Bidang Bisnis dan Konservasi SDA:
- Menyajikan perbandingan antara aktivitas bisnis dan upaya konservasi sumber daya alam.

Di dalam video juga menjelaskan konservasi sumber daya alam (SDA) di Indonesia, dengan menyoroti sifat-sifat menonjol SDA, penyebab penyebaran yang tidak merata, dan ketergantungan antar-SDA. Tujuan konservasi SDA dijelaskan dalam tiga poin utama, yaitu memelihara proses ekologi, menjamin keanekaragaman genetik, dan melestarikan pemanfaatan jenis dan ekosistem.

Peran kawasan konservasi dalam menyelamatkan pembangunan, pengembangan ilmu pendidikan, pariwisata alam, dan mendukung sektor pertanian serta menjaga keseimbangan lingkungan alam menjadi fokus pembahasan. Video juga membahas etika lingkungan, menunjukkan bahwa perumusan kebijakan masih terfokus pada sumber daya tak terbarukan, dan perlu adanya kewajiban terhadap lingkungan dalam konteks keberlanjutan kehidupan manusia.

Melalui analisis etika dan moral terkait lingkungan, video menyoroti bahwa masalah lingkungan hidup bukan hanya masalah teknis, tetapi juga masalah moral yang berkaitan erat dengan perilaku manusia. Dengan memahami aspek etika dan moral, diharapkan dapat mendorong tindakan positif dalam menjaga keberlanjutan dan keseimbangan lingkungan.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Kelas: 3G
Analisis Video2

Video dengan judul "Pengaruh Lingkungan dalam Pembentukan Moral" membahas tentang pendidikan dalam membentuk nilai moral masyarakat, dengan fokus pada dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi sorotan utama dalam kemerosotan moral remaja Indonesia.

Nilai moral, seperti dijelaskan dalam video, mencakup aturan baik atau buruk, benar atau salah, serta layak atau tidak layak. Pendidikan moral diyakini lahir dari dalam diri individu, dan dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Ada beberapa faktor penyebab krisis pendidikan, seperti kurangnya pendidikan moral dalam keluarga, pengaruh globalisasi, serta minimnya peran lingkungan dan agama.

Pentingnya moral dalam membentuk perilaku sehari-hari dianggap sebagai elemen krusial untuk mengembangkan bangsa dan negara. Oleh karena itu, video imi membahasa perlunya pendidikan moral yang kuat sebagai landasan untuk membangun individu yang beretika dan bertanggung jawab dalam masyarakat. Kesimpulannya, nilai moral yang baik harus ditanamkan pada setiap individu untuk mendukung perkembangan bangsa dan negara secara positif.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Kelas: 3G
Analisis Video 1

Judul Video: Refleksi Moral Hidup Dalam Kehidupan Manusia

Dari video tersebut, dapat saya simpulkan bahwa perilaku baik yang diterapkan oleh seseorang memiliki pengaruh positif terhadap lingkungannya. Contoh dalam video menunjukkan pentingnya saling membantu dan tolong-menolong, bahkan ketika kita bukanlah individu istimewa. Bersyukur juga diangkat sebagai elemen kunci dalam menciptakan lingkungan yang positif.

Perilaku baik tidak hanya menciptakan dampak positif pada individu yang melakukannya, tetapi juga memberikan dampak yang baik pada lingkungan sekitar. Prinsip ini menciptakan saling ketergantungan antara perilaku baik, balasan positif dari lingkungan, dan terciptanya ketentraman serta kebahagiaan bersama. Oleh karena itu, mendorong perilaku baik dapat menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan positif bagi semua.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Kelas: 3G
Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal

Judul : Menangkal Degradasi Moral Di Era Digital Bagi Kalangan Millenial
Nama Jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Tahun : 2020
Nomor : 1
Volume : 3
Kata Kunci : Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial

Kalangan millennial memiliki peran krusial dalam membentuk masa depan suatu bangsa. Para dosen agama Universitas Pamulang mengidentifikasi dampak perkembangan teknologi digital terhadap kehidupan beragama di lingkungan MTs Insan Madani. Melihat fenomena degradasi moral, yang mencakup ketidakpatuhan terhadap norma-norma agama, kurangnya sopan santun, kenakalan remaja, dan jauhnya dari nilai-nilai agama, para dosen tersebut mengambil inisiatif untuk memberikan pelatihan dan pemahaman melalui presentasi dan diskusi di kalangan siswa-siswi MTs Insan Madani.

Situasi ini menyoroti pentingnya upaya preventif dalam mengatasi dampak negatif digitalisasi, terutama pada kalangan millennial. Solusi yang diusulkan melibatkan peningkatan wawasan keagamaan, pemantapan keimanan, dan memberikan pemahaman tentang cara bermedia sosial yang baik. Hal ini mencerminkan kebutuhan akan pendekatan holistik yang mencakup aspek spiritual dan sosial dalam menanggapi perubahan moral di era digital. Dengan demikian, upaya bersama dari lembaga pendidikan dan masyarakat dapat membentuk generasi muda yang lebih berkarakter dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.