Posts made by Annisa Fadillah Quraini 2253053026

Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

Analisis Jurnal 1

Setelah membaca dan memahami jurnal yang berjudul URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK oleh Ika Setyorini dapat di pahami bahwa Pancasila adalah dasar negara atau pedoman tingkah laku yang penting dan baik. Serta menjadi dasar falsafah Indonesia.

Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional. Artinya niali-nilai dasar Pancasila secara normatifmenjadi dasar, kerangka acuan, dan tolakukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalan kan di Indonesia.

Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu belum banyak dibicrakan pada awal kemerdekaan bangsa Indonesia.

Teknologi ditengah-tengah kita akan memberiksn kemudahan dan memecahkan berbagi persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi manusia.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Analaisis Jurnal 2

Analisis jurnal yang berjudul PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Oleh Syarifuddin

pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Pancasila sebagai filsafat ilmu mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental kepribadian dan moral manusia (Syam, 2006).

Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan bentuk akumulasi proses pemecahan masalah kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari- hari, berbangsa dan bernegara.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
ketuhanan yang Maha Esa mengandung pengertian dan keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta beserta isinya (Burhanudin, 1988). Adapun Nilai-Nilai Pancasila Menurut Soedjadi pada sila KeTuhanan yang maha Esa adalah:

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
lm
Kemanusiaan berasal ldari kata manusia, yaitu mahluk yang berbudi, yang memiliki Potensi Pikir, rasa karsa dan cipta.

3.Persatuan indonesia
bertujuan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa

4 Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

tangan rakyat. Kerakyatan disebut Pula kedaulatan rakyat (rakyat berdaulat/berkuasa) atau demokrasi (rakyat yang memerintah). Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan rasio/akal yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan rakyat, dan dilaksanakan dengan sadar, jujur dan bertanggung jawab serta didorong oleh itikad baik sesuai dengan hati nurani manusia.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. dan

keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang ada dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Adapun nilai-nilai sila ke 5 adalah:
Analisis Soal 2
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM : 2253053026

1. Pancasila sebagai paradigma ilmu, melalui sila-silanya.

* Sila Pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”
menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME
yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam
semesta beserta isinya.

* Sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”
menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang
utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani sebagai kesatuan rohaniah.

* Sila ketiga “Persatuan Indonesia”
Keharusan menempatkan Sila Pertama dan Sila Kedua sebagai jiwa Persatuan
Indonesia.

* Sila Keempat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan”
Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat
dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan
penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun
secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia.

* Sila Kelima “Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia”
keadilan yang bertumpu pada habitat
sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia yang berkarakter komunalistik religius.

2. Harapan saya untuk pemimpin Indonesia yang akan mendatang ialah seorang pemimpin yang berjiwa Pancasila. Yang akan selalu berusaha menerapkan fungsi kekuasaan dan kepemimpinannya dengan berlandaskan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Analisis Soal 1
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

1. Tanggapan saya mengenai berita diatas adalah di zaman sekarang sangatlah mudah menyebarkan hoax, terlebih melalui media sosial. Hal tersebut tentu saja akan menarik perhatian seseorang dan membuat percaya akan berita bohong tersebut. Karena kebanyakan orang dengan mudahnya percaya dan tidak mencari tau lebih lanjut berita yang sedang beredar. Solusi untuk mengantisipasi dampak penyebaran hoax adalah dengan memilah dan menyaring berita yang sedang beredar, kemudian jangan terlalu percaya akan berita yang beredar sebab harus dipastikan terlebih dahulu kebenarannya.

2. Jika perkembangan IPTEK bertentangan dengan nilai nilai Pancasila, maka akan banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan. Seperti keruskan moral, kekacauan di masyarakat serta lunturnya nilai nilai luhur bangsa Indonesia. Solusi kedepannya untuk menjadi lebih baik ialah dengan mengembangkan IPTEK berlandakan nilai nilai Pancasila, serta menggunakan IPTEK secara efektif dan efesien.

3. Solusi saya sebagai siswa jurusan PGSD untuk mengurangi perilaku konsumerisme ialah dengan
1). Mengajarkan kepada anak didik saya untuk membeli dan menggunakan produk buatan lokal.
2). Menyampaikan kepada anak didik saya untuk membeli suatu barang yang memang dibutuhkan saja.
Analisis Video 2
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

"Detik-detik Hiroshima dan Nagasaki di Bom, Peristiwa Sejarah Sebelum Proklamasi RI"

Pada 7 Desember 1941 Jepang menyerang pangkalan A.S di pulau Harbour. Hal tersebut memicu bersatunya persekutuan Amerika Serikat, Britannia Raya, Belanda, Hindia Belanda, Jerman, Italia dan sejumlah negara jajaran inggris serta sejumlah negara amerika latin untuk bersama-sama berperang melawan jepang.
Pada 6 Agustus 1945 merupakan puncak sekutu melawan Jepang dengan dijatuhkannya bom atom ke kota Hiroshima Jepang. Dengan 140.000 orang meninggal.
Pada 9 Agustus 1945 bom atom ke dua dijatuhkan ke kota Nagasaki.
Lalu pada 15 Agustus 1945, menteri luar negeri jepang menandatangani surat tanda Jepang menyerah pada sekutu. Hal ini menandakan berakhirnya perang dunia ke II di wilayah Pasifik.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kekosongan kekuasaan di Indonesia. Sehingga kondisi tersebut di manfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.