Posts made by Annisa Fadillah Quraini 2253053026

Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

IDENTITAS JURNAL 2
Judul Jurnal : Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humoniora
Penulis : H. Wanto Rivaie
Tahun Terbit : 2010
Volume : 1
No : 1
Kata Kunci : Nilai Moral, Sosial Budaya, Indonesia

Dalam suasana kehidupan dewasa ini yang penuh dengan tuntutan, tantangan, dan masalah, peran orang tua dalam membina anak dalam keluarga dengan sentuhan kasih sayang menjadi hal yang semakin langka. Kelangkaan sentuhan kasih sayang ini, seperti yang diungkapkan dalam jurnal, mengakibatkan munculnya berbagai masalah remaja, seperti kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan penggunaan narkoba.
Maka dari itu dibutuhkan peran orang tua dalam membentuk karakter dan moral remaja. Sentuhan kasih sayang, pendidikan moral, dan perhatian terhadap nilai-nilai sosial dan budaya Indonesia sangat dibutuhkan untuk menghindari pelarian mental remaja. Upaya pendidikan harus menekankan pada aspek afektif dan perilaku yang luhur, karena hal ini memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk generasi mendatang yang bertanggung jawab dan berakhlaq mulia.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa upaya pendidikan perlu lebih berfokus pada aspek afektif (emosional) dan perilaku yang luhur dalam membina generasi muda Indonesia. Orang tua dan pendidik harus bekerja sama dalam memberikan pendidikan yang lebih holistik yang mencakup pengembangan karakter dan etika, serta memastikan bahwa nilai-nilai moral, sosial, dan budaya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari remaja. Hal ini akan berkontribusi pada pembentukan generasi mendatang yang lebih bertanggung jawab, berakhlaq mulia, dan mampu mengatasi tantangan yang dihadapi dalam kehidupan dewasa ini.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Analisis Jurnal 1

Judul Jurnal : Penerapan Nilai Moral Pancasila Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi Di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah
Nama Jurnal : Jurnal Pemimpin Pengabdian Masyarakat
Volume : 2
Nomor : 1
Halaman : 13-17
Tahun Terbit : 2022
Penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo

Nilai moral Pancasila adalah sikap bermasyarakat yang baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat.
Pendidikan moral Pancasila bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ini penting karena Pancasila adalah dasar moral dan etika bagi masyarakat Indonesia.
Generasi muda saat ini rentan terhadap penurunan nilai moral Pancasila, terutama karena kemajuan teknologi (IPTEK) yang dapat memengaruhi perilaku mereka. Ini adalah tantangan yang relevan, mengingat dampak negatif korupsi.
Maka dari itu kita perlu menekankan pentingnya pendidikan moral Pancasila, terutama di tingkat sekolah dasar. Melalui metode sosialisasi yang tepat, nilai-nilai moral Pancasila dapat ditanamkan sejak dini, yang diharapkan akan mengurangi risiko anak-anak terlibat dalam korupsi di masa depan.
Dengan menanamkan nilai moral Pancasila kepada peserta didik, generasi muda dapat dibekali sebagai "generasi emas" yang mampu membangun budaya anti korupsi sejak dini. Ini adalah langkah proaktif dalam memerangi korupsi di masyarakat. Maka dapat disimpulkan, bahwa jurnal ini mendukung pentingnya pendidikan moral Pancasila sebagai upaya pencegahan korupsi dan pembentukan generasi yang etis di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

Identitas Jurnal
•Judul Jurnal : Pendidikan Nilai dan Moral Dalam Sistem Kurikulum Pendidikan Di Aceh
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan kewarganegaraan
•Volume : 9
•Nomor : 3
•Halaman : 710-724
•Tahun Terbit : 2021
•Nama Penulis : Iwan Fajri1, Rahmat2, Dadang Sundawa3, Mohd Zailani Mohd Yusoff
•Kata kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

Adapun hasil yang saya dapatkan setelah membaca jurnal tersebut ialah Pendidikan yang diselenggarakan di Aceh merupakan implikasi dari penerapan Undang- Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Aceh yang berbasis islami. Salah satu bentuk otonomi khusus yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk provinsi Aceh adalah penerapan syariah Islam di Aceh dan pelaksanaan teknisnya diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Syariah Islam Di Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Penyelenggaraan pendidikan Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Dalam pendidikan nilai dan moral nya sendiri, di Aceh tidaklah hanya mengikuti pedoman nasional, tetapi juga berdasarkan pada penerapan melalui kurikulum Islami yang sesuai dengan hukum setempat.
Hal itu di karenakan proses pelaksanaan pendidikan Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh. Contohnya seperti indikator sistem pengelolaan madrasah yang memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

Pendidikan nilai dan moral merupakan aspek penting dalam pendidikan di sekolah. Fungsi utama dari pendidikan ini adalah membentuk karakter siswa dan mengembangkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai positif serta prinsip-prinsip moral. Salah satu tujuannya adalah menciptakan individu yang berperilaku etis, yang memahami perbedaan antara yang benar dan yang salah. Menurut teori perkembangan moral oleh Lawrence Kohlberg, pendidikan nilai dan moral membantu siswa mencapai tahap perkembangan moral yang lebih tinggi, di mana mereka mampu membuat keputusan moral yang lebih kompleks dan berdasarkan prinsip-prinsip etis. Tujuan utama lainnya adalah meningkatkan kesadaran moral siswa sehingga mereka dapat memahami implikasi moral dari tindakan mereka dan menghasilkan warga yang bertanggung jawab dalam masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan nilai dan moral memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar memberikan pengetahuan etika.

Pembelajaran nilai dan moral oleh peserta didik melibatkan peran penting dari sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pertama, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran nilai dan moral melalui pengajaran, diskusi, dan contoh yang baik oleh Pendidik. Teori pendidikan sosial menekankan pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran nilai dan moral, di mana Peserta didik belajar dari teman sebaya dan berpartisipasi dalam diskusi kelas tentang isu-isu moral. Keluarga juga memegang peranan kunci dalam pembelajaran nilai dan moral. Menurut teori sosialisasi, keluarga adalah agen sosialisasi utama yang mentransmisikan nilai-nilai, norma, dan etika kepada anak-anak. Masyarakat, termasuk media dan institusi sosial, juga berkontribusi dalam pembentukan nilai dan moral peserta didik. Oleh karena itu, peserta didik perlu aktif berpartisipasi dalam pembelajaran ini dengan mendengarkan, merenungkan, dan berinteraksi dengan lingkungan mereka. Mereka dapat mencari informasi, mengajukan pertanyaan, dan mengikuti contoh positif dalam upaya untuk memahami, mengadopsi, dan menerapkan nilai-nilai dan moral dalam kehidupan mereka. Dengan adanya kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, peserta didik dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai moral dan berkontribusi pada pembentukan karakter yang baik dalam masyarakat.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

1. Pendidikan nilai dan moral di sekolah dasar dapat diajarkan melalui berbagai cara yang relevan dengan perkembangan anak-anak. Seperti Kisah dan Literatur dengan menggunakan cerita pendek, buku anak-anak, atau dongeng moral cara ini efektif untuk mengilustrasikan nilai-nilai moral. Setelah membaca cerita, pendidik bisa mengajukan pertanyaan reflektif untuk mendorong diskusi.
2. Pendidikan memberikan pengetahuan mengenai pendidikan nilai dan moral kepada peserta didik, salah satunya melalui Pengajaran Langsung. Pendidik secara aktif mengajar nilai-nilai moral kepada peserta didik dengan menjelaskan konsep-konsep moral, etika, dan prinsip-prinsip moral, serta memberikan contoh konkret tentang bagaimana nilai-nilai ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
3. Adapun contoh tindakan atau perilaku yang sering dilakukan oleh peserta didik dalam penerapan pendidikan nilai dan moral, yaitu berbicara jujur, ber empati terhadap perasaan orang lain, bekerja sama, toleransi, membantu sesama, dan memperdulikan lingkungan.