Kiriman dibuat oleh Annisa Fadillah Quraini 2253053026

Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal
Judul : Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam Masyarakat
Penulis : James
Tahun : 2015
Volume : 3
Nomor : 2
Halaman : 197-200
Nama jurnal : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik
Kata Kunci : Moralitas, Agama

Dalam menghadapi krisis multidimensi di Indonesia, terutama dalam aspek ekonomi, politik, keamanan, budaya, agama, dan ruang hidup, terlihat bahwa akar dari berbagai krisis ini dapat ditemukan pada kondisi moralitas dan etika bangsa. Membahas masalah moralitas bukan sekadar mendengar dan ber teori, melainkan menjadi isu yang memerlukan perhatian dan tindakan bersama untuk mencari solusi. Dengan berbagai suku, agama, dan wilayah yang beragam di Indonesia, diperlukan pendekatan yang berbeda-beda untuk menangani masalah moralitas dalam setiap komunitas. Penulis jurnal berupaya menawarkan pandangan terhadap cara mengatasi masalah moralitas secara umum, yang diharapkan dapat memberikan arahan yang bermanfaat bagi semua. Masalah moralitas tidak pernah berhenti menjadi perhatian utama, dan dengan kondisi lingkungan sosial budaya yang beragam, penting bagi kita saling menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari dampak negatif masalah moralitas ini. Meskipun tidak selalu mungkin untuk mencegah orang lain, setidaknya kita dapat menjaga diri sendiri dan keluarga dari potensi kerusakan moral.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal
Judul : Pendapat Tentang Moral di Zaman Sekarang
Penulis: Ni Komang Rani Pradnyani
Volume, Nomor, dan Halaman: Volume 1, Nomor 2, halaman 54-56
Tahun : 2015

Moral adalah suatu sistem aturan kesusilaan dan adat istiadat yang diukur berdasarkan nilai-nilai, etika, dan kaidah sesuai dengan kebenaran. Pencegahan penurunan moral memerlukan penanaman internalisasi melalui pendidikan kewarganegaraan, pendidikan pancasila, dan pendidikan karakter. Solusi peningkatan moral membutuhkan peran aktif dari tripusat informal seperti keluarga dan masyarakat, terutama melalui pendidikan yang efektif oleh orang tua di dalam keluarga. Moralitas yang sesuai untuk masa depan adalah yang mampu mengutamakan nilai-nilai moral, khususnya nilai-nilai pancasila, sebagai pandangan hidup yang menjadi tolak ukur bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Sehingga, kolaborasi dan partisipasi dari berbagai sektor, terutama keluarga dan masyarakat, dianggap sebagai langkah penting dalam membentuk fondasi moral yang kokoh demi terciptanya masyarakat yang memiliki karakter moral yang baik.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

1. Fungsi Agama:
Mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari keluarga, melalui doa bersama, cerita agama, dan partisipasi dalam kegiatan keagamaan, membentuk dasar moral yang kuat.

2. Fungsi Kasih Sayang:
Kasih sayang keluarga menjadi model utama untuk anak-anak. Dengan memberikan cinta, perhatian, dan dukungan, anak-anak belajar tentang empati, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap orang lain.

3. Fungsi Perlindungan:
Menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung membantu anak merasa nyaman untuk mengembangkan moralitas mereka. Keamanan fisik dan emosional menjadi dasar bagi perkembangan nilai-nilai etika.

4. Fungsi Sosial Budaya:
Mengajarkan anak tentang nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, membantu mereka memahami konsep etika, toleransi, dan rasa hormat terhadap keberagaman budaya.

5. Fungsi Reproduksi:
Menunjukkan tanggung jawab orang tua dalam membimbing anak-anak mereka, memberikan contoh positif tentang pentingnya memiliki nilai-nilai moral yang baik untuk diteruskan kepada generasi selanjutnya.

6. Fungsi Sosialisasi & Pendidikan:
Menggunakan interaksi sehari-hari sebagai kesempatan untuk mendidik moral. Diskusi keluarga, pembelajaran melalui contoh nyata, dan keterlibatan dalam kegiatan bersama dapat membentuk pemahaman etika anak.

7. Fungsi Ekonomi:
Mengajarkan nilai-nilai seperti kerja keras, tanggung jawab finansial, dan keadilan dalam pembagian tugas ekonomi di rumah, menciptakan fondasi moral terkait kehidupan ekonomi.

8. Fungsi Pembinaan Lingkungan:
Memberdayakan anak-anak dengan pemahaman tentang tanggung jawab terhadap lingkungan dan mendorong perilaku moral terkait keberlanjutan dan kebersihan lingkungan.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Analisis Video 1

Dalam video "Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia," pendidikan di daerah pedalaman, seperti Tanjung Matao, masih menghadapi tantangan serius. Kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan masih rendah, hal itu menyebabkan banyak anak berhenti sekolah setelah lulus Sekolah Dasar, termasuk kasus pernikahan dini pada anak perempuan.
Maka dari itu diperlukan upaya untuk memberikan motivasi kepada anak-anak Tanjung Matao agar memiliki semangat belajar, menghadiri sekolah, dan mendapatkan bekal yang lebih baik untuk masa depan. Pembelajaran perlu disesuaikan dengan kondisi peserta didik, mengingat belum adanya TK atau PAUD di sana, sehingga Kelas 1 SD menjadi awal pendidikan. Pemberian reward dapat menjadi hal yang insentif bagi peserta didik dan peran kepala sekolah, pendidik, dan orang tua sangat krusial dalam mendukung pendidikan anak-anak di daerah tersebut.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026
Analisis Video 2

Berdasarkan analisis video "Potret Pendidikan di Dusun Terpencil," SD Negeri Glak di NTT menunjukkan kekurangan sarana dan prasarana, termasuk hanya memiliki 6 ruang kelas, yang mengakibatkan satu kelas harus belajar di teras sekolah. Tidak adanya perpustakaan dan akses internet menyulitkan pembelajaran daring di tengah pandemi. Meskipun menghadapi keterbatasan tersebut, para peserta didik tetap bersemangat untuk belajar. Diharapkan pemerintah dapat memberikan perhatian dan peningkatan sarana serta prasarana untuk SD Negeri Glak, sehingga pembelajaran di sana dapat berjalan lebih baik dan memenuhi kebutuhan peserta didik di dusun terpencil tersebut.