Kiriman dibuat oleh Rista Ayu Pandela 2213053167

Nama : Rista Ayu Pandela
NPM : 2213053167
Kelas : 2E
PreTest Pertemuan 3

IDENTITAS DAN INTEGRASI NASIONAL

1. Identitas Nasional
Adalah suatu kumpulan nilai budaya dari macam-macam aspek kehidupan dan dihimpun dalam satu kesatuan.
Hakikat kehidupan identitas nasional dalam berbangsa dan bernegara adalah Pancasila. Karena Pancasila itu sebagai aktualisasi penataan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Berikut adalah beberapa unsur identitas nasional :
1. Suku Bangsa
2. Agama
3. Budaya
4. Bahasa
Pada identitas nasional terbagi menjadi beberapa identitas yaitu diantaranya :
1. Identitas fundamental (Pancasila)
2. Identitas instrumental (UUD 1945)
3. Identitas Alamiah ( Kepulauan/Pluralisme)

2. Integrasi Nasional
Yaitu proses penyesuaian dari unsur-unsur identitas nasional yang berbeda, namum memiliki keserasian fungsi.
Faktor2 integrasi nasional :
a. Faktor Pendorong, diantaranya : Sejarah, keinginan bersatu, cinta tanah air, rela berkorban, konsensus nasional(kesepakatan).
b. Faktor Penghambat, diantaranya : Heterogen, etnosentrisme, ketimpangan (ketidak adilan), gangguan luar (masuknya kepentingan luar negeri). Bentuk integrasi nasional yaitu :
1. Asimilasi (pembauran kebudayaan disertai ciri khas kebudayaan asli)
2.Akulturasi (penerimaan unsur lain)

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Rista Ayu Pandela 2213053167 -
Nama : Rista Ayu Pandela
NPM : 2213053167
Kelas 1E
POST TEST PERTEMUAN 2

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Kearifan lokal yang dimiliki daerahdaerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Patut disyukuri bahwa hubungan antar suku bangsa dan golongan yang ada di wilayah NKRI ini, belum seburuk seperti di beberapa negara lain, namun potensi terpendam untuk konflik karena masalah ketegangan antar suku bangsa dan golongan tidak bisa diabaikan demikian saja. Dalam kaitan inilah Koentjaraningrat (1980), mengemukakan, bahwa dalam rangka menganalisis hubungan antara suku bangsa atau antara golongan, maka beberapa hal yang harus diketahui adalah:
1) Sumber-sumber konflik;
2) Potensi untuk toleransi;
3) Sikap dan pandangan dari suku bangsa atau golongan terhadap sesama suku bangsa atau golongan;
4) Tingkat masyarakat dimana hubungan dan pergaulan antara suku bangsa atau golongan tadi berlangsung
Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan.
Pada era globalisasi dewasa ini muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat.