Nama : Mirza Sultan Baradatu
Npm : 2218011032
Absen : B (Genap)
1. Berdasarkan artikel yang saya baca, hal positif yang dapat saya ambil adalah pentingnya saling menghargai antara individu dan kelompok, baik dalam konteks perbedaan budaya maupun wilayah. Artikel juga menekankan pentingnya mematuhi kesepakatan bersama yang telah disepakati untuk menciptakan keharmonisan. Saya menyayangkan adanya konflik komunal yang pertama kali terjadi di perbatasan darat Indonesia, namun dari artikel tersebut saya dapat melihat potensi positif, yaitu perlunya saling menghargai untuk mencegah terjadinya perbedaan sosial dan budaya yang merugikan. Selain itu, artikel juga menekankan pentingnya kesabaran dalam menunggu dan terus mengupayakan penyelesaian sengketa batas agar dapat mencapai kejelasan, serta menekankan agar tidak bersikap egois terkait dengan zona netral.
2. Apabila negara Indonesia tidak lagi menganut konsep wawasan nusantara, hal ini berimplikasi pada terbelahnya solidaritas bangsa. Selain itu, konsep kedaulatan yang menjadi dasar suatu negara dalam membentuk identitas bangsa juga akan terancam hilang, serta menyebabkan kehilangan sifat nasionalisme terhadap negara. Jika Indonesia tidak mempertahankan konsepsi wawasan nusantara, konsekuensinya adalah meningkatnya risiko konflik di berbagai wilayah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman antar masyarakat terhadap perbedaan yang ada, seperti perbedaan bahasa, agama, suku bangsa, budaya, dan lainnya. Selain itu, konsep kedaulatan dalam membentuk identitas bangsa juga akan terkikis, sehingga sifat nasionalisme bangsa terhadap negara akan menurun karena masing-masing individu cenderung memiliki pandangan yang berbeda.
3. Konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah timbulnya konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan mengedepankan prinsip inklusivitas, dialog, dan kerjasama antarbudaya. Pentingnya menghargai keberagaman budaya serta prinsip keadilan dan pengakuan terhadap identitas dan hak-hak masyarakat lokal di perbatasan menjadi kunci dalam mengurangi ketegangan. Selain itu, melibatkan semua pemangku kepentingan dan membangun keterhubungan yang kuat antara masyarakat di kedua sisi perbatasan dapat membantu membangun kepercayaan dan pemahaman yang mendalam.
Untuk mencegah konflik, komitmen pemerintah dan kesepakatan yang kuat antara negara terlibat menjadi langkah penting, terutama dalam menegakkan aturan-aturan yang telah disepakati, terutama mengenai batas wilayah. Selain itu, sebagai masyarakat, penting untuk memiliki pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya jiwa bela negara dalam mempertahankan keutuhan negara Indonesia. Semboyan negara "Bhineka Tunggal Ika" harus diterapkan tidak hanya dalam konteks internal negara, tetapi juga dalam menghadapi perbedaan dengan negara lain. Tiga hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan keharmonisan dalam bermasyarakat dan bernegara.