Posts made by Desviana Safitri 2213053064

Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Penanaman nilai dan moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku individu. Hal ini memerlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk memberikan dampak yang positif bagi perkembangan anak-anak. Proses penanaman nilai dan moral ini memiliki tantangan dan hambatan yang perlu diatasi agar dapat berhasil. Berikut adalah beberapa analisis dan strategi yang tepat untuk menanamkan nilai dan moral secara efektif.

1. Penanaman di Lingkungan Keluarga
Penanaman nilai dan moral di lingkungan keluarga adalah langkah pertama yang sangat penting. Orang tua memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak. Cara menanamkan nilai dan moral di keluarga dapat dilakukan melalui:
- Contoh dan Teladan: Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak, karena anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka.
- Komunikasi Terbuka: Orang tua perlu berbicara secara terbuka dan jujur dengan anak-anak mengenai pentingnya nilai-nilai seperti kejujuran, rasa hormat, dan empati.
- Konsistensi: Konsistensi dalam penerapan aturan dan nilai-nilai di rumah akan membantu anak-anak memahami nilai-nilai tersebut dengan lebih baik.

Hambatan dalam penanaman nilai di keluarga bisa saja muncul dari faktor-faktor seperti kesibukan orang tua yang menyebabkan kurangnya waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak, adanya perbedaan pandangan antara orang tua dalam hal nilai dan moral, serta pengaruh lingkungan di luar keluarga seperti media sosial yang menawarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan yang diajarkan di rumah.

Strategi yang tepat untuk menanamkan nilai dan moral di lingkungan keluarga meliputi:
- Pembentukan Rutinitas: Menciptakan rutinitas di rumah yang memperkuat nilai-nilai seperti waktu makan bersama untuk memupuk kerjasama, waktu berdiskusi untuk melatih keterbukaan, dan waktu untuk bermain bersama untuk mengajarkan pentingnya kerja sama.
- Menciptakan Diskusi Terbuka: Membiasakan anak-anak untuk berbicara tentang nilai-nilai dan moral yang diajarkan di rumah sehingga mereka dapat memahami artinya dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Penanaman di Lingkungan Sekolah
Sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membantu menanamkan nilai dan moral kepada siswa. Guru dan staf sekolah memegang peranan penting dalam membentuk karakter siswa. Cara menanamkan nilai dan moral di sekolah meliputi:
- Pendidikan Karakter: Sekolah perlu menyediakan waktu dan ruang untuk memberikan pendidikan karakter kepada siswa, baik melalui mata pelajaran khusus maupun mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kurikulum.
- Penghargaan atas Perilaku Positif: Membuat budaya penghargaan atas perilaku positif dan penerapan nilai-nilai moral sehingga siswa merasa diapresiasi atas usaha mereka dalam menerapkan nilai-nilai tersebut.

Hambatan dalam penanaman nilai di sekolah dapat berasal dari kurangnya sumber daya, perbedaan pandangan antara guru dalam menerapkan pendidikan karakter, serta adanya gangguan dari lingkungan di luar sekolah yang mempengaruhi perilaku siswa.

Strategi yang tepat untuk menanamkan nilai dan moral di lingkungan sekolah meliputi:
- Pembentukan Program Pendidikan Karakter: Mengembangkan program pendidikan karakter yang terintegrasi dalam kurikulum sehingga nilai dan moral diajarkan secara konsisten dan terpadu.
- Melibatkan Orang Tua: Kolaborasi antara orang tua dan guru.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Video ini adalah sebuah film pendek berjudul "Penerapan Nilai Moral Pancasila di Lingkungan Keluarga,".

Vidio ini mengisahkan Di sebuah Desa Makmur hiduplah seorang ibu yang memiliki dua orang anak ibu tersebut bernama Ibu Lala yang memiliki sifat rendah hati dan anaknya bernama Caca ,Caca memiliki sifat yang baik dan sopan santun rajin sembahyang suka menolong dan dia miliki satu saudara yaitu kakaknya yang bernama Santi .Santi memiliki sifat angkuh egois tidak memiliki tata krama jahat tidak suka sembahyang dan mabuk-mabukan, mereka hidup bersama namun ada konflik diantara keduanya . Santi memiliki sifat yang angkuh dan sering keluar hingga larut malam untuk mabuk-mabukkan. Dan caca yang selalu taat dengan ibunya yang selalu pergi bersama ibunya untuk beribadah dan menolong pekerjaan ibunya.
Kisah ini mengandung beberapa pelajaran berharga.

Pertama, kebaikan dan kesopanan seperti yang dimiliki oleh Caca adalah nilai-nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, komunikasi dalam keluarga sangat penting, seperti yang ditunjukkan oleh Caca yang mencoba memberikan informasi kepada ibunya tentang keberadaan Santi.
Ketiga, kesetiaan dan kewajiban sebagai anak terhadap orang tua tercermin dalam usaha Caca untuk mengantarkan ibunya ke pasar.
Keempat, tindakan tidak bertanggung jawab, seperti yang dilakukan oleh Santi yang pulang dalam keadaan mabuk, dapat membawa dampak negatif pada hubungan keluarga. Kelima, kisah ini mengajarkan pentingnya kesediaan untuk meminta maaf dan berubah, seperti yang ditunjukkan oleh Santi ketika menyadari kesalahannya.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Artikel jurnal ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru. Populasi penelitian terdiri dari 40 SMP Negeri Kota Pekanbaru dengan 1600 siswa, sedangkan sampel penelitian meliputi 9 SMP Kota Pekanbaru dengan 360 siswa. Hasil kajian menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral siswa SMP Kelas VIII Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua. Konsep dasar moral dan karakter juga dibahas dalam jurnal ini.

Penting untuk mengembangkan pengetahuan moral, nilai-nilai moral, pengambilan perspektif, penalaran moral, pengambilan keputusan, pemahaman diri, dan perilaku moral dalam pendidikan anak-anak. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan nilai dan karakter, serta melalui pembentukan kontrol internal yang efektif.

Artikel ini membahas tentang pentingnya pendidikan moral dan karakter pada siswa, serta pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral siswa. Penelitian dilakukan di SMP Negeri Kota Pekanbaru dan menggunakan metode pengumpulan data melalui angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan moral siswa terhadap perilaku moral siswa.

Artikel jurnal ini menunjukkan bahwa pengetahuan moral siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru mempengaruhi perilaku moral siswa berdasarkan pendidikan orang tua. Rekomendasi diberikan kepada siswa agar orang tua mereka berpendidikan, namun juga bijak dalam menyikapi pengetahuan moral siswa. Sekolah juga perlu memfungsikan potensi, fasilitas, dan pembimbingan guru kepada siswa lebih intensif agar siswa dapat berkembang menjadi siswa yang dewasa, berkarakter, dan bermoral.