གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Desviana Safitri 2213053064

PKn SD 4J -> Forum Diskusi

Desviana Safitri 2213053064 གིས-
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064
Kelas : 4J

Izin menjawab,
Menanamkan civic participation di lingkungan sekolah dasar (SD) merupakan hal yang penting untuk mengembangkan keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan civic participation di lingkungan SD:
1. Membuat Lingkungan Belajar yang Berorientasi pada Keterlibatan Siswa
- Mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam keputusan-keputusan yang mempengaruhi lingkungan sekolah, misalnya dalam kegiatan ekstrakurikuler atau penataan ruang belajar.
- Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyuarakan pendapat mereka dan merencanakan kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
2. Mengintegrasikan Pembelajaran tentang Kewarganegaraan
- Memasukkan materi pembelajaran tentang kewarganegaraan, tanggung jawab sosial, dan demokrasi dalam kurikulum sekolah.
- Mendorong siswa untuk memahami peran dan hak mereka sebagai warga negara yang baik melalui diskusi, proyek-proyek kelompok, atau kegiatan sosial lainnya.
3. Melibatkan Siswa dalam Proyek-Proyek Sosial
- Mengorganisir kegiatan-kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk yayasan, membersihkan lingkungan sekitar sekolah, atau mengunjungi panti jompo.
- Melibatkan siswa dalam proyek-proyek nyata yang memungkinkan mereka untuk merasakan dampak positif yang dihasilkan dari keterlibatan mereka.
4. Membangun Kemitraan dengan Komunitas Lokal
- Mengajak komunitas lokal untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan di sekolah, baik sebagai pembicara tamu, mentor, atau mitra dalam proyek-proyek bersama.
- Kolaborasi dengan pemerintah setempat atau organisasi masyarakat dalam mengadakan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai keterlibatan dalam pembangunan masyarakat.

Contoh implementasi dari cara-cara di atas bisa berupa pelaksanaan program "Sekolah Bersih" di SD X. Dalam program ini, siswa diajak untuk membersihkan lingkungan sekolah setiap minggu dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar sebagai bentuk tanggung jawab sosial mereka. Siswa-siswa juga diajak untuk merancang dan melaksanakan kampanye penyadaran mengenai pentingnya lingkungan bersih kepada masyarakat sekitar.
Selain itu, SD X juga mengadakan kegiatan "Siswa Peduli" di mana siswa diajak untuk mengunjungi panti asuhan dan berinteraksi dengan anak-anak di sana. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang empati, kepedulian, dan bagaimana mereka dapat memberikan dampak positif bagi orang lain dengan keterlibatan mereka.
Dengan adanya program-program seperti ini, siswa di SD X tidak hanya belajar secara teoritis tentang civic participation, tetapi juga secara praktis merasakan pentingnya menjadi bagian dari masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki kesadaran sosial tinggi dan siap untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat di masa depan.

PKn SD 4J -> TUGAS

Desviana Safitri 2213053064 གིས-
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Izin menjawab,
Dalam konteks pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), perbedaan antara teori belajar dan teori pembelajaran dapat diilustrasikan dengan cara berikut:

1. Teori Belajar:
- Ketika menerapkan teori belajar dalam pembelajaran PKN, pendekatan konstruktivisme dapat digunakan. Teori ini menekankan bahwa siswa secara aktif membangun pengetahuan dan pemahaman mereka melalui pengalaman, refleksi, dan interaksi dengan lingkungan.
- Contoh penerapannya dalam PKN adalah dengan memberikan proyek kolaboratif kepada siswa untuk mengeksplorasi isu-isu sosial dan politik di masyarakat mereka. Melalui proyek ini, siswa dapat membangun pemahaman mendalam tentang proses demokrasi, hak asasi manusia, dan tanggung jawab sebagai warga negara yang aktif.

2. Teori Pembelajaran:
- Ketika menerapkan teori pembelajaran dalam pembelajaran PKN, pendekatan behaviorisme dapat digunakan. Teori ini menekankan bahwa perilaku dapat dipelajari melalui stimulus dan respons yang terjadi dalam lingkungan belajar.
- Contoh penerapannya dalam PKN adalah dengan menggunakan sistem reward dan reinforcement dalam memotivasi siswa untuk mengikuti aturan, norma, dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya, memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan atau kegiatan sosial di sekolah.

Dengan memahami perbedaan antara teori belajar dan teori pembelajaran, guru PKN dapat merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran PKN. Selain itu, gabungan antara kedua teori tersebut juga dapat menghasilkan pengalaman pembelajaran yang beragam dan memenuhi kebutuhan belajar siswa secara holistik.

PKn SD 4J -> Tugas 2

Desviana Safitri 2213053064 གིས-
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064
Izin menjawab,
Materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) untuk siswa SD bertujuan untuk membentuk karakter, mengenalkan nilai-nilai moral, serta memperkenalkan konsep-konsep dasar mengenai negara dan pemerintahan. Untuk kelas rendah, seperti kelas 1 hingga 3, materi PKN sebaiknya disampaikan melalui pendekatan yang lebih sederhana dan bermain. Materi yang tepat untuk kelas rendah biasanya berfokus pada pengenalan tentang nilai-nilai seperti gotong royong, jujur, dan disiplin.
Misalnya, materi PKN untuk kelas rendah bisa mengambil tema "Berkarya Untuk Lingkungan". Dalam tema ini, anak-anak diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, merawat taman sekolah, atau menghemat sumber daya. Materi dapat disajikan dengan cara bermain peran, menyanyi lagu-lagu tentang lingkungan, atau menggunakan cerita pendek yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Sementara itu, untuk kelas SD yang lebih tinggi, seperti kelas 4 hingga 6, materi PKN bisa disusun dengan pendekatan yang lebih mendalam dan kompleks. Materi yang tepat untuk kelas tinggi ini bisa memasukkan konsep-konsep seperti demokrasi, hak asasi manusia, serta peran dan fungsi lembaga negara.
Sebagai contoh, materi PKN untuk kelas tinggi bisa membahas tentang "Peran Pemimpin dalam Masyarakat". Dalam tema ini, siswa diajak untuk memahami berbagai peran seorang pemimpin, kriteria seorang pemimpin yang baik, serta bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Materi dapat disajikan melalui diskusi, studi kasus pemimpin terkenal, atau simulasi pemilihan pemimpin di kelas.