Posts made by Destia Rahmah Fitriani 2213053082

Nama : Destia Rahmah Fitriani
NPM : 2213053082
Kelas : 3F

Analisis Video 2
"Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan Moral"

Lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan moral seseorang. Pengaruh ini dapat terjadi melalui berbagai cara:
1. Nilai-nilai yang Diajarkan oleh Keluarga: Keluarga adalah lingkungan pertama di mana seseorang belajar tentang moral. Nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tua dan anggota keluarga lainnya akan membentuk dasar pemahaman moral individu.
2. Pendidikan dan Sekolah: Lingkungan sekolah juga memainkan peran penting dalam membentuk pendidikan moral. Program pendidikan formal dan tidak formal di sekolah dapat membantu memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, serta tanggung jawab sosial.
3. Teman Sebaya dan Lingkungan Sosial: Interaksi dengan teman sebaya dan lingkungan sosial juga memengaruhi perkembangan moral seseorang. Penerimaan sosial terhadap berbagai nilai, sikap, dan perilaku dapat memengaruhi individu untuk menginternalisasikan nilai-nilai tertentu.
4. Media dan Teknologi: Pengaruh media massa dan teknologi juga memiliki peran dalam membentuk moralitas. Konten yang dikonsumsi oleh seseorang dari media dapat membentuk pandangan tentang nilai moral, etika, dan cara pandang terhadap berbagai situasi.
5. Nilai-Nilai Budaya dan Agama: Nilai-nilai yang dianut oleh budaya dan agama juga berperan dalam membentuk moralitas individu. Ajaran dan praktik keagamaan serta norma-norma budaya dapat menjadi landasan moral bagi seseorang.

Pentingnya lingkungan dalam pendidikan moral menunjukkan bahwa pengalaman dan interaksi sehari-hari dengan berbagai aspek lingkungan dapat membentuk pandangan dan perilaku moral seseorang. Oleh karena itu, upaya untuk memperkuat nilai-nilai positif dalam berbagai lingkungan, mulai dari keluarga hingga sekolah dan masyarakat secara luas, dapat berkontribusi pada pembentukan moral yang baik pada individu.
Nama : Destia Rahmah Fitriani
NPM : 2213053082
Kelas : 3F

Analisis Video 1
"Refleksi Moral Hidup Dalam Kehidupan Manusia"

Refleksi moral dalam kehidupan manusia merupakan proses kontemplatif dan evaluatif yang melibatkan pertimbangan mendalam tentang nilai-nilai moral, prinsip-prinsip, dan tindakan-tindakan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah cara untuk mengintrospeksi dan mengevaluasi perilaku, keputusan, dan interaksi dengan orang lain berdasarkan standar moral yang dianut.

Proses ini melibatkan langkah-langkah seperti:
1. Self-Awareness (Kesadaran Diri): Mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai, keyakinan, dan prinsip-prinsip yang memandu tindakan seseorang.
2. Evaluasi Tindakan: Menganalisis apakah tindakan yang dilakukan sesuai dengan standar moral yang dipercayai. Hal ini melibatkan pertanyaan seperti apakah tindakan tersebut adil, jujur, dan bertanggung jawab.
3. Pertimbangan terhadap Dampak: Memikirkan bagaimana tindakan-tindakan tersebut dapat memengaruhi orang lain. Ini mencakup aspek empati dan kepedulian terhadap perasaan, kebutuhan, dan perspektif orang lain.
4. Pembelajaran dari Pengalaman: Merefleksikan kesalahan atau kegagalan sebelumnya sebagai pelajaran moral. Ini membantu dalam pertumbuhan pribadi dan memastikan bahwa kesalahan tersebut tidak diulang.
5. Pengembangan Integritas: Menjaga konsistensi antara nilai-nilai yang diyakini dan perilaku sehari-hari. Integritas memainkan peran kunci dalam refleksi moral karena membentuk fondasi kepercayaan dan kejujuran.
6. Perbaikan Diri: Menggunakan refleksi moral untuk melakukan perbaikan diri, merencanakan perubahan, dan berkembang menjadi individu yang lebih baik.

Refleksi moral membantu manusia menjadi lebih sadar akan dampak tindakan mereka pada diri sendiri dan orang lain. Ini tidak hanya tentang menilai tindakan yang dilakukan, tetapi juga tentang mengembangkan kesadaran moral yang lebih dalam dan lebih sensitif terhadap nilai-nilai yang mendukung kehidupan yang bermakna dan bertanggung jawab.
Nama : Destia Rahmah Fitriani
NPM : 2213053082
Kelas : 3F

Berikan analisa mu mengenai penanaman nilai dan moral dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, mulai dari bagaimana cara menanamkannya , hambatan hambatan proses penanamannya, dan trik atau strategi apa yang tepat yang dipakai agar penanaman tersebut dapat menjadi kebiasaan dan dilakukan secara terus menerus oleh anak didik kita !

Jawaban :

Penanaman nilai dan moral dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan fondasi penting untuk membentuk karakter anak-anak dan individu yang bertanggung jawab. Berikut adalah beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan dalam menanamkan nilai-nilai tersebut:

Lingkungan Keluarga:
1. Percontohan Orang Tua: Orang tua memiliki peran utama sebagai contoh yang kuat bagi anak-anak. Sikap, perilaku, dan cara berinteraksi orang tua akan menjadi model yang kuat bagi anak-anak.
2. Komunikasi Terbuka: Membuka diskusi terkait nilai-nilai, moralitas, dan pentingnya perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Keterlibatan Aktif: Melibatkan anak dalam aktivitas yang memperkuat nilai-nilai tertentu, seperti kegiatan sukarela, membantu sesama, atau menjalankan rutinitas keluarga yang berfokus pada nilai-nilai tertentu.

Lingkungan Sekolah:
1. Kurikulum yang Mencakup Aspek Moral: Pembelajaran tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang kepemimpinan, empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial.
2. Pendidik yang Berperan sebagai Panutan: Guru dan staf sekolah berperan sebagai role model yang memperkuat nilai-nilai yang diajarkan.
3. Aktivitas Ekstrakurikuler Berbasis Nilai: Mendorong partisipasi dalam klub atau kegiatan yang mempromosikan nilai-nilai tertentu seperti kepedulian lingkungan, keberagaman, atau kerjasama tim.

Lingkungan Masyarakat:
1. Partisipasi dalam Kegiatan Sosial: Melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang membangun komunitas, seperti membersihkan lingkungan, mengumpulkan donasi untuk yang membutuhkan, atau mengunjungi tempat-tempat yang membutuhkan bantuan.
2. Mentor dan Role Model dari Komunitas: Memperkenalkan anak-anak kepada tokoh-tokoh yang mewakili nilai-nilai yang dihargai dalam masyarakat.
3. Penghargaan dan Pengakuan atas Tindakan Moral: Memberikan apresiasi terhadap perilaku dan tindakan moral yang dilakukan oleh anak-anak dalam masyarakat.

Hambatan dalam Proses Penanaman Nilai dan Moral:
1. Ketidak konsistenan: Ketidak-konsistenan dalam menegakkan nilai-nilai dapat menyebabkan kebingungan pada anak-anak.
2. Pengaruh Lingkungan Luar yang Negatif: Tekanan dari media, teman sebaya, atau lingkungan yang tidak mendukung dapat mengurangi dampak nilai-nilai yang diajarkan.
3. Ketidakterlibatan Orang Tua atau Guru: Kurangnya perhatian dan keterlibatan dari orang tua atau guru dalam membimbing anak-anak dalam mempraktikkan nilai-nilai moral dapat menjadi hambatan.

Strategi untuk Membuat Penanaman Nilai Menjadi Kebiasaan:
1. Konsistensi: Menegakkan nilai-nilai dengan konsisten dalam setiap kesempatan yang ada.
2. Keterlibatan Aktif: Melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang secara langsung memperkuat nilai-nilai tersebut.
3. Penguatan Positif: Memberikan penghargaan atau pengakuan atas tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan.
4. Pendidikan Berkelanjutan: Memastikan nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan sekali, tetapi diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Menanamkan nilai dan moral membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan keterlibatan yang berkelanjutan dari berbagai pihak. Kombinasi antara model peran yang kuat, lingkungan yang mendukung, dan strategi yang tepat akan membantu mewujudkan penanaman nilai-nilai yang kuat pada anak-anak.
Nama : Destia Rahmah Fitriani
NPM : 2213053082
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 2
"PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA"

Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui aspek moralitas yaitu pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua. Populasi penelitian terdiri dari 40 SMP Negeri Kota Pekanbaru sebanyak 1600 siswa, sedangkan sampel penelitian meliputi 9 SMP Kota Pekanbaru sebanyak 360 siswa. Kaedah analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu rata-rata dan simpangan baku serta analisis inferensi yang digunakan regresi melalui program SPSS18. Hasil kajian menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku Moral siswa SMP Kelas VIIIKota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orangtua.

Berdasarkan tujuan kajian/studi tentang moralitas (pengetahuan moral dan perilaku moral) pada siswa SMP Negeri yang terdapat Kota Pekanbaru, di antaranya adalah untuk mendapat penjelasan serta mendeskripsikan pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral siswakelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan Pendidikan Orangtua.

Pengetahuan moral (moral knowing) siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru mempengaruhi Perilaku moral(moral action) siswa berdasarkan pendidikan orangtua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa.
Bagi siswa yang orang tuanya berpendidikan berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa serta perilaku moral siswa, meskipun perbedaan pendidikan orang tua akan tetapi bila tidak bijak menyikapi atas pengetahuan moral siswa, justru dapat mempengaruhi perilaku moral siswa, dengan begitu pihak sekolah perlu memfungsikan potensi, fasilitas dan pembimbingan guru kepada siswa lebih intens lagi agar siswa lebih dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi, yaitu menjadi siswa yang dewasa dan berkarakter, dan bermoral.
Nama : Destia Rahmah Fitriani
NPM : 2213053082
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 1
"MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL"

Menangkal degradasi moral di era digital bagi kalangan milenial bisa menjadi tantangan yang kompleks.

Berikut beberapa cara yang mungkin bisa membantu:
1. Pendidikan Moral: Membangun kesadaran akan nilai-nilai moral sejak dini melalui pendidikan formal dan informal. Program pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran tentang etika, nilai-nilai, dan tanggung jawab sosial dapat membantu mendorong kesadaran akan pentingnya moralitas.
2. Penggunaan Teknologi yang Bertanggung Jawab: Memanfaatkan teknologi dengan bijak adalah kunci. Mendorong penggunaan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif, serta membatasi paparan terhadap konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral yang dipegang.
3. Mentoring dan Bimbingan: Program mentoring dan bimbingan dari generasi yang lebih tua atau mentor yang dapat memberikan pandangan dan nasihat yang berharga tentang nilai-nilai moral.
4. Keterlibatan Komunitas: Mengikutsertakan diri dalam kegiatan-kegiatan komunitas yang berfokus pada pengembangan moralitas dapat memperluas wawasan dan membangun dukungan sosial yang positif.
5. Pengembangan Kemampuan Kritis: Mengajarkan keterampilan pemikiran kritis agar individu dapat menilai informasi yang diterima dari internet secara lebih bijak dan kritis.
6. Pengembangan Empati dan Keterampilan Sosial: Mengembangkan kemampuan empati dan keterampilan sosial dapat membantu memahami dampak dari tindakan online terhadap orang lain, sehingga lebih mempertimbangkan tindakan yang diambil.
7. Pengaturan Waktu dan Konten: Menetapkan batasan waktu dan jenis konten yang diakses, baik bagi diri sendiri maupun bagi anak-anak, bisa membantu meminimalkan paparan terhadap hal-hal yang bertentangan dengan moralitas.
8. Komunikasi Terbuka: Mendorong komunikasi terbuka antara generasi, baik dalam lingkup keluarga maupun di lingkungan sosial, untuk membahas nilai-nilai moral yang dianut dan bagaimana menghadapi tantangan moral di era digital.

Menjadi bagian dari solusi adalah langkah pertama yang baik. Menggabungkan beberapa pendekatan ini dapat membantu dalam menangkal degradasi moral di era digital bagi kalangan milenial.