Posts made by Shinta Dwi Kartika 2213053127

Nama :Shinta Dwi Kartika
NPM : 2213053127
Review jurnal 2

Nama jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Nomor : 1
Volume : 3
Halaman : 79 - 84
Tahun terbit : 2019
Nama penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang dilakukan sebelum berkunjung langsung. Yang pertama dilakukan ialah tahap persiapan, yakni dengan melakukan survei awal. Pada tahap ini, dilakukan wawancara dengan kepala sekolah Mts Insan Madani terkait prosedur kegiatan PKM. Diantaranya pemantapan lokasi dan peserta PKM, penyusunan bahan pelatihan PKM.

Adapun pemateri pada pelatihan ini adalah Ahmad Yani Nasution berisikan“Fenomena Degradasi Moral di Era Digital pada kalangan millennial”, dengan moderator Firdaus. Selanjutnya dilanjutkan oleh Muhammad Jazuli dengan judul materi “Solusi Menghadapi Degradasi Moral ”.

Pada pemaparan materi ini terdapat beberapa peserta yang bertanya mengenai  “Apakah globalisasi berpengaruh terhadap degradasi moral suatu bangsa? Pertanyaan ini dijawab oleh Ahmad Yani Nasution sebagai berikut: “Globalisasi memudahkan kita mengakses segala sesuatu dari mana saja, termasuk dari kiblat Barat yang tentu saja memiliki standar moral yang berbeda dengan Indonesia; sehingga saat kalangan millennial meniru gaya hidup tersebut dianggap telah melakukan degradasi moral; moral yang baik adalah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan standar Al-Qur’an dan hadits. 
Kemudian pada pertanyaan kedua “Bagaimana metode dakwah yang tepat bagi kalangan milenial?” Kemudian Muhammad Jazuli (Pemateri kedua) Menjawab bahwa dakwah yang efektif di kalangan millennial adalah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik.

Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akademik tapi juga mempunyai kemampuan soft skill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan.

Keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional dari kegiatan ini, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.
Nama :Shinta Dwi Kartika
NPM : 2213053127
Analisis jurnal 1

Nama jurnal : jurnal pedagodik
Nomor : 01
Volume : 5
Halaman : 69 - 81
Tahun terbit : 2018
Nama penulis : Ulil Hidayah
Judul : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL

PENDAHULUAN
Secara universal sistem Pendidikan Nasional memiliki peranan yang signifikan terhadap dinamika perjalanan bangsa Indonesia (Baharun, 2017a). Hal ini dapat dilihat dari fenomena-fenomena kerusuhan yang mewarnai negeri ini. Banyak diantaranya pemicu terjadi konflik dalam negeri diakibatkan oleh perbedaan yang dimaknai sebagai garis runcing pemisah antara kelompok satu dan lainnya, baik itu perbedaan agama, suku, budaya bahkan yang lebih fenomenal akhir-akhir ini perseteruan antara kelompok-kelompok yang memiliki paham ideology yang berbeda (Fauzi, 2017), sehingga bendera politik identitas mulai menjadi isu yang sensitif ketika dikibarkan di wilayah tertentu atau menjadi benturan keras yang memicu saling merasa benar dan saling menyalahkan antar golongan yang berbeda sudut pandang pemahaman

Mengutip pendapat Ngainun Naim, ada tiga kelompok besar prototypeout put pendidikan dewasa ini. Pertama, pendidikan menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan intelektual yang mampu menguasai terhadap teknologi, namun kurang mampu memahami, menjalankan dan menghayati nilai-nilai agama. Kedua, mereka yang memiliki kemampuan intelektual dan mampu menghayati terhadap nilai-nilai ajaran agama akan tetapi tidak mampu menguasai teknologi dan dinamika politik yang ada di dalamnya. Ketiga, kelompok yang memiliki kemampuan intelektual yang mampu menguasai agama akan tetapi tidak mampu menghayati nilai-nilai luhur sebagai subtansi ajaran agama (Ngainun Naim, 2010). Adanya ketidakseimbangan antara pola pikir, penghayatan dan tingkah laku yang diperoleh selama masa belajar menjadikan out put pendidikan seperti di atas menjadi cacat pendidikan.

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
Peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik Artinya pendidikan berperan besar dalam memproduksi ulang dan terus menerus mendampingi kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat. Disekolah anak-anak yang datang berangkat dari keluarga yang memiliki kultur berbeda-beda dalam bentuk relasi/pergaulan sosial, bahasa dan tradisi, serta gaya hidup lainnya. Sehingga disinilah peran sekolah untuk membongkar

TANTANGAN MATERI PELAJARAN DI SEKOLAH 
Penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah sejauh ini masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, terlebih lagi tantangan ketika peserta didik sudah tidak berada di lingkungan sekolah. Ketika kasus potensi kepribadian dan sosial yang dipertayakan, maka materi pelajaran di sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegelisahan ini adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Secara teoritis PAI adalah proses pendidikan yang dilakukan pendidik untuk membekali anak didik dengan pengetahuan, pemahaman, penghayatan pengamalan ajaran agama Islam (Muchlis Sholichin, 2007).

REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL 
Untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan PAI dan PKn sangat menentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melalui tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik di sekolah. Lebih dari itu unsur evaluasi yang dianggap paling menentukan seberapa berhasilkah tujuan itu tercapai perlu melihat kembali dan menata kembali suasana belajar sekolah dengan mempertimbangkan keberadaan peserta didik itu sendiri dari segi lingkungan ia tinggal dan melangsungkan kehidupan (Muali, 2016). Sebab, acuan kurikulum pemerintah yang berlaku secara umum tidak bisa memastikan keadaan pada tiap-tiap institusi pendidikan.

OUTPUT PENDIDIKAN YANG DIDAMBAKAN MENUJU MASYARAKAT IDEAL 
Esesensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik maupun non akademik lebih dari itu adalah usaha sadar untuk menyiapkan manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak luhur dalam segenap peranannya di masa sekarang dan akan datang. Upaya pemberian pendidikan moral menurut Teuku Ramli dapat dilakukan dengan lima pendekatan, yaitu: Penanaman nilai (inculcation approach), perkembangan moral kognitif (cognitive moral development approach), analisis nilai (values clarification approach), pembelajaran berbuat (action learning approach) (Teuku Ramli Zakaria, 2011)..
Nama : Shinta Dwi Kartika
NPM : 2213053127
Analisis video 2

Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral anak usia dini

Instrumen penilaian adalah suatu Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.

Manfaat penilaian
1. Manfaat penilaian bagi anak
Untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai kemampuannya, dan anak mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya
2. Manfaat penilaian bagi orang tua
Orang tua akan memperoleh informasi mengenai pertumbuhan, perkembangan, dan minat anak, memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi, membuat keputusan bersama antara orang tua dengan pihak sekolah dan memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak.
3. Manfaat penilaian bagi guru
Untuk mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak, mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan dalam tumbuh kembang setiap anak, mengetahui kesesuaian stimulasi dalam layanan kebutuhan perkembangannya, memberikan dukungan yang tepat pada setiap anak, memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak untuk merencanakan pembelajaran selanjutnya.

Prinsip-prinsip penilaian
Mendidik
Berkesinambungan
Objektif
Akuntabel
Transparan
Sistematis
Menyeluruh
Bermakna

Teknik dan lingkup penilaian
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan Instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses, catatan anekdot, rubrik dan/atau instrumen penilaian hasil kemampuan anak.

Mekanisme penilaian
- Menyusun teknik instrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak.
- Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan. tahap, teknik, dan instrumen penilaian.
- Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan.
- Melaporkan capaian perkembangan anak pada orang.

Teknik penilaian
1. BB (belum berkembang)
2. MB (mulai berkembang)
3. BSH (berkembang sesuai harapan)
4. BSB (berkembang sangat baik)

Bentuk penilaian
1. Penilaian harian
2. Penilaian minggu
3. Penilaian bulanan
4. Penilaian semester
5. Portofolio anak
6. Dokumen lain yang diperlukan setiap satuan Pendidikan
Nama : Shinta Dwi Kartika
NPM :2213053127
Analisis video 1

Etika, nilai dan moral saling berkaitan karena semuanya berusaha untuk mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalankan hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat.
Contohnya mengucap salam ketika bertamu ataupun masuk rumah, mencium tangan orang tua ketika berpergian, membuang sampah pada tempatnya.

Etika dan Moral mempunyai pengertian yang hampir bersamaan atau berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

Nilai ialah sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai juga dapat disebut sebagai penghargaan, penghormatan atau kualitas terhadap sesuatu yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarikatau sebagai sistem keyakinan.

Sifat dan jenis nilai
1. Bersifat relatif artinya nilai bergantung pada tempat dan waktu.
2. Bersifat subjektif artinya nilai berbeda-beda setiap orang.

Moral adalah hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Moral dapat disebut juga sebagai sarana untuk mengukur benar tidaknya suatu tindakan manusia. Moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan terhadap prinsip dan aturan.

Manfaat dari mempelajari nilai dan moral adalah kita dapat menjunjung tinggi dan menghargai nila-nilai kemanusiaan, Kita lebih toleran atau etis dan adil dalam sikap yang diberikan, lebih dapat menghargai kemampuan orang lain, lebih bertanggung jawab terhadap bidang yang di ampu, dan terakhir kita dapat meningkatkan profesionalitas.