Nama: Shinta Dwi Kartika
NPM: 2213053127
Kelas: 2H
INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
1. Identitas Jurnal
Judul Jurnal: INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Nama Penulis: Agus Maladi Irianto
Halaman: 9 halaman
2. Abstrak Jurnal
Integrasi mencakup makna terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu masalah bersama, baik ideologi, ekonomi, maupun sosial. Pembukaan gerakan integrasi nasional melalui artikel berikut cenderung menciptakan kesadaran dan bentuk sosial yang menyebabkan banyak kelompok dengan identitas masing-masing memandang dirinya sebagai satu kesatuan kesatuan Bangsa Indonesia. Untuk membuat persekutuan dalam pembentukan integrasi nasional, identitas memiliki fungsi ganda. Selain itu artikel berikut mencoba membahas tentang tantangan bagi Indonesia untuk mengembangkan konsep tersebut integrasi nasional dalam rangka menghadapi konsep etnosentrisme, religiusisme, dan politikisme.i
3. Pendahuluan
Bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan idiologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional.
4. Pembahasan Jurnal
A. Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum seperti penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya. Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat yang melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk
budaya yang berlangsung demikian.
Identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas akan sangat tergantung dari kekuatan-kekuatan tujuan yang terjadi disekitarnya yang mengharuskan kita untuk meresponsnya.
Identitas merupakan kondisi suatu yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang
selalu mewujudkan, dan keadaan yang dinegosiasikan terus menerus, sehingga
wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat jamak. Pluralitas pada perkembangan saat ini tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, serta asal usul daerah. Pluralitas pada
perkembangan saat ini justru lebih menunjuk pada persoalan kepentinga-kepentingan.
Sebagai contoh, penyatuan identitas yang dikonstruksi media massa – terutama
industri penyiaran televisi. Orang bisa berbeda etnis, profesi, latar belakang
pendidikan, dan asal daerah asal, namun mereka memiliki kepentingan yang sama dalam menyesuaikan dengan mengembangkan gaya hidup, karena dikostruksi tayangan televisi.
B. Intergrasi Nasional Versus Otonomi Daerah
Berdasarkan sejumlah gambaran tersebut, konsep tentang integrasi nasional
menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini.
Strategi budaya dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang berseberangan dengan kedekatan dan pandangan hidup pelaku budaya dalam kaitannya dengan kerumitan budaya yang dianut.
Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi
kebudayaan Indonesia pada dasarnya mengidentifikasi visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.
5. Kesimpulan
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat yang melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat dirinya sebagai sebuah entitas sosial-budaya.
Identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas akan sangat tergantung dari kekuatan-kekuatan tujuan yang terjadi disekitarnya yang mengharuskan kita untuk meresponsnya.
Strategi budaya dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang berseberangan dengan kedekatan dan pandangan hidup pelaku budaya dalam kaitannya dengan kerumitan budaya yang dianut.
Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi
kebudayaan Indonesia pada dasarnya mengidentifikasi visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.