Posts made by Budi Budi cahyono

Asalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Nama : Budi cahyono
Npm : 2115061123
Kelas : PSTI C

Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan analisis saya terhadap jurnal vclass yang berjudul DEMOKRASI SEBAGAI WUJUD NILAI-NILAI SILA KEEMPAT PANCASILA DALAM PEMILIHAN UMUM DAERAH DI INDONESIA

Indonesia merupakan negara kesatuan yang menganut paham demokrasi. Salah satu wujud demokrasi adalah bebas dalam menyampaikan pendapat. Seperti memilih atau dipilih, mencalonkan atau dicalonkan.
Dalam pemilihan umum sendiri (pemilu) tujuannya adalah memilih pemimpin yang menurut kita atau mereka layak dijadikan sebagai pemimpin, dengan beberapa kandidat dengan suara terbanyak lah yang menang seperti pada sila ke 4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan.

Pemilihan umum merupakan cerminan dari sistem demokrasi, Demokrasi hakikatnya mengizinkan warga Negara berpartisipasi dalam menjalankan roda pemerintahan. Pemilihan umum menurut sudut pandang teori merupakan sarana penting bagi demokrasi. Masyarakat dapat merasakan rasanya demokrasi secara nyata ketika proses ini diselenggarakan dalam rangka menentukan kandidat diinginkan yang dapat memimpin dengan bijak dan arif dikemudian hari yang sesuai keinginan rakyat didalam tampuk kekuasaan dan kepemimpinan.

dalam jurnal dijelaskan:
Semenjak bangsa Indonesia merdeka tahun 1945 hingga pada tahun 2014 bangsa Indonesia telah menyelengakan 11 kali pemilihan umum, yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004 ,2009, 2014. Berdasarkan pengalaman sebanyak itu, pemilihan umum pada tahun 1995 dan 2004 mempunyai kekhususan atau
keistimewaan dibanding dengan pemilihan umum lainnya (Hartono & Putri, 2014). Pemilihan umum tersebut juga dapat diketahui adanya upaya untuk mencari sistem pemilihan umum terutama pemilihan umum daerah yang demokrasi dan cocok untuk bangsa Indonesia (Budiharjo, 2008). Perkembangan pemilihan umum diIndonesia
begitu panjang seharusnya sudah banyak mendapatkan dan belajar dari konflik untuk lebih menekankan nilai demokasi saebagai perwujudan dari sila keempat Pancasila dalam pemilihan umum di Indonesia saat ini.

Belum tercerminnya demokrasi sebagai perwujudan Pancasila sila keempat dalam pemilihan umum di indonesia terlihat dari beberapa contoh kasus didalam pemilihan umum sering terjadi berbagai macam konflik. Penyebab konflikpun beragam, mulai dari partai yang tidak mencerminkan demokrasi, konfik internal partai, calon yang tidak bisa menerima kekalahan dan pendukung tidak realistismenghadapi kekalahan calon yang didukungnya. serta beberapa kasus kecurangan seperti membeli tangan dan juga membeli kursi jabatan.

itulah analisis yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf
wasalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Asalamualaikum warahmatullahi wabarokatu
Nama : Budi cahyono
Npm : 2115061123
kelas : PSTI C

Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan analisis saya terhadap video yang berjudul "Perkembangan Demokrasi di Indonesia"

1. Perkembangan demokrasi masa revolusi kemerdekaan
Perkembangan demokrasi masa revolusi kemerdekaan ini sangat terbatas, pers yang mendukung revolusi kemerdekaan seperti buku ciptaan Robert cribb "para jagoan dan kacung revolusioner Jakarta"

2. Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959)
Paa masa ini adalah masa kejayaan demokrasi Indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam kehidupan perwujudan politik di NKRI. Tapi demokrasi parlementer gagal
Karena
1. Dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengolahan konflik seperti
A. Partai Islam
B. Partai nasionalis
C. Partai non Islam
D. Partai lainya

2. Basis ekonomi yang masih sangat lemah
3. Persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan kalangan angkatan darat yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan

3. Perkembangan demokrasi terpimpin (1959-1965)
Politik masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara 3 kekuatan politik yang ada pada saat itu. Yakni:
ABRI
SOEKARNO
PKI

4. Perkembangan demokrasi dalam pemerintahan orde baru
Demokrasi Pancasila (orba)
Kekuasaan seolah olah didistribusikan kepada kekuatan kekuatan masyarakat
Setelah tiga tahun, dominan peran didominasi oleh ABRI. Birokritisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik.
Pembatasan peran dan fungsi partai politik.
Campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik.
Masa mengambang, monolitasi, ideologi negara, dan inkroporasi lembaga nonpemerintah

5.perkembangan demokrasi paa masa reformasi (1998-sekarang)
Diawali dengan mundur nya Soeharto dengan digantikan nya Habibie karena penuntutan demonstrasi oleh lapisan masyarakat khususnya para mahasiswa.
Karakteristik
1. Pemilihan umum yang dilaksanakan lebih demokratis
2. Rotasi kekuasaan mulai dari pemerintah pusat sampai tingkat desa
3. Pola rekrutmen politik untuk pengisian jabatan dilakukan secara terbuka
4. Sebagaian besar hak dasar terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat

sekian analisis sya mengenai video tersebut
jika ada salah, saya mohon maaf sebesar besarnya
wasalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh