Posts made by OI' KURNIYATI

Nama : Oi' Kurniyati
NPM : 2113053282

Analisis jurnal "PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA"

Pembinaan moral sejak dini diperlukan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang lebih kuat dan menjadikan anak memiliki moral yang baik dan meminimalisir dari perbuatan-perbuatan yang melanggar moral. Pembinaan moral sejak dini dapat dilakukan oleh keluarga sebagai tempat yang paling dekat dengan anak dan sebagai institusi pendidikan utama bagi anak sebelum ia mendapat pendidikan yang lain. Pendidikan dalam keluarga berjalan sepanjang masa, melalui proses
interaksi dan sosialisasi di dalam keluarga itu sendiri. Esensi pendidikannya tersirat dalam integritas keluarga, baik di dalam komunikasi antara sesama anggota keluarga, dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya juga dalam hal-hal lainnya yang berjalan dalam keluarga semuanya merupakan sebuah proses pendidikan bagi anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus selalu memberikan contoh tauladan yang baik kepada anak-anak mereka, karena apa pun kebiasaan orang tua di rumah akan selalu dilihat dan dicerna oleh anak-anak.

Kemerosotan moral menurut Zakiyah Darajat, 1971:13)
1. Kenakalan ringan, misalnya keras kepala, tidak mau patuh kepada orang tua dan guru, lari (bolos) dari sekolah, tidak mau belajar, sering berkelahi, suka mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan, cara berpakaian, dan lain sebagainya.
2. Kenakalan yang mengganggu ketenteraman dan keamanan orang lain, misalnya mencuri, menfitnah, merampok, menodong, menganiaya, merusak milik orang lain, membunuh, kebut-kebutan dan lain-lainnya.
3. Kenakalah seksual, baik terhadap jenis lain (betero-seksual) maupun terhadap orang sejenis (homo-seksual).

Unsur-unsur dan ciri-ciri dasar kepribadian anak diperoleh dari keluarganya karena interaksi pertamanya adalah dengan keluarga. Dari situ juga ia memperoleh akhlak, nilai-nilai, kebiasaan dan emosinya dan dengan itu ia merobah banyak kemungkinan - kemungkinan, kesanggupan-kesanggupan dan kesedian-nya menjadi kenyataan dalam hidup dan tingkah laku yang tampak. Keluarga sebagai tempat di mana anak-anak dibesarkan memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak, karena pertama-pertama yang akan dilihat. Peran keluarga tidak dapat semerta-merta digantikan oleh institusi pendidikan lainnya. Bahkan baik buruknya sebuah keluarga, dapat mempengaruhi kondisi masyarakat disekitarnya.

Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu:
(1) fungsi edukasi,
(2) fungsi sosialisasi,
(3) fungsi proteksi,
(4) fungsi afeksi,
(5) fungsi religius,
(6) fungsi ekonomi,
(7) fungsi rekreasi,
(8) fungsi biologis.

Peranan nilai moral bagi anak-anak yaitu dapat menjadikan anak sebagai generasi yang berkualitas dan unggul. Hal tersebut secara tidak langsung akan menjadikan sebuah bangsa menjadi bangsa yang terhormat dan bermartabat karena baik dapat bersikap, bertutur kata maupun bertingkah laku, bangsa bermoral akan selalu mempertimbangkannya supaya tetap sesuai dengan moral yang baik. Tidak dipungkiri bahwa penerapan moral dapat mengalami kemerosotan. Menurut Zakiyah Darajat (1971:45-46), di antara faktor-faktor kemerosotan moral tersebut, yang terpenting adalah:
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil.
6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.
7. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang (leisure time) dengan
cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral.
8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi
anak-anak dan pemuda-pemuda.
9. Pengaruh westernisasi

Proses pendidikan nilai moral dalam keluarga untuk mencegah kenakalan remaja
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak. Orang tua harus memperhatikan pendidikan moral serta tingkah laku anak-anaknya.
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, khususnya hubungan Ibu-Bapak dan anggota keluarga lainnya, sehingga pergaulan dan kehidupan mereka dapat menjadi contoh bagi anak-anak.
Nama : Oi' Kurniyati
NPM : 2113053282

Analisis jurnal "PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH"
Untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas, maka pendidikan moral disekolah sangat diperlukan. Keluarga, sekolah dan masyarakat semuanya bertanggungjawab atas pendidikan moral bagi anak-anak demi mewujudkan generasi yang berkualitas dan unggul. Noeng Muhadjir (2003: 16-18) mengatakan bahwa nitinjau dari segi antropologi kultural dan sosiologi, ada tiga fungsi utama pendidikan, yaitu menumbuhkan kreativitas subjek-didik,
menumbuhkembangkan nilai-nilai insani dan Ilahi pada subjek didik dan satuan sosial masyarakat, dan meningkatkan kemampuan kerja produktif pada subjek didik. Dengan kata lain, fungsi sekolah terkait dengan upaya menumbuhkan nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai religius.

Pendidikan moral di sekolah perlu direncanakan dan yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen: pendidik, materi, metode, dan evaluasinya. Sekolah harus memiliki guru yang bermoral baik terlebih dahulu, sebelum guru tersebut berencana untuk menanamkan nilai moral kepada peserta didik. Karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan penanaman nilai moral tersebut.

Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan :
1. nilai-nilai kebersihan diri,
2. kerajinan dalam belajar/bekerja,
3. keuletan,
4. disiplin waktu.

Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti :
1. kerjasama,
2. toleransi,
3. respek,
4. berlaku adil,
5. jujur,
6. rendah hati,
7. tanggung jawab, dan
8. peduli.

Pendidikan moral untuk
hubungan manusia dengan alam semesta
dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam :
1. menjaga kelestarian alam,
2. tidak merusak alam,
3. hemat energi, dan
4. mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru.

Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Khalik penting dilaksanakan terlebih Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945).

Metode Pendidikan Moral
1. Inkulkasi nilai
Metode ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran moral di sekolah maupun di dalam keluarga dengan berbagai cara. Kirschenbaum mengetengahkan 34 cara inkulkasi nilai, di antaranya adalah identifikasi nilai-nilai target, membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, bercerita. Program pendidikan moral dengan cara inkulkasi nilai dimulai dengan mengidentifikasi secara jelas nilai-nilai apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri subjek didik.
2.Metode Keteladanan
Keteladanan merupakan bentuk mengestafetkan moral yang digunakan oleh masyarakat religius tradisional, dan digunakan pula oleh masyarakat modern sekarang ini.
3.Metode Klarifikasi Nilai
Dalam masyarakat liberal, moral diperkenalkan lewat proses klarifikasi, penjelasan agar terjadi pencerahan pada subjek didik. Seberapa jauh sesuatu moral diterima oleh anak, sangat ditentukan oleh anak itu sendiri. Anak diberikan kebebasan untuk memutuskan sendiri.
4. Metode Fasilitasi Nilai
Guru dan pihak sekolah
memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok, misalnya fasilitas beribadah berupa mesjid dan mushola, fasilitas membuat kompos dari sampah sekolah, fasilitas berupa ruang diskusi, perpustakaan dengan buku-buku cerita yang memuat nilai-nilai moral, dan sebagainya.