Posts made by Gibran Alfarabi Gibran Alfarabi

PSTI A MKU PKN Genap -> ANALISIS KASUS

by Gibran Alfarabi Gibran Alfarabi -
Nama : Gibran Alfarabi
NPM : 2115061034
Kelas : PSTI A
Jurusan/Fakultas : Teknik Informatika/Teknik

1. Bagaimana pendapat dan sikap Anda terhadap sejumlah masalah dan tantangan yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia? Apakah hal itu dapat menyebabkan disintegrasi bangsa Indonesia? Mengapa hal ini terjadi?

Menurut pendapat saya, pengaruh globalisasi terhadap keutuhan identitas nasional sangat besar. Pengaruh negatif globalisasi sangat tampak pada generasi muda yang seharusnya menjadi generasi penerus dalam melestarikan budaya Indonesia yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia. Saat ini para pemuda Indonesia sangat mudah terpengaruh budaya luar. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Hal tersebut tentu saja dapat menyebabkan disintegrasi bangsa

Dalam hal ini, terlihat bahwa identitas nasional bangsa Indonesia perlu dilestarikan dan dijaga keutuhannya, kita sebagai generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa harus mampu melestarikan budaya kita, sebagai bentuk kepedulian terhadap identitas nasional bangsa Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia perlu menjaga persatuan dan kesatuan dalam menjaga keutuhan Indonesia dari berbagai macam ancaman dan disintegrasi bangsa.

2. Apa yang perlu dilakukan agar kebudayaan Indonesia sebagai pemersatu dibalik keberagaman dan pluralnya bangsa Indonesia?

Dengan mengingat dan menerapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan menghargai perbedaan satu sama lain atau menggunakan bahasa Indonesia dengan teman yang memiliki bahasa daerah berbeda. Kita juga bisa mengingat Sumpah Pemuda yang menjadi pemersatu pemuda dari berbagai suku saat melawan penjajah. Selain itu, kita bisa menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan bergotong royong bersama teman di sekolah atau di lingkungan rumah. Kita juga harus menjaga sikap toleransi dan menghormati perbedaan satu sama lain. Perbedaan bukanlah hambatan untuk memiliki rasa kesatuan dan persatuan.
Nama : Gibran Alfarabi
NPM : 2115061034
Kelas : PSTI A

Berdasarkan jurnal yang berjudul Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, dapat dianalisis bahwa Indonesia dianugerahi sebagai suatu bangsa yang plural. Ia terdiri dari beratus-ratus pulau, bahasa, dan suku bangsa. Pluralitas sebagai kekayaan yang tiada tara bagi sebuah bangsa, justru tidak dikelola dengan baik. Untuk itulah diperlukan, suatu strategi kebudayaan nasional senyampang sejak kemerdekaan hingga hari ini negeri ini belum memiliki adanya strategi kebudayaan.

Pluralitas pada perkembangan saat ini tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, serta asal usul daerah. Pluralitas pada perkembangan saat ini justru lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Sebagai contoh, penyatuan identitas yang dikonstruksi media massa – terutama industri penyiaran televisi. Orang bisa berbeda etnis, profesi, latar belakang pendidikan, dan asal asul daerah, namun mereka mempunyai kepentingan yang sama dalam bersikap dengan mengembangkan gaya hidup.

Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.

Etnosentrime merupakan kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Etnosentrisme kian menguat justru ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah. Semangat otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadi berjalan seiring dengan menguatnya etnosentrisme.
 
Berdasarkan sejumlah gambaran tersebut, konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini. Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.
Nama : Gibran Alfarabi
NPM : 2115061034
Kelas : PSTI A

Berdasarkan video diatas, dapat saya analisis bahwa dalam Pendidikan Kewarganegaraan terdapat 2 materi yang penting untuk dipelajari, yaitu identitas nasional dan integrasi nasional.

1. Identitas Nasional 
Identitas nasional adalah suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh serta berkembang didalam macam-macam aspek kehidupan, dari ratusan suku dan dihimpun dalam satu kesatuan. Hakikat identitas nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila. Unsur-unsur identitas nasional yaitu suku bangsa, agama, budaya, bahasa. 

Berdasarkan unsur tersebut, identitas dapat dibagi menjadi 3 yaitu:
  • Identitas fundamental, yaitu Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara.
  • Identitas instrumental, yaitu UUD 1945 yang didalamnya tertera bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia, bendera Indonesia adalah merah putih, lambang negara Indonesia adalah garuda Pancasila, semboyan Indonesia adalah bhinneka tunggal ika, dan lagu kebangsaan Indonesia adalah Indonesia raya.
  • Identitas alamiah, meliputi kepulauan serta pluralisme dalam suku, budaya, bahasa, dan agama.
2. Integrasi Nasional 
Integrasi nasional adalah proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan masyarakat yang mempunyai keserasian fungsi. Terdapat faktor pendorong integrasi nasional yaitu sejarah, keinginan untuk bersatu, cinta tanah air, rela berkorban, konsensus nasional. Sedangkan faktor penghambat integrasi nasional yaitu heterogen, ketimpangan, etnosentrisme, gangguan luar. 

Terdapat 2 bentuk integrasi nasional yaitu:
  1. Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli.
  2. Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.
5 definisi integrasi menurut Myron Weiner (1971):
  1. Integrasi Bangsa, yaitu penyatuan kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah untuk membentuk identitas nasional.
  2. Integrasi Wilayah, yaitu pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat yang membawahi unit-unit sosial yang lebih kecil yang beranggotakan kelompok sosial budaya masyarakat tertentu.
  3. Integrasi Nilai, yaitu konsensus terhadap nilai minimum yang diperlukan dalam memelihara tertib sosial.
  4. Integrasi Elit Massa, yaitu upaya menyatukan perbedaan yang menyangkut aspirasi dan nilai antara hubungan pemerintah dengan yang diperintah.
  5. Integrasi Tingkah Laku, yaitu menyangkut tingkah laku yang terintegrasi dan diterima demi mencapai sebuah tujuan bersama.