Nama : Fathimah Abiyyi Khairunnisa
NPM : 2117051088
Kelas : A
Prodi : S1 Ilmu Komputer
1. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Korea (Komnas HAM) mengatakan masih banyak yang harus dilakukan pemerintah. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengatakan demokrasi telah mundur sepanjang tahun ini. 2019 adalah tahun kegelapan. Banyak agenda HAM yang terhenti, kualitas HAM yang menurun, dan penyerangan terhadap para advokat HAM banyak terjadi. Tapi kabar baiknya masih ada. Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melaksanakan beberapa reformasi penting untuk melindungi hak asasi manusia dengan lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Kebangkitan gerakan mahasiswa juga menunjukkan harapan sebagai dominasi sosial atas proses kekuasaan negara.
2. Sebagai negara yang menggunakan demokrasi sebagai sarana berekspresi, demokrasi pada hakekatnya bukanlah hasil pemikiran seseorang atau sekelompok orang seperti yang lain, tapi demokrasi muncul dari nilai-nilai tradisional dan nilai-nilai budaya yang ada dalam kehidupan. Secara kultural, Pancasila menganut konsep dasar pemikiran dan nilai-nilai yang berkaitan dengan demokrasi, yang berakar pada nilai-nilai budaya dan nilai persatuan yang dimiliki bangsa Indonesia. Pancasila dirumuskan dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, yang terdiri dari nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kemasyarakatan, dan keadilan sosial. Ketuhanan yang diwujudkan dalam diri setiap manusia harus memeluk agama sesuai dengan keyakinannya dan toleran terhadap orang lain yang beragama lain. Hubungan ini mencerminkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, perintah ini menjadi landasan prinsip yang mendasari dan menciptakan semangat bagi manusia untuk selalu berbuat baik, berbelas kasih dan menumbuhkan etos kerja yang tinggi, serta menumbuhkan rasa bangga. dalam kesatuan. orang-orang yang dengan gigih mempertahankan budayanya, untuk maju tidak luntur dalam perkembangan zaman yang semakin modern.
3. Demokrasi didasarkan pada prinsip dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Mengapa demokrasi harus muncul dalam Pancasila? Karena dengan sumber pancasila, demokrasi diharapkan dapat berfungsi sesuai dengan nilai dan tujuan dari setiap peraturan pancasila. Demokrasi harus sesuai dengan nilai dan tujuan masing-masing peraturan pancasila, misalnya demokrasi di Indonesia harus berdasarkan peraturan pertama. Kemudian demokrasi harus berkemanusiaan secara adil dan beradab menurut peraturan kedua. Maka demokrasi harus mempersatukan semua unsur yang ada di Indonesia menurut perintah ketiga. Demokrasi harus berpedoman pada kebijaksanaan dan arif dalam permusyawaratan dan perwakilan menurut perintah keempat, kemudian demokrasi harus bertujuan untuk keadilan sosial bagi semua rakyat Indonesia sesuai dengan perintah kelima. Beginilah demokrasi keluar dari pancasila, itu kewajiban agar demokrasi tidak disalahgunakan untuk kepentingan golongan atau sepihak.
4. Mengingat praktik oligarki di atas, maka semua orientasi moral negara sebenarnya dikuasai oleh kelompok-kelompok kecil yang cenderung partisan dan primitif. Politik bekerja dengan mengumpulkan sumber daya individu seperti kekayaan, jabatan, dan status. Ini dicapai melalui keputusan strategis yang bijaksana, termasuk pembangunan aliansi politik dan ekonomi, atau pilihan untuk memenangkan dan memenangkan suara dalam pemilu. Di sisi lain, dampak desentralisasi telah mengecewakan banyak partai politik di beberapa daerah. Korupsi dan kebijakan moneter masih merajalela, reformasi daerah masih berlangsung, pemerintahan daerah masih mandul, dan masih banyak penyakit lainnya. Semua kondisi ini muncul karena kepentingan dasar kelompok "predator" di tingkat lokal tidak lumpuh oleh runtuhnya orde baru. Sebaliknya, pergantian rezim Jakarta telah menciptakan tekanan baru pada elit lokal untuk menggunakan sebanyak mungkin kekuasaan yang diberikan kepada mereka untuk melindungi kepentingan ekonomi dan politik mereka sendiri. Akibatnya, desentralisasi tidak membuahkan hasil yang dijanjikan oleh sebagian besar pendukungnya, bahkan ada yang menghadirkan serangkaian kasus empiris yang dapat dijelaskan dengan analisis teoritis oligarki.
5. Menurut saya, partai politik dengan kekuatan kharismatik yang berakar pada tradisi dan agama harus menggerakkan hati, loyalitas, dan emosi rakyat. Itu karena kepemimpinan tidak bekerja dengan baik karena perilakunya negatif. Kaitannya dengan konsep HAM di era demokrasi saat ini adalah bahwa mereka yang menjalankan kekuasaan karismatik menyalahgunakan kekuasaannya dengan menuntut hak orang lain untuk kepentingan individu, jelas merupakan pelanggaran HAM.