གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ NOVITA ANGGARWATI

Nama : Novita Anggarwati
NPM : 2113053200

Berdasarkan video tersebut, perbedaan dari beberapa model pembelajaran tersebut adalah:

1. Discovery Learning Menekankan penemuan konsep atau prinsip yang belum atau tidak diketahui, sehingga peserta didik mampu menyusun sebuah kesimpulan. Masalah yang dikaji adalah masalah yang dikaji dari pendidik, selain itu pendidik memberikan kesempatan pada peserta didik menjadi problem solver atau scientist. Model ini bertujuan agar peserta didik lebih berpikir kreatif dan inovatif.

2. Inquiry Learning Masalah pada model ini bukan rekayasa dari pendidik. Model ini ditujukan agar peserta didik mampu mewujudkan rasa ingin tahu nya.

3. Problem Based Learning Model ini menekankan pendidik agar mampu membimbing, mendorong, serta mengarahkan peserta didik agar dapat mengajukan pernyataan (pendidik memberikan semacam reward) karena peserta didik telah memberikan pernyataan yang berbobot. Selain itu, peserta didik dituntut untuk mencari solusi terhadap masalah yang telah dirumuskan. Pendidik di sini berperan sebagai fasilitator, yang memfasilitasi peserta didik, seperti memberikan konsep dasar, petunjuk, referensi, link (sebagai referensi; dari buku dan internet) serta skill yang diperlukan dalam menghadapi permasalahan tersebut. Masalah yang dirumuskan peserta didik adalah penyajian masalah yang konseptual, dengan demikian peserta didik dapat berpikir kritis serta terampil dalam pemecahan masalah.

4. Project Based Learning Model ini menggunakan projek sebagai inti pembelajaran. Masalah atau rumusan pernyataan digunakan sebagai lamgkah awal dalam mengumpulkan dan mengintergrasikan pengathuan baru berdasarkan pengalaman dalam aktivitas kehidupan secara nyata. Peserta didik didorong agar mampu membuat keputusan tenatng sebuah kerangka kerja serta mendesain proses untuk menentukan soslusi atas permasalahan yang telah diajukannya.


Berdasarkan model pembelajaran di atas, menurut saya model pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran tematik SD kelas rendah adalah problem based learning. Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang dirancang dan dikembangkan agar dapat mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah (Shaputri, Marhadi, Antosa, 2017).

Dampak yang dapat diperoleh dari penggunaan model problem based learning dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam memecahkan suatu masalah yang diberikan oleh pendidik. Selain itu, penerapan model problem based learning ini dapat menumbuhkan motivasi peseta didik dalam pembelajaran. Salah satu keunggulan model problem based learning adalah peserta didik dapat merasakan manfaat pembelajaran karena masalah yang dihadapkan kepada anak dikaitkan dengan kehidupan nyata, hal ini dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan terhadap materi yang dipelajari (Santiani, Sudana, Tastra, 2017).


Saat menerapkan model problem based learning tahap yang harus diperhatikan adalah mengorientasikan peserta didik terhadap masalah karena tahap ini menentukan keberhasilan pelaksanaan model problem based learning (Setyosari & Sumarmi, 2017). Masalah yang dihadapkan adalah masalah yang sesuai dengan kehidupan nyata peserta didik. Pendidik hendaknya dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan pembelajaran secara langsung sesuai dengan prinsip problem based learning (Wulandari, 2012). Karakteristik peserta didik SD salah satunya adalah rasa ingin tahu yang tinggi. Apabila peserta didik dihadapkan dengan suatu masalah akan membuat peserta didik tertarik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Nama : Novita Anggarwati
NPM : 2113053200

Sekolah Dasar menggunakan model pembelajaran tematik karena menyesuaikan kurikulum yang sedang berlaku saat ini, yaitu Kurikulum 2013. Selain itu, pembelajaran tematik adalah suatu konsep pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna pada anak. Pembelajaran tematik diterapkan di sd karena pembelajaran ini merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian terwujud dalam dua hal, yakni: (1) integrasi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dalam proses pembelajaran; dan (2) integrasi berbagai konsep dasar yang terkait. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia.

Keungguluan Model Pembelajaran Tematik menurut Rusman (Prastowo, 2016, h. 69), yaitu:
a) Pengalaman kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar.
b) Kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan peserta didik.
c) kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi peserta didik, sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama.
d) Membantu mengambangkan keterampilan berpikir peserta didik.
e) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui peserta didik dalam lingkyuangannya.
f) Mengambangkan keteampilan sosial peserta didik.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keunggulan pembelajaran dengan model tematik dapat menambah motivasi peserta didik agar mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. melalui pengalaman langsung, peserta didik akan mendapatkan sesuatu yang lebih bermanfaat dalam pengambangan rasa ingin tahu, sekaligus menjadi bagian dari keterampilan di kehidupannya sehari-hari. Akibatnya, pembelajaran tematik merupakan bagian terpenting untuk kehidupan sehari-hari dan merupakan ciri khas dari pembelajaran tematik. Sehingga peserta didik akan mampu menjadi peserta didik memiliki skill dalam sikap, pegetahuan, dan keterampilan.

Adapun kekurangan dari model pembelajaran tematik adalah, sebagai beirukut:
a) Pembelajaran menjadi lebih kompleks.
b) Pendidik dituntut mempersiapkan diri lebih supaya dapat menjalankan metode dengan baik.
c) Persiapan yang dilakukan pendidik lebih lama.
d) Menuntut penyediaan alat, bahan, sarana, dan prasarana dari berbagai mata pelajaran secara serentak.