གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ RIDHO AHMAD FAUZI

PSTI A MKU PKN Genap -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

RIDHO AHMAD FAUZI གིས-

Nama  : Ridho Ahmad fauzi

NPM    : 2115061001

Kelas    : PSTI A

Dari jurnal yang berjudul "INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA" didapatkan bahwa negara dan bangsa Indonesia, memiliki sejumlah pengalaman yang diantaranya menagalami berbagai perubahan azas, ideologi, paham, dan doktrin. Perubahan itulah yang menyebabkan pada masa orde lama sampai orde baru terjadi disintegrasi dan instabilisasi nasional, karena kekuatan elite yang memiliki pengaruh saling berlomba-lomba meberikan pengaruh untuk kepentingan kelompoknya. Itulah yang menyebabkan Soeharto melakukan peleburan dan perampingan sejumlah ormas dan partai.

Setelah Orba menjabat selama 32 tahun, akhirnya tergantikan ke pemerintahan reformasi. Di ujung pemerintahan orba terdapat perlwanan atas sikap otoriter-represif yang meyebabkan tergulingnya pemerintahan orba. Kesalahan yang terjadi pada pemerintahan orba adalah berjalan secara sentralistik padahal Indonesia sendiri merupakan negara yang plural. Setiap aksi dari daerah ditanggapi secara otoriter – represif dan pluralitas negara tidak dikelola dengan baik karena dianggap musuh bagi kestabilitasan negara. Berbeda dengan era orba pada era reformasi mulai membuka kran dan memberikan peluang daerah untuk desentralisasi. Akan tetapi era reformasi yang masih belom memiliki platform yang jelas justru menimbulkan ketidakmenentuan dan kekacauan, sehingga menimbulkan ketidakpatuhan sosial hingga saat ini.

A. Identitas dan Integrasi Nasional

Identitas adalah cerminan diri seseorang dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Sehingga indentitas adalah produk yang berlangsung demikian kompleks. Identitas terbentuk berdasarkan kemauan individu itu sendiri dan akan bergantung dari kekuatan objektif yang terjadi di sekitar. Indentitas bersifat selalu diperbaharui, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Pluralitas pada zaman ini tidak dibatasi oleh sara akan tetapi  lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan.

Identitas dan karakter bangsa sebagai sarana bagi pembentukan pola pikir dan sikap mental, merupakan tugas utama pembangunan kebudayaan nasional, namun diperlukan kesadaran nasional yang didorong denga menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional ini nantinya akan menjadi dasar adanya integrasi nasional. Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan kelompok yang memiliki identitas masing-masing akan merasa dirinya sebagai satu kesatuan. integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional juga terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok oleh isu yang sama, baik bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.

B. Integrasi Nasional Versus Otonomi Daerah

Konsep integrasi memiliki korelasi dengan kejadian yang terjadi saat ini di Indonesia yaitu banyaknya konflik antar daerah, antar agama, antar partai, dan konflik dengan kepentingan lainnya. Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur. Serta pluralitas yang sudah menjadi takdir bagi bangsa Indonesia. Akan tetapi setiap perbedaan tidak selalu menimbulkan pertentangan selama masyarakat menyadari pluralitas itu sendiri. Akan tetapi akhir-akhir ini justru sering kali terjadi pertentangan yang akhirnya menyebabkan munculnya etnosentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan lain-lain. Etnosentrisme kian menguat justru ditopang dengan kebijkan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah. Pada intinya setiap daerah hanya meningkatkan potensi daerahnya, menyelamatkan asset daerah dan meningkatkan pendapatan daerah, seharusnya daerah dapat mencari nilai kesamaan dengan daerah lainnya dan dapat meningkatkan potensi bersama dengan bonus integrasi. Begitu pula yang terjadi di demokrasi pemerintahan yang seharusnya dapat menjadi tempat pergaulan lintas budaya dan lintas etnis, sekarang tiap daerah menuntut agar posisi birokratis di tempati oleh putra daerahnya sendiri.

Jadi antara identitas nasional dan integrasi nasional keduanya saling berhubungan yaitu integrasi akan terbentuk saat identitas dijunjung dengan baik, karena dengan pemahaman identitas nasional yang baik akan menimbulkan kesadaran nasional akan pluralisme yang merupakan dasar dalam integrasi nasional. Untuk mencapainya tentunya dibutuhkan uluran tangan seluruh komponen bangsa Indonesia yang di sertai strategi yang baik. Strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks. Kemudian tiap daerah diharapkan dapat bersama-sama dengan daerah lainnya untuk bergerak maju bersama tidak saling menjatuhkan akan tetapi saling memenuhi atas kekurangan yang dimiliki.

PSTI A MKU PKN Genap -> FORUM ANALISIS VIDEO

RIDHO AHMAD FAUZI གིས-

Nama : Ridho Ahmad Fauzi

NPM   : 2115061001

Kelas  : PSTI A

Identitas Nasional dan Integrasi Nasional

Tujuan dari identitas nasional dan integrasi nasioanal adalah untuk mengetahui apa identitas kita sebagai bangsa Indonesia dan karena Indonesia memiliki banyak perbedaan yaitu suku, ras, agama, dan budaya, maka diperlukan suatu upaya untuk mengintegrasikan.


A.      Identitas Nasional

Merupakan suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan yang dihimpun dalam satu kesatuan. Hakikat yang digunakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila, karena Pancasila merupakan aktualisasi dalam penataan kehidupan dalam arti yang luas.

Terdapat empat unsur identitas nasional, yaitu:

  1. Suku bangsa, Indonesia memiliki keberagaman suku yang jumlahnya mencapai ratusan.
  2. Agama, ada enam agama yang diakui Indonesia yaitu Islam,  Hindu, Budha, Katolik, Protestan, dan konghucu.
  3. Budaya, sama seperti suku bangsa, budaya di Indonesia sangatlah banyak jumlahnya
  4. Bahasa, banyaknya suku di Indonesia sebanding dengan banyaknya bahasa yang ada di Indonesia.

Dari empat unsur diatas, dibagi Kembali menjadi tiga yaitu:

  1. Identitas fundamental, yaitu Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara
  2. Identitas instrumental, yaitu UUD 1945 yang menyatakan bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia, bendera merah putih, lambang negara adalah burung garuda, semboyan negara adalah Bhineka Tungga Ika, dan lagu kebangsaan adalah Indonesia Raya.
  3. Identitas alamiah, meliputi kepulauan dan pluralisme

 

B.      Integrasi Nasional

Proses penyesuaian unsur yang berbeda dari keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, dalam masyarakat yang memilki keserasian fungsi.

Terdapat factor pendukung terjadinya integrasi nasional, yaitu:

  1. Sejarah, salah satunya adalah sumpah pemuda yang isinya mengajak pemuda Indonesia untuk berintegrasi
  2. Keinginan untuk Bersatu, pada zaman penjajahan dulu Indonesia memilki banyak kerajaan dan juga suku, mereka memilih untuk Bersatu untuk melawan penjajahan
  3. Cinta tanah air, rasa nasionalis yang tinggi mendorong untuk saling merangkul dalam perbedaan
  4. Rela berkorban, menempatkan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi
  5. Konsensus nasional, terdapat kesepakatan nasional yang mendorong integrasi yaitu Pancasila dan UUD 1945

Namun ada faktor penghambat dalam terjadinya integrasi nasional, yaitu:

  1. Heterogen, masyarakat cenderung heterogen dalam banyaknya perbedaan, setiap suku atau kelompok hanya mementingkan kepentingan kelompoknya
  2. Ketimpangan, terdapat perbedaan perlakuan yang menyebabkan keadilan tidak terpenuhi
  3. Etnosentrisme, fanatisme terhadap suku yang berlebihan yang memanggap suatu suku adalah segalanya
  4. Gangguan luar, adanya campur tangan dari luar negeri yang mengganggu integrasi nasional

Bentuk integrasi nasional terbagi menjadi dua, yaitu

  1. Asimilasi, pembauran kebudayaan yang disertai dengan ciri khas kebudayaan asli
  2. Akulturasi, penerimaan sebagain unsur-unsur asing tanpa menghilangkan unsur aslinya.

Definisi integrasi menurut Myran Weiner (1971)

  1. Penyatuan kelompok budaya, meninggalkan perbedaan dan mencari kesamaan budaya sehingga tercipta persatuan.
  2. Pembentukan wewenang kekuasaan, dengan adanya kekuasaan dapat menyatukan antar kelompok.
  3. Menghubungkan pemerintah dan yang diperintah, pemerintah harus dapat melayani masyarakat dan yang diperintah harus juga berkontribusi pada pemerintah.
  4. Konsensus terhadap nilai, yaitu kesepakatan nilai Pancasila dan UUD 1945.
  5. Prilaku yang terintegrasi yaitu terdapat pemahaman yang sama antar kelompok.

Jadi identitas nasional bangsa Indonesia haruslah dijaga dan dipertahankan, karena idnetitas itulah yang menggambarkan siapa kita dan menjadi pembeda dengan negara lainnya. Oleh karena itu kita harus dapat saling menghargai dan saling merangkul dalam perbedaan suku, ras, agama, dan budaya. Bukan karena sebagai identitas bangsa saja, namun juga sebagai pendorong terwujudnya integrasi nasional. Dengan terciptanya integrasi nasional maka akan menciptakan kestabilan nasional juga, sehingga mempermudah negara untuk mewujudkan tujuannya.

 


PSTI A MKU PKN Genap -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

RIDHO AHMAD FAUZI གིས-


NAMA : Ridho Ahmad Fauzi

NPM    : 2115061001

KELAS : PSTI A

Berdasarkan jurnal yang berjudul “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa” didapatkan bahwa identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi negara Indonesia kebudayan bukanlah hanya sebatas unit geopolitik semata namun juga mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Keanekaragaman tersebut diperoleh melalui berbagai proses kehidupan manusia. Untuk merumuskan bangsa Indonesia bukanlah hal yang mudah, karena Indonesia memiliki berbagai suku bangsa dengan kebudayaannya masing-masing. Identitas seseorang ditentukan oleh keanggotaannya di dalam berbagai kesatuan sosial.

Beberapa ahli mengatakan bahwa semboyan Bhineka Tunggal Ika sebenarnya masih berwujud cita-cita yang masih harus diperjuangkan untuk mewujudkannya. Oleh karena itu sebagai pemuda-pemudi bangsa haruslah dapat memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi, dimulai dengan memupuk rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan se-Indonesia.

Multikulturalisme adalah kepercayaaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik dan budaya dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Paham ini muncul dari pengaruh kuatnya cengkraman globalisasi yang cenderung menyatukan dunia (budaya) menjadi satu. Secara garis besar masyarakat dan kebudayaan local bergerak secara dinamis.

Secara konsepsual kearifan local merupakan bagian dari kebudayaan, kearifan lokal terbina secara kumulatif, terbentuk secara evolusioner, bersifat tidak abadi, dapat menyusut, dan tidak selamanya tampak jelas secara lahiriah. kearifan lokal juga dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber kaya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.

Indonesia sebagai negara yang multietnis dan multikultural sejak awal mengandung masalah legitimasi kultural, yang disebabkan oleh kesenjangan, ketidakadilan, dan kurangnya pemerataan pembangunan. Struktur masyarakat Indonesia yang multidimensional menjadi kendala bagi terwujudnya konsep integrasi secara horizontal. Namun, untungnya hubungan antar suku bangsa dan golongan dalam NKRI, belum seburuk seperti yang terjadi di negara lain. Oleh sebab itu perlu dipikirkan Kembali apa yang harus dilakukan bangsa ini dalam menghadapi perubahan yang berlangsung begitu cepat dalam masyarakat. Pada masyarakat Indonesia wawasan kesatuan jiwa “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna kesatuan dalam keragaman, spirit gotong royong dengan istilah berbeda-beda pada setiap daerah, seperti sambatan/gugur gunung (Jawa), metetulung (Bali), pelagandong (Maluku), halawo sato (Nias), mapalus (Minahasa), dan lain-lain dapat diposisikan sebagai modal budaya yang sangat penting bagi basis kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menjalankan diplomasi kebudayaan berarti dengan sengaja dan terarah ada upaya untuk menanamkan, mengembangkan, dan memelihara citra Indonesia di luar negeri sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya yang tinggi. Pada era globalisasi pemahaman mengenai adat istiadat mulai diperhatikan ditandai dengan munculnya upaya-upaya untuk membangkitkan Kembali atau pemeberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat serta peran dari lembaga-lembaga adat.

Jadi seluruh komponen bangsa ini memiliki kewajiban untuk mendidik, memelihara, mengembangkan, dan memberdayakan masyarakat untuk bersama-sama menjaga identitas bangsa. Hal tersebut diwujudkan melalui persatuan atau masyarakat bersama-sama menjaga budaya masing-masing dan memberi jaminan hidup budaya/etnis orang lain, sehingga masyarakat dapat hidup bersama tanpa kehilangan identitasnya. Oleh sebab itu budaya yang bersifat kekerasan yang banyak terjadi yang menyebabkan gesekan antar etnis dikikis dengan budaya damai, mengingat Indonesia memiliki asset kekayaan kebudayaan bangsa yang dapat dijadikan sebagai modal dasar untuk memperkuat identitas/jati diri bangsa.