Kiriman dibuat oleh NOURMA LAYYINNA WIJAYA

S1 Teknik Informatika D -> Komentar

oleh NOURMA LAYYINNA WIJAYA -
Nama : Nourma Layyinna Wijaya
NPM : 2115061081
Prodi : S1 Teknik Informatika
Izin memberikan komentar dari video pembelajaran pada pertemuan 5

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DINAMIS
Proklamasi Indonesia, tepatnya pada 17 Agustus 1945 merupakan saat dimana negara Indonesia berdiri secara resmi. Berikut pada langkah selanjutnya adalah pengesahan Pancasila sebagai dasar negara. Tentu saja Pancasila merupakan tolak ukur dan pedoman bagi berkehidupan berbangsa dan bernegara dikarenakan pada saat itu juga, Pancasila dirumuskan berdasarkan nilai luhur, budaya, agama, norma, serta aspek lainnya yang mendukung. Pancasila sebagaimana terdiri dari 5 sila utama sebagai pedoman hidup yang berisi ketuhanan atau agama, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, kerakyatan, serta keadilan bagi seluruh masyarakat. Terlihat bagaimana proses pembentukan Pancasila yang dimulai dari usulan dari tokoh pendiri negara pada BPUPKI dan PPKI. Hal ini perlu disadari dan dipahami bahwa Pancasila terbentuk bukan hanya sebagai dasar negara. Namun Pancasila diambil dari bagaimana nilai luhur yang sejak dulu ditanamkan dalam diri masing-masing bangsa. Artinya Pancasila harus diamalkan dan dijalankan pada setiap aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat di Indonesia.

S1 Teknik Informatika D -> Komentar

oleh NOURMA LAYYINNA WIJAYA -
Nama : Nourma Layyinna Wijaya
NPM : 2115061081
Prodi : S1 Teknik Informatika
Izin memberikan komentar dari artikel pada pertemuan 2

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DINAMIS
Hal ini berarti Pancasila memiliki sifat dinamis yang artinya dapat menyesuaikan sesuai dengan apa yang dilakukan oleh setiap manusia tanpa mempengaruhi kepentingan bersama serta tidak mengganggu hal-hal yang bersifat luas. Ideologi dinamis berarti ideologi tersebut dapat menyesuaikan dengan segala keadaan tanpa adanya paksaan dari ideologi tersebut. Pancasila sifatnya dapat menyesuaikan dengan perkembangan negara dan mengikuti perkembangan zaman. Namun tentu saja manusia tetap harus menyesuaikannya dengan apa yang telah ia lakukan dengan ideologi Pancasila, dalam artian manusia boleh melakukan hal dengan bebas tapi tidak keluar dari nilai moral Pancasila, dengan begitu identitas dari bangsa tidak punah dari diri masyarakat Indonesia.

S1 Teknik Informatika D -> Komentar

oleh NOURMA LAYYINNA WIJAYA -
Nama : Nourma Layyinna Wijaya
NPM : 2115061081
Prodi : S1 Teknik Informatika
Izin memberikan komentar dari video pembelajaran pada pertemuan 10

Filsafat Pancasila diartikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila. Yang dalam hal ini, artinya Pancasila merupakan pedoman hidup bangsa yang membentuk sebuah ideologi Pancasila. Secara ontologis, Pancasila teridi atas lima sila yang memiliki satu kesatuan yang utuh sedangkan epistemologis ditujukan untuk mengetahui hakikat Pancasila sebagai ilmu pengetahuan, lalu ada aksiologis yaitu pancasila dalam sistem IPOLEKSOSBUDHANKAM (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Pertahanan dan Keamanan). Dalam hal ini, Pancasila diarahkan pada sistem yang rasionalitas dan menjadi acuan bangsa (ideologi). Dimana dalam hal ini, Pancasila bertujuan sebagai pandangan hidup dan identitas bangsa dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara di masa ini dan masa yang akan datang.