NAMA : MUHAMMAD DZAKI RIZKIA
NPM : 2053031004
Metode FIFO, rata-rata tertimbang (average), dan identifikasi khusus memiliki karakteristik dan implikasi yang berbeda dalam penilaian persediaan, penentuan laba, dan nilai aktiva. FIFO mengasumsikan barang yang masuk pertama dijual lebih dulu, sehingga pada saat harga naik, laba cenderung lebih tinggi dan sisa persediaan di neraca lebih mendekati harga pasar saat ini. Metode rata-rata tertimbang menghasilkan laba dan nilai persediaan yang moderat karena menggunakan rata-rata biaya perolehan, sehingga fluktuasi harga tidak terlalu berdampak pada laporan keuangan. Metode identifikasi khusus paling akurat bila tiap barang bisa diidentifikasi, tapi tidak praktis untuk barang massal atau homogen sehingga jarang digunakan, walau secara teoretis sangat andal untuk penentuan laba khusus atau barang bernilai tinggi.
Dari sisi kelayakan teoretis, FIFO cocok untuk perusahaan dengan barang yang cepat berubah atau mudah rusak; nilai persediaan di neraca lebih relevan dengan nilai pasar terkini. Metode rata-rata tertimbang sesuai untuk stabilisasi laba, terutama jika fluktuasi harga cukup tinggi. Identifikasi khusus sangat layak diterapkan untuk barang unik atau bernilai tinggi, namun tidak efisien bagi barang massal. Terkait penilaian laba, FIFO menghasilkan laba yang lebih tinggi pada saat inflasi, rata-rata tertimbang berada di antara keduanya, sedangkan identifikasi khusus sangat tergantung pada biaya aktual barang yang dijual. Dalam penilaian aktiva, FIFO memberikan nilai persediaan akhir paling relevan secara ekonomi, average balance antara konservatif dan agresif, sementara identifikasi khusus sangat tepat jika pengelolaan barang memungkinkan.